Majalah Moestopo

Majalah Moestopo Majalah Moestopo
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

18/05/2016
22/04/2016
Pengambilan Janji Dan Relantikan Rektor Prof. Dr. Dr. Rudy Harjanto, S.Ikom., M.M., M.Sn.Universitas Prof. Dr. Moestopo ...
01/04/2016

Pengambilan Janji Dan Relantikan Rektor
Prof. Dr. Dr. Rudy Harjanto, S.Ikom., M.M., M.Sn.
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Periode Tahun 2016-2020

Dies Natalis ke 55 Wisuda Sarjana & Magister Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Convention Center
31/03/2016

Dies Natalis ke 55 Wisuda Sarjana & Magister Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Convention Center

Geladi Bersih Dies Natalis ke 55 Wisuda Sarjana & Magister Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Convention Center
29/03/2016

Geladi Bersih Dies Natalis ke 55 Wisuda Sarjana & Magister Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Convention Center

Wujud Syukur Dan Terimakasih Mahasiswa & Keryawan MoestopoDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yayasan Universitas...
27/03/2016

Wujud Syukur Dan Terimakasih Mahasiswa & Keryawan Moestopo

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo yang ke 54 (1962 – 2016) seluruh karyawan Yayasan maupun Rektorat serta Cucu dan Cicit Mayjen (Purn) Prof.Dr. Moestopo melakukan ziarah ke Makam Pendiri Yayasan Mayjen (Purn) Prof. Dr. Moestopo di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung pada tanggal 14 Februari 2016 dengan menggunakan 3 buah Bus Besar ditambah beberapa mobil pribadi.
Kegiatan ziarah ini rutin dilakukan oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam setiap tahunnya sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada pahlawan nasional sekaligus pendiri UPDM(B) Prof. Dr. Moestopo.
Kegiatan ini dimulai oleh Mahasiswa Baru pada tanggal 3 Oktober 2015 dalam mengawali tahun ajaran 2015/2016. Ziarah Mahasiswa Baru ke Makam Mayjen (Purn) Prof.Dr. Moestopo di taman makam Pahlawan Cikutra Bandung diikuti 787 Maba dari 4 Fakultas, FKG,FISIP, FE, Fikom ditambah dengan panitia dan pimpinan serta UKM dan WKM menjadi kurang lebih 880 orang.
Dalam amanat pidatonya Rektor mengatakan, ziarah Mahasiswa Baru tersebut bertepatan dengan hari TNI dimana Pak Moestopo adalah seorang TNI yang juga pejuang. Tidak saja pejuang untuk kemerdekaan negeri ini, namun juga dalam masa kemerdekaan beliau berjuang untuk dunia pendidikan. Memerdekakan negeri ini dari kebodohan dan keterbelakangan ilmu Pengetahuan, agar generasi muda negeri ini dapat sejajar dengan generasi muda negara lain.
Acara dilanjutkan dengan tabur bunga oleh Keluarga, Yayasan, Pimpinan Rektorat dan karyawan.
Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh seluruh karyawan Yayasan dan Rektorat pada tanggal 14 Februari 2016. Ziarah karyawawn dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo yang ke 54 (1962-2016). Ziarah karyawan dipimpin oleh Warek 2 Prof. Dr. J. Basuki, M.Psi,
Kegiatan terakhir dilakukan oleh Wisuda Sarjana dan Magister yang ke 55 perwakilan Wisudawan UPDM(B). Ziarah Wisuda dilakukan dalam rangka Dies Natalis UPDM(B) yang ke 55. Dalam Ziarah Wisuda Sarjana dan Magister, Inspektur Upacara dipimpin oleh Warek 3 Dr. Andriansyah M.Si yang sekaligus sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan Wisuda dan prosesi ziarah.

SALAM MAHASISWATerbitnya Majalah Moestopo di bulan Februari Maret 2016 ini, dengan rasa hormat menyampaikan rubrik khusu...
26/03/2016

SALAM MAHASISWA

Terbitnya Majalah Moestopo di bulan Februari Maret 2016 ini, dengan rasa hormat menyampaikan rubrik khusus tentang Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang masa jabatannya berakhir pada bulan Maret 2016. Rubrik ini tidak mengurangi hormat kepada Rektor pendahulunya seperti Dr. Prayitno Rektor UPDM(B) 5 kali, Prof Dr. Wibowo, Drs Suherman MM yang juga banyak berjasa dalam meningkatkan keberadaan UPDM(B). Memang ciri khas suatu kepemimpinan adalah mampu mengadakan perubahan untuk terus meningkatkan hasil yang telah ada. Demikian p**a dengan kepemimpinan Prof. Dr. H. Sunarto MSi, juga banyak perubahan-perubahan dan hasil yang kami sajikan atau bahkan telah diketahui sendiri oleh para civitas akademika UPDM(B).

