27/06/2021
KISAH TELADAN TAWADHUNYA RASULULLAH
Pada suatu hari Ibnu Mas'ud bersama dengam Rasulullah...
IBNU Mas’ud RA. berkata, “Rasulullah pernah berkata kepadaku, "Bacakanlah Al-Qur’an di hadapanku..!!"
Aku jawab, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al-Qur’an di hadapanmu, sedangkan Al-Qur’an diturunkan kepadamu?’_
*Beliau (Shallallahu 'Alaihi wassallam) berkata, "Aku ingin mendengar bacaan Al-Qur’an dari orang lain."
Lalu, aku (Ibnu Mas' ud RA) pun membacakan di hadapan beliau Surat An-Nisa’ dari awal surat sampai ayat yang berbunyi,
"Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti) jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka."
(QS An-Nisa’ [4]: ayat 41)
Rasulullah berkata :
"Cukup!" sambil meneteskan air mata.”
(HR Bukhari no. 4582 & Muslim no. 800)
Imam Nawawi RA berkata,
“Selayaknya seseorang senantiasa bersungguh-sungguh dalam menyibukkan diri dengan ilmu, baik dengan cara membaca, dibacakan, maupun membacakan kepada orang lain, menelaah, memberikan catatan-catatan, membahas, mudzakarah (mempelajari dan mengulang pelajaran), dan menulisnya.
Dan janganlah dia merasa sombong sehingga tidak mau belajar kepada orang yang di bawahnya dari sisi umur, nasab, atau kemasyhuran. Bahkan, hendaknya dia bersemangat untuk mendapatkan faedah dari orang yang memilikinya."
Faedah (pelajaran) yang bisa kita ambil dari hadist diatas ialah :
1. kita biasanya lebih merenungi Al-Qur'an melalui bacaan orang lain
2. banyaknya ilmu tak menjamin orang itu lebih baik dari yang lain,
3. Hendaknya kita bersikap tawadhu' (merendah) meski kita lebih berilmu daripada org lain.
Allahu a’lam
Semoga ada manfaatnya dan semoga Allah mampukan kita untuk mengambil hikmahnya dan mengalkannya dalam kehidupan sehari-hari. dan semoga Allah hilangkan kesombongan walau sekecil apa pun dari dalam diri kita sejauh-jauhnya.
Aamiin Yaa Robbal'alamiin
FB / IG : Pecinta Ilmu Lampung Utara
Cp. wa/telp. 087724032959