STIKOM Yos Sudarso Purwokerto

STIKOM Yos Sudarso Purwokerto Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Yos Sudarso Purwokerto Kelahiran Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Yos Sudarso tidak lepas dari dua latar belakang.

Latar belakang pertama terkait dengan visi misi Keuskupan Purwokerto, sebuah lembaga gerejani yang melayani umat dan masyarakat wilayah Jawa Tengah bagian barat. Lagar belakang kedua terkait dengan perkembangan jaman. Gereja Keuskupan Purwokerto sebagai salah satu komponen bangsa ini telah mendeklarasikan cita-citanya bahwa dalam kerjasama dengan umat berkeyakinan ingin mempelopori, memperjuangkan

dan menghayati nilai-nilai luhur kemanusiaan bagi masyarakat kecil, lemah dan miskin mendapatkan hak-haknya untuk memperoleh pendidikan secara baik. Cita-cita Gereja Keuskupan Purwokerti ini selaras dengan cita-cita para pendiri bangsa Indonesia. Dari situlah kemudian dilahirkan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Yos Sudarso melalui Yayasan Karya Perutusan. Sebuah lembaga pendidikan yang ingin memberikan pendidikan yang baik sekaligus bisa memberikan pelayanan kepada mereka yang kecil, lemah, dan miskin untuk mendapatkan haknya. Disisi lain, masyarakat sekarang telah memasuki jaman teknologi informasi dan komunikasi (information technology and communication atau lebih dikenal dengan nama ITC) yang begitu canggih. Memasuki era globalisasi, ITC telah menjadi kebutuhan penting dalam mencapai visi, misi dan tujuan suatu organisasi. Sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam keberhasilan membangun infrastruktur ITC dan knowledge yang tangguh serta selaras dengan proses bisnis organisasi. Hal ini menuntut kesiapan sumber daya manusia dibidang ITC yang sangat mampu menguasai dan beradaptasi degan perkembangan ITC yang sangat cepat. STIKOM Yos Sudarso dilahirkan untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan handal dibidang ITC untuk menjawab tantangan tersebut diatas. STIKOM Yos Sudarso berdiri pada tanggal 19 Juli 2005 berdasarkan Surat Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor: 100/D/O/2005.

21/11/2015

Info LOWONGAN KERJA: Dibutuhkan tenaga Akunting lulusan D3 untuk bekerja di kantor Yayasan pendidikan dan Laboran lulusan D3 untuk bekerja di Laboratorium SMP. Silahkan kontak Sr Rosi OP di nomer 0281 637535.

31/10/2015

Kami segenap keluarga besar Stikom Yos Sudarso mengucapkan Selamat dan Sukses kepada wisudawan wisudawati ke 5 thn 2015

Selamat pagi sobat stikomyos, selamat beraktivitas ya dan semangat juga ya buat yg UTS hari ini
30/10/2015

Selamat pagi sobat stikomyos, selamat beraktivitas ya dan semangat juga ya buat yg UTS hari ini

Gandeng 3 Operator, Google Sebarkan Internet di Indonesia Via Project Loon Kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika ...
29/10/2015

Gandeng 3 Operator, Google Sebarkan Internet di Indonesia Via Project Loon

Kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara beserta sejumlah petinggi perusahaan swasta Indonesia ke Lembah Silikon, Amerika Serikat, kemarin, Rabu, 28 Oktober, berbuah manis. Salah satunya berupa komitmen Google untuk membantu penyebaran internet di daerah terpencil melalui Project Loon.

Bekerjasama dengan tiga operator Indonesia, --Telkomsel, XL Axiata dan Indosat-- balon raksasa Google akan menyebarkan koneksi internet setara LTE ke daerah yang belum terjangkau layanan internet kabel.

"Indonesia sangat cocok untuk Project Loon," kata Mike Cassidy, Pemimpin Project Loon, ketika bertemu dengan Menkominfo Rudiantara beserta rombongan, termasuk Presiden Direktur Telkomsel Ririek Adriansyah, CEO XL Dian Siswarini dan CEO Indosat Alexander Rusli.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Google Sergey Brin mengatakan, "Kadang-kadang keluar dari jangkauan komunikasi bagus untuk kita semua, tetapi jika ia merupakan bagian dari kehidupan Anda sehari-hari dan Anda tak punya akses terhadap informasi dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang yang penting untuk Anda, itu merupakan kerugian."