Selain itu juga disajikan tentang harapan ke depan UPDM(B) yang pastinya akan terus meningkat, sesuai dengan harapan pak Mus (Prof. Dr. Moestopo). Sehingga janji kita di depan pusara beliau di Taman Makam Pahlawan Cikutra terwujud, sebab disaksikan oleh 1500 makam pahlawan lainnya yang berada di TMP Cikutra. Janji untuk meneruskan amanah yang berarti mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk para wisudawan dengan membaca majalah ini akan lebih meningkatkan kebanggaan sebagai alumni UPDM(B) sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Prof. Dr. Sunarto ‘kebanggaan’ dengan UPDM(B).

Pemimpin Redaksi

FIKOM FEST 2016Sport, Art And Creativity Project Dalam rangka menjalin silaturahmi, Senat Mahasiswa (Senma) Fikom Univer...
26/03/2016

FIKOM FEST 2016
Sport, Art And Creativity Project

Dalam rangka menjalin silaturahmi, Senat Mahasiswa (Senma) Fikom Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyelenggarakan FIKOM Fest 2016. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 8-9 Maret 2016 di Volly Court Senayan Jakarta dan tanggal 10 Maret 2016 di UPDM(B) Hanglekir Jakarta. Kegiatan FIKOM Fest 2016 ini mengusung tema ‘Sport, Art and Creativity Project’ dengan konsep budaya dan festival.
Fikom Fest 2016 yang merupakan program kerja divisi dua Senat Mahasiswa Fikom adalah kegiatan yang menjunjung tinggi kreativitas, intelektualitas, kesenian, olahraga, dan komunikasi. Dalam merumuskan kegiatan FIKOM Fest 2016, Senma Fikom UPDM(B) menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, “Acara ini berkaitan dengan poin pertama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan. Di sini kita memberikan, mengajarkan seseorang untuk sebuah pertandingan itu harus sportif. Dalam kegiatan ini kami berusaha menampilkan perpaduan acara yang dikemas dalam balutan warna baru yang lebih kreatif dan inovatif dilingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Dengan kegiatan sebagai bentuk wadah dedikasi nyata kami pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.” ujar mahasiswa angkatan 2012 ini. Ia juga mengatakan jika acara ini bertujuan untuk menciptakan kreativitas, sportifitas serta untuk menjalin hubungan baik dan silaturrahmi antara Senma Fikom dengan internal UPDM(B) maupun eksternal.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ramanda Ade Putra selaku ketua pelaksana FIKOM Fest 2016, “Tujuan (FIKOM Fest 2016) ini adalah supaya kita, berbaur pada pihak eksternal kita, internal kita dari kampus juga dan dari eksternal dari luar juga untuk bergabung di acara kita ini,” ujar Ramanda saat ditemui di UPDM(B).
Konten acara FIKOM Fest 2016 meliputi kompetisi futsal dengan empat kategori yaitu Lembaga, SMA, Universitas, dan Masyarakat Umum. Selain itu, juga ada fifa fun game, food festival, photo exhibition serta awarding night.
Pada hari pertama penyelenggaraan acara diadakan perlombaan futsal dengan babak penyisihan yang terdiri dari tiga kategori, yaitu tingkatan Sekolah Menengah Atas, Universitas, dan umum. Lalu pada hari kedua diselenggarakan babak final. Acara ditutup dengan awarding night yang diselenggarakan di UPDM(B) pada tangal 10 Maret.
Kegiatan FIKOM Fest 2016 bekerjasama dengan WKM Kosmik, Telefikom Fotografi, dan Basket Fikom. Kegiatan ini disponsori oleh Jaladara.com, JF Sulfur, BNI 46, dan Loop. FIKOM Fest 2106 didukung oleh media partner seperti Media Publica, Diamma, Moestopo Radio, LSPR Radio, Pemuda FM, MNC TV, MNC Play, Event Jakarta, dan Event Kampus serta disupport oleh Specs dan L-Men.

