22/05/2015
-SEJARAH THAWALIB-
Thawalib muncul pada awal abad ke- 20, sebagai suatu gerakan yang berorientasi kepada kemajuan islam. Lahir dan berkembang sebelum Indonesia merdeka, perkembangannya menerobos hingga ke pulau-pulau lain di Indonesia.
Pada akhir tahun 1970-an, para alumni Thawalib Sumatera Barat bertekad memulai era baru gerakan Thawalib dari Ibu kota Negara.Tokoh-tokoh yang paling berperan mempelopori Thawalib Jakarta antara lain : Prof. K.H Zainal Abidin Ahmad, H. Oemar Bakri Datuk Tan Besar, H. Kasim Ahmad, Bahar Sutan Kayo, H. Djamal Djamil, H. Ilyas Abdul Lathief Datuk Nan Sati, dan lain-lain.
Berdasarkan tekad yang bulat karena dilatar belakangi berbagai masalah sosial, ekonomi dan politik di Negeri ini, dengan ”BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM” di awal tahun 1982, lahirlah Thawalib Jakarta dengan kegiatan pertamanya menyelenggarakan Kursus Dakwah 6 (enam) bulan.
Pada saat kursus dilaksanakan pesertanya mencapai target namun dirasakan membina ahli agama dan ulama dalam masa singkat tidak mungkin terwujud. oleh karena itu, para pengurus Thawalib Prof. K.H Zainal Abidin Ahmad mengubah, kursus di tingkatkan menjadi akademi dan lahirlah kemudian Akademi Dakwah dan Publisistik Thawalib Jakarta.
Setelah perkuliahan di Akademi tersebut berjalan hampir 2 tahun, pengurus melihat kemampuan para mahasiswa yang kebanyakan pendidikan sekolahnya bukan dari sekolah agama, maka tidak mungkin juga dapat menghasilkan sesuai harapan. Disamping itu, pada saat itu pengurus mendengar akan di hapuskan program sarjana muda di Indonesia, sehingga di mungkinkan jika mahasiswa tamat akademi tidak memperolah gelar. Akan tetapi, semangat Bapak Prof. K.H Zainal Abidin Ahmad (Ketua) terpaksa harus diteruskan Oleh Bapak Haji Oemar Bakri Datuk Tan Besar, sebab meninggalnya beliau pada tanggal 26 April 1983.
Di tangan Haji Oemar Bakri Datuk Tan Besar, Akademi ini sempat diresmikan oleh mantan Wapres R.I H. Adam Malik, 19 Agustus 1983. Kemudian beliau mengambil kebijaksanaan kurikulumdiubah menjadi Sekolah Tinggi Dakwah & Publisistik Thawalib Jakarta dan mengadakan Integrasi ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta