Santri Cikalongwetan

Santri Cikalongwetan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Santri Cikalongwetan, College & University, kp. karang anyar rt. 04/06 desa. mandalamukti kec. Cikalongwetan, Cikalong Wetan.

Permanently closed.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Hallo Parents! Apa kabar semua?  Gelombang 1 Pendaftaran Penerimaan Santri ...
08/02/2023

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Hallo Parents! Apa kabar semua?

Gelombang 1 Pendaftaran Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Islamiyah dan PPTQ AL-Hasanah, SMP BOARDING SCHOOL AL-HASANAH masih berlanjut sampai tanggal 15 FEBRUARI 2023. Segera daftarkan putra-putri anda sebelum kuota habis.
Pendaftaran bisa dilakukan secara langsung dengan datang ke sekolah atau registrasi online melalui link berikut :
http://wa.me/+62859109873508

Yukk!!! Tak kenal maka Ta’aruf, maka dari itu segera mendaftar dan nanti akan akan lebih mengenal 😄

Penerimaan Siswa Baru SMP &  SMA Boarding School Al-Hasanah Cikalongwetan Bandung Barat
09/02/2022

Penerimaan Siswa Baru SMP & SMA Boarding School Al-Hasanah Cikalongwetan Bandung Barat

MEMBUKA KUNCI DARI PARA HAFIDZ QUR’AN “Menghafal Qur’an kunci kebahagiaan”Kutipan seorang penghafal qur’an. Salah satu s...
15/07/2021

MEMBUKA KUNCI DARI PARA HAFIDZ QUR’AN

“Menghafal Qur’an kunci kebahagiaan”
Kutipan seorang penghafal qur’an. Salah satu santri karang anyar yang sangat tekun dan mencintai al-qur’an, sehingga setiap pagi selalu terdengar lantunannya di menara bangunan pondok.

Di zaman ini, sedang populer dengan istilah tahfidz qur’an. Banyak sekali orang yang ingin menjadi penghafal al-qur’an. Sampai terasa manfaat dan berkahnya sehingga salah seorang diantaranya berkata “Ternyata menghafal al-qur’an sangat membantu dalam mengembangkan kecerdasan intelektual apalagi kecerdasan spiritual atau bahkan kecerdasan emosiaonal” begitu katanya. Dewasa kini, banyak sekali metode-metode menghafal al-qur’an yang bisa diterapkan kepada anak usia dini sampai dewasa.

Perbedaan metode menghafal memang suatu hal yang wajar, karena setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mencapai tujuan mereka. Tapi, pada hakikatnya al-qur'an akan menjadi cahaya penerang kita di alam kubur nanti. Di bawah naungannya tentu kita sama-sama ingin mengangungkan ayat-ayat al-qur'an.Kita pastinya ingin menjadi manusia yang bisa dekat dengan al-qur’an, seperti yang kita tahu ada sebuah hadist menyatakan “Sebai-baik kalian adalah orang yang belajar al-qur’an dan mengajarkannya”. Dari sana kita dapat memahami bahwa saat kita mempelajari, membaca dan memahami al-qur’an, sudah termasuk dalam ciri-ciri manusia yang baik.
Sungguh! Meskipun hanya menjadi salah satunya dari sekian banyak ciri manusia yang baik, kita bisa mendapat berkahnya dan bersyukur bisa dekat dengan al-qur’an.

Sebuah metode menghafal al-qur’an dari seorang ‘alim al ‘alamah KH. Muhammad Satiri Wahab, yang kerap dipanggil Ayah oleh para santrinya di Karang Anyar. Beliau sangat tekun membimbing santrinya yang sungguh-sungguh dalam menghafal al-qur’an. Beberapa metode yang diajarkan diantaranya :

· Talaqqi. Sebelum menghafal ayat al qur’an, diwajibkan memperbaiki bacaannya terlebih dahulu, karena akan mempermudah ketika menghafal ayat-ayatNya.

· Irama/lagu. Memberikan irama setiap kali kita melantunkannya , mengapa? Agar kerap kali kita melantunkan ayat-ayatNya kita bisa lebih menghayatinya.