PAK NARTO: “NEVER SAY GOODBYE”(Masuk 1973, Sejak 1974 di Moestopo Pak Narto Selalu Jadi Pejabat)Rektor Universitas Prof....
26/03/2016

PAK NARTO: “NEVER SAY GOODBYE”
(Masuk 1973, Sejak 1974 di Moestopo Pak Narto Selalu Jadi Pejabat)

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. H. Sunarto, M.Si., pada waktu terbitnya Majalah Moestopo bulan Maret 2016 ini telah berakhir memangku jabatan dua periode sebagai Rektor. Jabatan ini dipangkunya dari tahun 2008-2012 dan 2012-20I6. Dalam pertemuannya dengan Majalah Moestopo di kediamannya, ditanya bagaimana Pak Narto setelah tidak jadi Rektor lagi, jawabannya: untuk Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), “Never Say Good Bye”. Apalagi melupakan, karena apapun juga Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sebagian dari perjuangan dibidang pendidikan, dan khususnya almarhum Mayor Jenderal Prof. Dr. Moestopo adalah panutannya, dan masuk tahun 1973, sejak 1974 sampai 2016 menjadi pejabat terus.

Permulaan Tugas di Moestopo

Tahun 1973 setiap pagi Drs. Sunarto berangkat kerja sebagai PNS Kementerian Kehakiman dengan bus jemputan kantor. Bus jemputan dalam rutenya selalu melewati depan kampus Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di pintu gerbang kampus ada tulisan Fakultas Ilmu Publisistik. Dengan adanya Fakultas Ilmu Publisistik itu Drs. Sunarto sangat tertarik, karena dirinya adalah lulusan FISIP Gajah Mada Jurusan Ilmu Publisistik. Sampai di kantor lewat telpon kantor menghubungi Universitas Prof. Dr. Moestopo, telpon diterima oleh mbak Harti (maksudnya Bu Harti sekarang Wadek II FIKOM UPDM(B)) sebagai Sekretaris pak Moes. Isinya menyampaikan pesan untuk disampaikan Prof. Dr. Moestopo, sebagai sarjana Publisistik Gajah Mada ingin menyumbangkan tenaganya di Fakultas Ilmu Publisistik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Pesan ini disampaikan mbak Harti kepada pak Moes (Prof. Moestopo). Besuk harinya, Drs. Sunarto dipanggil pak Moestopo ke kampus. Itulah langkah pertama memasuki kampus Moestopo. Mayor Jenderal Prof. Dr. Moestopo, seperti biasa sebagai seorang militer Pak Moestopo yang teliti, tegas, menyelidik dan dengan suara yang berat, keras dan humor menanyakan segala sesuatu, baik ilmu maupun pribadinya. Kata Prof. Moestopo “kamu dari Gajah Mada, kalau begitu kamu saya angkat jadi Sekretaris Fakultas Ilmu Publisistik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) tugasmu kuliah harus jalan”. Besuk paginya dari telpon Bagian Humas Kementerian Kehakiman ditelpon para mahasiswa sorenya kuliah, dosennya belum lengkap. Mahasiswa antara lain Bu Susilo pemilik Yayasan Sinar Kasih, Gunawan, Gultom, wartawan Kartini, Gantiowati, Ka Humas DNKS, jumlahnya ada sekitar 5 orang, langsung hari itu mengajar di Fakultas Ilmu Publisistik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Tahun 1974-1981 diangkat sebagai Wakil Dekan II, 1982-1989 dipilih sebagai Dekan FIKOM UPDM(B), 1989-2001 sebagai Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Tahun 2000-2004/2004-2008 terpilih jadi Dekan FIKOM UPDM(B) lagi, 2008-2012/2012-2016 mendapat jabatan Rektor UPDM (B). Dengan demikian jabatan Struktural di dalam UPDM (B) tidak pernah putus. Sehingga oleh Yayasan UPDM bersama Brigjen Pol. (Purn) Dr. Prayitno, S.H. dianugerahi kehormatan dengan penamaan gedung sebagai kampus 3 UPDM (B) di Jalan Swadarma dengan nama Gedung Dr. Prayitno, S.H. dan Prof. Dr. Sunarto, M.Si.