Sebagai gambaran, berdasarkan data eMarketer, hanya 29 persen orang Indonesia yang memiliki akses terhadap internet dan kecepatannya tergolong lambat. Kendala utama Indonesia adalah faktor geografi dan biaya membangun kabel laut untuk menghubungkan antar pulau terlalu besar.

Sampai saat ini, andalan utama sebagian besar masyarakat untuk mengakses internet adalah koneksi melalui satelit, yang tarifnya relatif mahal. Nah, di sinilah Project Loon bisa berperan vital.

Untuk menikmati internet berkecepatan 10Mbps dari balon Google, orang hanya perlu perangkat mobile yang memenuhi syarat. Ini juga bukan perkara gampang karena menurut Nielsen, hanya 23 persen dari seluruh pengguna ponsel di Indonesia yang menggunakan ponsel pintar.

Menurut The Guardian, Google akan membutuhkan waktu setahun untuk menguji teknologi ini dengan Telkomsel, XL dan Indosat sebelum meluncurkan produk komersial. Mereka belum menentukan tarifnya. Yang jelas, sistem tarif akan diatur ketiga operator tersebut, sedangkan Google fokus menyediakan 20 ribu balon penyebar internet.

Apa itu Project Loon?

Project Loon pertama kali diinkubasi oleh divisi Google X di tahun 2011. Proyek ini secara resmi diumumkan di tahun 2013. Tujuannya, membantu memberikan akses internet kepada dua per tiga populasi dunia yang belum dapat menikmati internet. Proyek ini diawali dengan pelepasan 30 balon di Selandia Baru. Sejak saat itu, Google telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan di Australia, Brasil dan Sri Lanka, dan sekarang Indonesia untuk memberikan akses internet menggunakan balon-balon ini.

Presiden Joko Widodo, seharusnya menghadiri acara peresmian kerja sama dengan Google ini, tetapi dia lalu membatalkan kedatangannya. Jokowi mempercepat kepulangannya ke Indonesia dari Amerika Serikat karena krisis kabut asap.

Balon yang digunakan dalam Project Loon memiliki ketinggian 12 meter dan berisi helium. Ia akan diterbangkan di ketinggian sekitar 18 dan 25 kilometer - dua kali lipat lebih tinggi dari ketinggian pesawat. Satu balon dapat memberikan akses internet ke sebuah kawasan berdiameter 40 km menggunakan teknologi LTE nirkabel.

Masyarakat akan dapat menghubungkan perangkat mereka ke jaringan nirkabel tersebut. Balon-balon yang ada lalu akan menghubungkan perangkat-perangkat yang terhubung dengan satu sama lain. Balon-balon itu lalu terhubung ke internet global.

Diperlukan ratusan balon untuk memastikan agar semua daerah terjangkau internet. Ratusan balon tersebut harus dikordinasi dan dipantau melalui mission control untuk memastikan balon itu berada di posisi yang sesuai sehingga semua daerah mendapatkan akses internet. Balon-balon ini dapat dikendalikan dengan cara menaikkan atau menurunkan ketinggiannya. Pada ketinggian yang berbeda, angin stratosfer juga bergerak ke arah yang berbeda.

"Untuk memberikan layanan internet yang tidak pernah putus, ribuan balon harus diatur sedemikian rupa melalui pemrograman sehingga mereka akan bergerak secara otomatis," kata Cassidy.

Dia menjelaskan, saat ada satu balon yang berpindah tempat, akan ada balon lain yang akan menggantikan balon yang pindah.

Tetapi, tak semua orang senang dengan kedatangan Project Loon di Indonesia. Telkom sebelumnya diberitakan menolak Project Loon karena dianggap merugikan mereka.

Saat di kantor Google, CEO Telkomsel Ririek Adriansyah menjelaskan, Loon tak akan menjadi hambatan bagi mereka.

"Loon fokus pada daerah-daerah yang sulit untuk dijangkau, bukan daerah yang dapat kita capai dengan metode biasa. Tanpa adanya Loon, kemungkinan besar, daerah-daerah tersebut tidak akan pernah mendapatkan akses internet karena daerah tersebut terlalu sulit untuk dijangkau atau membutuhkan dana yang terlalu besar," kata Ririek.

Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang berusaha untuk memberikan akses internet ke daerah-daerah terpencil menggunakan teknologi eksperimen. Facebook juga memiliki rencana untuk menerbangkan drone bertenaga surya yang dapat terbang selama 3 bulan tanpa mendarat untuk memberikan akses internet ke daerah yang sulit dijangkau. Meskipun begitu, saat ini, Facebook baru menunjukkan satu drone.