· Setoran. Nah, setelah memenuhi dua poin di atas barulah ayat yang sudah dihafal bisa langsung disetorkan . tidak apa-apa meskipun hanya satu lembar saja. Asalkan lancar dan baik bacaannya.

· Ujian. Jika setiap juz sudah disetorkan, baru bisa ujian. Disini merupakan tantangan bagi para penghafal untuk meningkatkan daya ingat dan memperkuat hafalannya.

· Muroja’ah. Yaitu mengulang hafalan yang sudah kita hafalkan sebelumnya. Dengan lebih sering melakukan muraja’ah maka hafalan al-qur’an kita akan lebih kuat lagi. Ini menjadi poin paling penting dari menghafal al-qur’an. Karena menghafal al-qur’an itu bukan ingin cepat hafal atau buru-buru hafal, karena jika kita menghafal al-qur’an dengan cepat, itu adalah kelebihan dan rahmat dari Allah. Tapi, jika ingin cepat-cepat hafal, itu adalah nafsu yang datangnya dari syetan.
Nah, untuk para generasi qur’ani masa kini. Tanamkan selalu ikhlas dalam hati kita untuk senantiasa menghafal ayat-ayat al-qur’an.

Seorang mursyid pernah berkata “Menghafal Al-Qur’an itu layaknya seseorang yang berjalan di taman syurga, lantas mengapa banyak orang yang ingin cepat-cepat hafal al qur’an tanpa diiringi dengan istiqomah dalam muroja’ah? Apakah ia ingin cepat-cepat keluar dari taman syurga?”


Jadi, perlu kita ketahui sabar bersama al-qur’an itu merupakan hal yang sangat istimewa. Tidak apa-apa lelah yang penting Lillah. Semoga lelahnya itu akan berubah menjadi kebutuhan yang menjadi kenikmatan dan berbuah kebahagiaan. Aamiin.
Kutipan : Shindy Viona Amanda, Juara 1 STQ Tingkat KBB Cabang 10 Juz.

Mari, Menjadi Santri Generasi Qur'ani yang Bermartabat!
Semoga Bermanfaat.

AL BULGHOH MENJADI MODAL SEBUAH PERJUANGANAl bulghoh.Sudah tidak asing lagi di telinga para santri karang anyar dengan n...
07/07/2021

AL BULGHOH MENJADI MODAL SEBUAH PERJUANGAN
Al bulghoh.
Sudah tidak asing lagi di telinga para santri karang anyar dengan nama buku ini. Ketebalan halaman memang tidak seberapa, namun untuk kita menalar setiap bacaannya sangat sulit sekali bagi santri yang pertama kali memegangnya.

Al bulghoh ini salah satu maha karya yang disusun oleh Kyai Cikalongwetan yaitu KH. Muhammad Ridwan. Buku ini menjadi penunjang para santri karang anyar yang baru masuk pondok. Penulis menysun buku ini yaitu untuk memudahkan mengikuti pembelajaran kedepannya dan terutama membiasakan mengamalkan doa-doa untuk kegiatan semasa di pondok, nah maka dari itu, Isi dari buku ini berupa :
• Dzikir subuh
• Asmaul Husna
• Do'a saatos ngaos subuh
• Sayyidul Istighfar
• Do'a ngawitan ngaos
• Kifaratul Majlis
• Do'a Sujud Syukur
• Do'a ngalongok nu teu damang
• Do'a malem jum'at

Bacaan-bacaan tersebut yang harus di amalkan di waktu tertentu dan beberapa do’a harus di hafal. Beliau menyusun dan mengumpulkan bacaan dalam buku ini sangat sederhana agar mudah dihafal oleh para santri kemudian di amalkan.