MENGANGKAT DERAJAT UPDM (B)
Semasa menjabat Rektor UPDM (B), Prof. Dr. Sunarto telah membawa peringkat akreditasi B untuk Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Di samping itu, UPDM (B) telah dinilai Kopertis III sebagai Perguruan Tinggi Swasta ‘Unggulan’ dan Perguruan Tinggi Swasta yang ‘SEHAT’ serta telah membuat Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sebagai realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di samping itu juga, agar UPDM (B) tidak menjadi Institut dan tetap menjadi Universitas pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Sunarto telah diprogramkan berdirinya Fakultas Teknik dengan Prodi: Pertambangan, Industri, Kelautan, Sistim Informatika, dan Teknik Informasi.
Dr. Triyuni Soemartono, dosen baru di Pascasarjana UPDM (B) diangkat sebagai Sekretaris Forum Profesor dan Doktor agar lebih dikenal masyarakat Moestopo yang tugas awal, adalah menyusun Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk diterima di Dikti.
Kepada Rektor yang baru Prof. Sunarto mengharapkan dapat meningkatkan lagi peringkat UPDM (B) dari B ke A. juga peringkat PTS Unggulan bagi UPDM (B). Akses untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat perlu ditingkatkan lagi supaya dapat mencapai hasil yang optimal. Demikian p**a hubungan dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri ditingkatkan lagi untuk memudahkan pemuatan jurnal luar negeri bagi para dosen UPDM (B). Dan yang sangat diharapkan adalah kesejahteraan karyawan dan dosen dapat ditingkatkan, seperti kebutuhan perumahan.
MENGATASI SEGALA UJIAN
Drs. Sunarto kelahiran Kerten (daerah Klaten) 10 Desember I947 setelah lulus FISIP jurusan Ilmu Publisistik Universitas Gajah Mada I973 diterima bekerja di Kementerian Kehakiman pada bagian Humas. Di samping sibuk di bagian Humas Kementerian Kehakiman, dimana tenaga profesionalnya masih jarang, juga oleh Pak Moestopo diangkat menjadi Sekretaris Fakultas Ilmu Publisistik. Pada waktu itu belum ada Wakil Dekan apalagi mahasiswanya masih 5 orang. Pak Moes sebagai pejoang dan mempunyai kebesaran hati dan senang kalau melihat anak itu mau maju, maka pembantu-pembantunya juga disuruh kuliah tanpa bayar seperti Sukardi, Suto Pangarso, Budi Santoso, sehingga kesibukannya bertambah. Melihat kekosongan Dosen, Drs. Sunarto menarik teman-teman seangkatan di Gajah Mada yang ada di Jakarta, seperti Drs. Hormat Meliala, Drs. Sofyan, Drs. Supomo, ditambahkan lagi Drs. Giman Sahudi, Drs. Simaremare, untuk mengajar. Mereka semua adalah “pejoang” dengan karyawannya mbak Tin, Maria Meliala, Anjas Asmara (“sampaikan terima kasih saya untuk mereka”). Kuliahnya dari mulai pukul 17.00 sampai Pukul 21.00. Bersama rekan-rekan lain pada waktu itu tetap mempertahankan kelangsungan, keberadaan, dan kemajuan yang telah dicapainya, sehingga mengungguli Universitas Ilmu Komunikasi Swasta lain di Indonesia. Selain FIKOM UNPAD, FIKOM UPDM (B) pernah menjadi tujuan utama pendidikan Ilmu Komunikasi calon mahasiswa. Tahun I985 sewaktu terjadi kekosongan jabatan Dekan FIKOM UPDM (B), Drs. Sunarto sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Publisistik UPDM (B) diangkat Prof. Dr. Moestopo sebagai Dekan Fakultas Ilmu Publsistik. Ujian pertama mengubah Fakultas Ilmu Publisistik menjadi Fakultas Ilmu Komunikasi sesuai Keputusan Prof. Dr. Moestopo dan dalam bidang keilmuan berusaha menyejajarkan dengan FIKOM UNPAD, sebagai penjuru Ilmu Komunikasi. Karena Prof. Moestopo selain pendiri Fakultas Ilmu Publisistik UNPAD juga Guru Besar dan Dewan Pembina UNPAD.
Ujian kedua adalah pada waktu ada Keputusan Rapat Rektor Negeri se Indonesia 1985 yang mengambil keputusan mengusulkan kepada Menteri P dan K, Fakultas Ilmu Komunikasi supaya dilebur ke FISIP. Dengan adanya usulan itu, Prof. Moestopo bersama FIKOM UNPAD membuat makalah yang dibawa Prof. Moestopo dengan didampingi oleh Prof. Santoso menghadap Presiden Suharto untuk mendapat dukungan supaya Fakultas Ilmu Komunikasi tidak dihapus. Presiden Suharto setuju dan memberikan perintah kepada Menteri P dan K Syarif Tayeb untuk tetap adanya Fakultas Ilmu komunikasi.

