12/02/2026
[Diskusi PPI Oxford dengan Dr. Sri Mulyani]
Pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia dan budaya belajar
Dalam paparannya pada 10 Februari 2026, Ibu Sri Mulyani menekankan bahwa untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan menjadi negara maju, Indonesia perlu memperkuat tiga fondasi utama: pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur fisik seperti fasilitas publik dan konektivitas, serta penguatan infrastruktur non-fisik berupa tata kelola yang transparan, institusi yang kredibel, dan partisipasi masyarakat sipil.
Namun, beliau juga menekankan bahwa pendidikan tidak terbatas pada institusi formal semata. Proses pembelajaran harus menjadi budaya dan kebiasaan yang terus hidup dalam masyarakat melalui semangat lifelong learning. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya soal membangun jalan dan gedung, tetapi juga membangun manusia yang adaptif, kritis, dan memiliki semangat belajar.
โโโ
[PPI Oxfordโs Discussion with Dr. Sri Mulyani]
Physical infrastructure must go hand in hand with human development and a culture of learning.
In her presentation on 10 February 2026, Dr. Sri Mulyani emphasized that to achieve the vision of Indonesia Emas 2045 and become a developed nation, Indonesia must strengthen three key foundations: the development of human capital through education and healthcare; the development of physical infrastructure such as public facilities and connectivity; and the strengthening of non-physical infrastructure in the form of transparent governance, credible institutions, and active civil society participation.
However, she also highlighted that education is not limited to formal institutions alone. Learning must become a living culture and habit within society through a spirit of lifelong learning. Development, therefore, is not only about building roads and buildings, but also about nurturing adaptive, critical individuals with a strong commitment to continuous learning.