Lalu, yang menarik yaitu terdapat berbagai macam pengalaman perjuangan santri dalam menghafal setiap bacaan. Disini santri baru yang menjadi tokoh dalam perjuangan tersebut, karena dari buku inilah mereka dapat melanjutkan ke kelas selanjutnya. Dengan buku ini santri baru dituntut untuk belajar menghafal dan megingat hafalannya dengan di ulang-ulang. Sebagian santri merasa kesulitan di bagian asmaul husna meskipun dihafal dengan metode dicicil santri masih kesulitan mengingat hafalan yang sudah di hafal sebelumnya, bahkan sampai ada yang masih belum lancar kemudian hafalannya masih sedikit. Disanalah proses paling mengesankan dan pastinya paling menjengkelkan karena sampai pada tahap ujian, ada yang masih di ulang. Yang sudah pernah ada di posisi ini pasti teringat masa-masa dulu saat pertama masuk pondok. Atau bahkan prosesnya lebih mengesankan . Bacaannya memang seperti tak seberapa, ketika melihat sekejap kita pasti beranggapan “Ah, biasa saja ketimbang ngehafal bacaan gini aku juga sering waktu di kampung”. Padahal saat kita sudah menghafalnya bahkan sampai seperti sudah masuk ke dalam buku tersebut sangat sulit sekali.
Mengapa bisa sesulit itu? dan seberat itu prosesnya?

Ada beberapa kunci dari sebuah pengalaman :

1. Biasakan membaca
Karena, seperti yang dikataka oleh pepatah seorang mudarisah yang mengabdi betahun-tahun di pesantren “sabenerna samemeh di apalkeun teh kudu di baca heula, nepi ka urang lancar macana”.

2. Sabar
Disini pasti yang paling susah, padahal poin ini menjadi kunci dari apa yang kita hafal untuk kedepannya seperti yang dikatakan oleh guru tercinta Ibu Hj.Hanhan “Sabar, ngaji cing bener. Yakin bakal meunang elmu nu manfaat” yang jika di artikan “Sabar, belajar dengan sungguh. Pasti akan mendapat ilmu yang bermanfaat”. Menandakan bahwa kita harus yakin walaupun dengan proses yang sulit pasti akan bermanfaat untuk kita dimasa yang akan datang.

3.Ikhlas
Ini merupan poin terakhir yang akan memudahkan kita melakukan poin sebelumnya. karena dengan ikhlas semua yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia. Jika kita senang melakukannya ikhlas pasti sudah ada di dalamnya.

Itulah tiga kunci juga motivasi dari guru kita. dari perjuangan menghafal al bulghoh banyak sekali ibrah yang bisa kita petik untuk menjadi santri yang sesungguhnya. Sungguh, sangat karya penulis sangat bermanfaat sekali untuk menambah amalan-amalan kita dalam menuntut ilmu. Tulisannya menjadi pelengkap kita untuk lebih semangat lagi dalam menjadi sosok manusia yang bermanfaat di dunia juga di akhirat.
Semangat Santri, Mendapat Ridho Ilahi
Semoga Bermanfaat 😊

Ayoo, siapa lagi yang akan menjadi pejuang Al bulghoh selanjutnya? 🤩

17/05/2021
12/05/2021

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H,
تقبل الله منا ومنكم صيامنا وصيامكم كل عام وانتم بخير
Mohon maaf lahir dan Batin

Sekilas Tentang Buku Fardu Ain Bab Susuci Susunan KH. Muhammad RidwanBuku ini merupakan salahsatu buku susunan KH. Muham...
12/05/2021

Sekilas Tentang Buku Fardu Ain Bab Susuci
Susunan KH. Muhammad Ridwan

Buku ini merupakan salahsatu buku susunan KH. Muhammad Ridwan. Dari puluhan buku yang beliau susun, penulis tertarik untuk membahas buku terlebih dahulu dengan beberapa alasan :
Pertama, Kesucian itu merupakan kunci segala ibadah. Betapapun hebatnya bacaan Al-Quran, tapi syarat untuk membacanya harus dalam keadaan suci.
Kedua, Suci itu bukan sebuah ritualitas, tapi merupakan situasi dan kondisi.
Ketiga, Ingin mengetahui bagaimana cara pandang beliau terhadap kebersihan
Keempat, Mengharapkan keberkahan dari beliau, dengan perantara membaca dan membahas buku ini.

Buku ini diterbitkan pada tahun 1989. Artinya usia buku ini sudah 32 tahun. Yang istimewa adalah sampai sekaran buku ini menjadi buku pegangan wajib bagi para santri yang mondok di Pesantren Al-Islamiyyah. Sebelum mengkaji kitab sumber yang lebih tinggi yang berbahasa arab, para santri diwajibkan untuk mempelajari buku ini. Selama 32 tahun buku ini terus digunakan oleh para santri dan bahkan disebarluaskan oleh para santri yang telah mukim dari pondok, di daerahnya masing-masing.