PRIBADI YANG SABAR DAN RAMAH
Setelah mantap dalam pekerjaan dan jabatan, Drs. Sunarto melamar gadis pilihannya Sri Sugiartini, yang menjadi pendamping setianya sampai sekarang dengan 3 anak. semuanya sudah bekerja dan lulus S-2. Prof. Sunarto orangnya sabar, tidak pernah marah dan tidak bisa marah. Tidak membedakan setiap orang, kalau pagi pukul 06.30 sudah datang ke kantor. Semua orang di kampus yang ditemui seperti Satpam, Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Cleaning Service, Tukang Parkir disapa dan diajak bersalaman, seperti sikap pak Moestopo. Cara inilah yang membuatnya jaringan pergaulan, jaringan kerja luas, apalagi dalam jabatannya sebagai Kepala Biro Dokumentasi dan Penerangan BP-7 Pusat, dan juga Manggala BP-7 Pusat pergaulannya sangat luas semua telah menjadi pejabat, tokoh, karena pada waktu itu harus mengikuti Penataran Pancasila di BP-7. Semuanya, yang tentunya juga diperlukan dalam tugasnya sebagai Rektor UPDM (B). Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) termasuk 10 Perguruan Tinggi Swasta yang maju di Indonesia. Dalam usianya yang tertua diantara Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, memang tekadnya adalah mempertahankan kemajuan pendidikan dan mutu hasil pendidikan.

UCAPAN TERIMA KASIH
Tak lupa untuk disampaikan terima kasih kepada Raden Ayu Moestopo Pendiri Ys UPDM, Ketua dan Anggota Pembina, para Pengurus Yayasan UPDM, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, para Dekan dan Direktur Program Pascasarjana, para Dosen, para karyawan dan semuanya yang telah banyak membantu kelancaran tugas sampai akhir jabatan dengan baik. Dan mohon dimaafkan apabila ada kesalahan.

(Panggih Sundoro)

KAMPUS AGAR PERKUAT PENELITIAN(Riset Tentukan Ranking)Pemetaan kinerja perguruan tinggi berbasis penelitian diterapkan p...
26/03/2016

KAMPUS AGAR PERKUAT PENELITIAN
(Riset Tentukan Ranking)

Pemetaan kinerja perguruan tinggi berbasis penelitian diterapkan pada tahun ini. Hal itu untuk mengutamakan riset yang berperan penting mendorong daya saing bangsa. Selain itu, akan ada pemetaan terkait pemberdayaan masyarakat yang diberlakukan mulai 2017.
Dengan riset yang baik, publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi akan meningkat serta berpotensi dimanfaatkan, termasuk untuk kepentingan komersial. Pemanfaatan riset pun dapat lewat pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi.
Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ocky Karna Radjasa mengatakan, perguruan tinggi ditetapkan dalam empat kluster berdasarkan hasil penelitian, yakni mandiri, utama, madya, dan binaan. Pada tahun ini, ada 14 perguruan tinggi mandiri (nomor satu Institut Teknologi Bandung), utama 36 perguruan tinggi, madya 79 perguruan tinggi, dan binaan 72 perguruan tinggi. Belum semua perguruan tinggi ikut penilaian.
“Bahkan, ada perguruan tinggi yang belum pernah mengirim proposal penelitian dan pengabdian masyarakat karena alasan ketiadaan sumber daya,” kata Ocky dalam Simposium Nasional Ke-2 Kualitas Jurnal Ilmiah 2015 bertajuk “Perspektif Baru Manajemen Jurnal Ilmiah: Digital, Bisnis, dan Integritas Kecendekiaan”, di Jakarta, Rabu (11/11).
Seminar digagas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetiya Mulya, Kemristek dan Dikti, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Sciverse Scopus.
Publikasi ilmiah
Menurut Ocky, riset didorong untuk bisa meningkatkan publikasi ilmiah lewat jurnal ilmiah karena berbagai perankingan universitas kelas dunia menghitung publikasi ilmiah yang tersitasi. Meskipun tiap tahun ada peningkatan publikasi ilmiah di jurnal internasional, Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef mengatakan, Indonesia perlu serius membangun budaya ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan. “Dalam masyarakat ada beragam komunitas, seperti komunitas politik, ilmiah, bisnis, religius, dan artistik. Tetapi, masyarakat bisa maju kalau dilandasi komunitas ilmiah yang maju karena menjadi sumber untuk menghasilkan ide-ide yang membawa pada kemajuan,” katanya.
Ketua STIE Prasetiya Mulya Djoko Wintoro mengatakan, dalam mengomunikasikan karya ilmiah saat ini berkembang perspektif baru. Pengembangan jurnal ilmiah secara digital menjadi inovasi dalam cara mengomunikasikan hasil riset.