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Ayo terus menjadi generasi muda yang tercerahkan, berprestasi, berwawasan luas, dan siap mem...
28/10/2015

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Ayo terus menjadi generasi muda yang tercerahkan, berprestasi, berwawasan luas, dan siap membangun Indonesia. 👍

27/10/2015

UTS hari ke 2, semoga makin sukses & lancar. Jaga kondisi & siapkan diri lebih baik lagi.

Buat netizen selain menjaga perkataan, hati-hati juga dalam menulis. Termasuk dalam memberi komentar. Hati-hati melangga...
19/10/2015

Buat netizen selain menjaga perkataan, hati-hati juga dalam menulis. Termasuk dalam memberi komentar. Hati-hati melanggar hukum...

Android 6.0 Resmi Diberi Nama "Marshmallow"Nama Android 6.0 ini terungkap saat Vice President of Engineering Android, Da...
16/10/2015

Android 6.0 Resmi Diberi Nama "Marshmallow"

Nama Android 6.0 ini terungkap saat Vice President of Engineering Android, Dave Burke mengunggah sebuah foto patung robot hijau. Seperti biasanya, patung tersebut memang dibuat khas sesuai dengan tema yang sedang diusung, dan kali ini robot tersebut terlihat sedang menggenggam marshmallow.

Android Marshmallow dibekali banyak fitur seperti kemampuan untuk menghemat daya baterai, yang disebut fitur Doze yang dimana jika pengguna tidak memakai sesuatu aplikasi jangka panjang Doze akan mematikan aplikasi itu untuk menghemat daya baterai.

Android 6.0 juga membawa fitur keamanan verifikasi aplikasi sehingga pengguna bisa memilih untuk menolak atau menerima permintaan akses keamanan dari aplikasi yang dipasang ke perangkatnya.

Marshmallow juga didukung penindai sidik jari, usb tipe c dan juga fitur Chrome dengan fitur bernama Custom Tabs. Fitur ini berguna agar pengembang aplikasi bisa menyematkan halaman web dalam aplikasi mereka.

Android Marshmallow versi Developer Preview sudah tersedia bagi pengguna perangkat Nexus, Nexus 5, 6, 8, dan Nexus Player. Kabarnya Android Marshmallow ini akan datang bulan Oktober

02/10/2015

Selamat dan Sukses Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Sudarso

No.SK BAN PT : 984/SK/BAN-PT/Akred/PT/IX/2015
terhitung mulai tanggal 03-09-2015 dinyatakan TERAKREDITASI berlaku sampai dengan 03-09-2020

Terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan dan kerjasamanya

01/10/2015

Selamat Hari Batik Nasional 2015. Mari lestarikan budaya kita! :)

Hackathon Banyumas Raya merupakan inisiatif para pegiat IT di kawasan Banyumas dan sekitarnya yang tertarik untuk berpar...
29/09/2015

Hackathon Banyumas Raya merupakan inisiatif para pegiat IT di kawasan Banyumas dan sekitarnya yang tertarik untuk berpartisipasi dalam melaksanakan hackathon merdeka! 2.0 serentak di beberapa kota di Indonesia. Hingga saat ini, kota-kota yang sudah siap melaksanakan antara lain : Bandung, Banyumas, Bogor, Jogja, Surabaya, Denpasar, Malang, Tangerang, Semarang, Makassar, Medan, Belitung, Wonosobo, Palembang, Maluku dan lainnya.

Para pegiat IT yang tergabung menjadi relawan Hackathon Banyumas Raya, saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan acara, koordinasi dengan hackathon merdeka! (code4nation) serta kerjasama lintas sektor dengan unsur-unsur di daerah.

Hackathon Banyumas Raya mencakup wilayah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan sekitarnya.

http://hackathonbanyumas.id/tentang/

27/09/2015

Kami segenap keluarga besar Stikom Yos Sudarso turut berduka cita atas tragedi yang menimpa Jamaah di Mina. Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.

Address

Jalan SMP V Karang Klesem Purwokerto
Purwokerto
53144

Telephone

0281 - 684 5088

Website

https://twitter.com/STIKOMYOS_PWT

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when STIKOM Yos Sudarso Purwokerto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to STIKOM Yos Sudarso Purwokerto:

Share