Isi dari buku ini meliputi 4 hal,
1. Menerangkan tentang bersuci itu sendiri
2. Wudu
3. Mandi Wajib (Adus)
4. Tayamum

Bahasa dalam buku ini menggunakan bahasa sunda yang sesuai dengan aturan tata bahasanya yang mudah difahami bagi para pengkajinya. Dan secara tidak langsung kita belajar memahami bahasa sunda itu sendiri.

Latar belakang disusunnya buku ini beliau membaca situasi dan kondisi masyarakat khususnya di cikalongwetan, ternyata masih banyak masyarakat yang belu tahu tentang Fardu Ain. Memang pengajian atau majlis ta’lim sudah ada bahkan banyak, tetapi tidak adanya buku pegangan sebagai patokan dalam bahasan pengajian. Bukan berarti nilai keberkahan pengajian itu tidak ada, tapi alangkah baiknya jika nilai keberkahan yang didapatkan dari pengajian disempurnakan dengan penguasaan materi yang baik. Salah satu usahany yaitu dengan adanya buku pegangnan sebelum membaca kitab utama yang rata-rata berbahasa arab, yang mana tidak seluruh masyarakat dapat membacanya. Latar belakang itu termuat dalam kata pengantar yang terdapat di awal buku Fardu Ain Bab Susuci.

Dalam ungkapan yang lain, beliau memperlihatkan betapa tawadunya beliau dalam menyikapi keilmuan yang beliau miliki. Yang termuat dalam ungkapan beliau yang berbahasa sunda
“padalah mah sim kuring teh jalmi laip sareng bodo taya kanyaho, kersaning Alloh hayoh bet ditunjuk sok warak wuruk alip alipan ka barudak, tayohna dianggap ngartos.

Ilmu pada terlihat pada ungkapan tersebut. Betapa luhurnya tingkat keilmuan beliau, ungkapan “Laip dan Bodo taya kanyaho” artinya beliau sudah tidak ada lagi pengakuan terhadap kepemilikan ilmu, karena pada hakikatnya manusia itu bodoh, adapun pengetahuan itu murni milik Alloh SWT. Semua yang terjadi semua yang kita miliki semata-mata kehendak Allah SWT.

Dalam ungkapannya yang lain, secara tidak langsung mengajarkan kita untuk senantiasa pasrah kepada Allah SWT.
“Jumlahna mah sumerah diri ka Gusti Alloh ti wiwitan, salebet garapan dumugi ka wekasan”
Sungguh terkandung nilai philosopis yang terkandung dalam ungkapan diatas. Makna wiwitan ialah asal mula penciptaan manusia, makna garapan ialah perjalanan hidup manusia di dunia, sedangkan makna wekasan ialah akhir dari perjalanan manusia. Inilah menurut penulis makna kesucian yang sebenarnya. Buku ini tidak semata membahas kesucian lahiriah saja, tapi dari kesucian lahiriah itu harus mampu menembus pada kesucian batiniah. Yang dimaksud kesucian batiniah adalah pasrah kepada Allah SWT. Asal dari Allah, Hidup oleh Allah dan kembali kepada Allah. Sungguh ungkapan yang syarat akan makna.

Ini hanya sekilas mengenai gambaran umum buku Fardu Ain Bab Susuci susunan Ulama Kharismatik asal Cikalongwetan KH. Muhammad Ridwan. Kita akan lanjutkan pada pembahasan selanjutnya masih mengenai kitab ini.