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) telah mendapatkan perhatian lebih dari para pengunjung selama berada di pamera...
12/02/2016

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) telah mendapatkan perhatian lebih dari para pengunjung selama berada di pameran pendidikan atau Education & Training Expo 2016 yang dihelat di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan pekan lalu.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III Kampus Moestopo, Dr. Andriansyah, M. Si. Menurutnya, selama di pameran pendidikan, stand Moestopo telah menjadi salah satu stand yang paling banyak dikunjungi.

“Pengunjungnya saya lihat cukup bagus, mobilisasi dari panitia, dari para pelajar SMA ke lokasi pameran juga cukup bagus,” kata Andriansyah saat berbincang dengan FriendsRadio di kampusnya yang berlokasi di jalan Hanglekir I No 8, Jakarta, Jumat (6/2/2016).

85iansyah, M. Si, Wakil Rektor III Kampus Moestopo (Foto: Zikry Pradiva / FriendsRadioID)

Selama di pameran pendidikan, kata Andriansyah, banyak para pelajar yang tertarik untuk masuk kampus Moestopo. Walau sudah banyak pelajar yang mendaftar dengan mengisi formulir yang diberikan secara gratis selama pameran berlangsung, tapi para pelajar tersebut harus terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi sebelum benar-benar resmi menjadi mahasiswa Moestopo.

“Kita saring lagi untuk calon mahasiswa baru. Karena setiap tahunnya kita targetkan cuma 1.500 calon mahasiswa baru, mengingat kapasitas kampus kita yang hanya bisa menampung 1.500 mahasiswa saja. Kita adakan seleksi tertulis dan juga seleksi kesehatan pada 27 Februari 2016 mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut Andriansyah mengatakan, jika dibanding dengan dua tahun lalu, pameran pendidikan tahun tahun ini telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan presentase sekitar 20 sampai 30 persen.

Dr. Andriansyah, M. Si, Wakil Rektor III Kampus Moestopo (kiri), Dr. Taufiqurokhman, M. Si, Kabag Penerimaan Mahasiswa Baru dan Promosi Univ. Prof. Dr. Moestopo Beragama (Kanan) beserta seluruh jajaran staff Univ. Prof. Dr. Moestopo Beragama (Foto: Zikry Pradiva / FriendsRadioID)

“Di pameran pendidikan di JCC pekan lalu, stand Moestopo memberikan yang terbaik kepada setiap para pengunjung yang datang, seperti adanya konsultasi gigi, lalu ada broadcast juga untuk mahasiswa yang ingin menjadi presenter, kita juga siapkan tempat untuk latihannya,” tutupnya.

Sekedar informasi, saat ini kampus Moestopo sendiri sudah berusia 55 tahun sejak pertama kali berdiri pada tahun 1961 silam. Selamat Ulang Tahun Moestopo. Tetap semangat dalam mencerdaskan putra putri bangsa.

February 6, 2016 FriendsRadio.id – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) telah mendapatkan perhatian lebih dari para pengunjung selama berada di pameran pendidikan atau Education & Training…

Address

Jl. Hang Lekir 1 No. 8 Senayan
Jakarta
10270

Telephone

(021) 726 2822

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majalah Moestopo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share