MAHA KARYA KYAI CIKALONGWETANBerbicara tentang santri sangat erat kaitannya dengan Kyai. Kyai adalah seorang yang dipand...
10/05/2021

MAHA KARYA KYAI CIKALONGWETAN
Berbicara tentang santri sangat erat kaitannya dengan Kyai. Kyai adalah seorang yang dipandang memiliki keilmuan dibidang agama Islam yang berakhlak tinggi yang dapat memberikan suri tauladan kepada yang lainnya. Kyai juga dapat disebut dengan ulama. Artinya orang yang ahli dalam ilmu, khususnya ilmu agama Islam. KH. Muhammad Ridwan merupakan seorang ulama kharismatik yang berasal dari cikalongwetan, tepatnya Kp. Karanganyar RT 04 RW 06 Ds. Mandalamukti Kec. Cikalongwetan Kab. Bandung Barat. Beliau merupakan pimpinan pondok pesantren Al-Islamiyyah yang dirintis sejak tahun 1960. Maka tidak heran banyak lulusan dari pondok pesantren ini yang menjadi tokoh agama di daerahnya masing-masing khususnya di daerah cikalongwetan.
Usian beliau sudah sepuh, sekitar 80 tahun lebih. Selain aktif sebagai pimpinan pondok pesantren,beliau juga aktif di Majelis Ulama Indonesia, sejak berdirinya Kab. Bandung Barat beliau sudah menjabat sebagai Ketua MUI Kab. Bandung Barat sampai dengan sekarang. Bahkan ketika masih kabupaten Bandung pun beliau sudah aktif di kepengurusan MUI Kab. Bandung. Ungkapan yang sering beliau katakan yang mungkin sudah menjadi prinsip seorang ulama besar yaitu, “Resep kanu bener, Nyaah kanu salah” yang jika diartikan “ S**a terhadap yang benar, dan sayang terhadap orang yang salah” menandakan keikhlasan beliau dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang kyai. Itulah tugas Kyai yang sesungguhnya.
Sebagai bukti bahwa beliau sangat mengayomi dan “nyaah” kepada santri dan umat, beliau sudah menyusun buku sebagai bekal untuk para santri dalam menyebarkan ajaran Islam di daerah masing-masing. Sudah 40 lebih buku yang telah beliau susun, diantaranya :
 Fardu Ain Bab Susuci
 Fardu Ain 1 Konci Kamulyaan (Bacaan Sholat & Artinya)
 Fardu Ain 2 Konci Kasampurnaan
 Fardu Ain 3 Konci Kabagjaan
 Fardu Ain Ilmu Tawhid
 Al-Bulghoh
 Al-Baqoh
 Al-Munajat
 An-Nur
 Al-Akhlak
 Al-Istiqomah
 Al-Mubin
 Al-Mugoyabat
 Al-Faroid
 Al-Mabrur
 Nadzom Terjemah Al-barzanji
 Bentang Baranang 1
 Bentang Baranang 2
 Cupu Manik
 Khutbah Jum’at (7 Jilid)
 Ihya An-Nafilah
 Miftahussurur
 Majmu Latif
 Minhajul Fudhul (6 Jilid)
 Nadzom Ilmu Tajwid
 Nadzom Ilmu Tawhid
 As-Shaum
 Safinah Al-Falah
 Sirojul Mubtadi
 Sirojul Ummah
 Nadzom Terjemah Sulam Taufiq
 Tibyanul Hatsis
 Az-Zakat
 40 Pesan
 Nadzom Terjemah Kitab Ta’lim
Seluruh kitab tersebut diatas merupakan hasil karya beliau yang dapat menjawab permasalahan agama Islam di Masyarakat. Sungguh karya yang menakjubkan, mengingat jarangnya budaya ulama masa kini yang memiliki jiwa literasi yang tinggi. Mengapa? Beliau menyusun sejak tahun 80 an, artinya teknologi belum secanggih saat ini. teknologi tercanggih untuk menyusun buku pada waktu itu mungkin adalah tik, tapi tidak menghalangi beliau untuk tetap membuat karya sebagai lahan da’wah kepada santri dan umat. Hal tersebut sangat menginspirasi untuk selalu berkarya dalam memberikan manfaat kepada sesama manusia. Terutama kepada generasi milenial yang seharusnya harus lebih produktif dalam mebuat karya, karena didukung oleh tekhnologi yang canggih.
Nanti kita akan bedah, satu persatu isi dari kitab-kitab diatas ….. semoga bermanfaat.

Address

Kp. Karang Anyar Rt. 04/06 Desa. Mandalamukti Kec. Cikalongwetan
Cikalong Wetan
40556

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Santri Cikalongwetan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Santri Cikalongwetan:

Share