Yayasan Pendidikan Islam Al Barkah

Yayasan Pendidikan Islam Al Barkah -T.K.I.T
-S.D.I.T
-K.B.I.H (HAJI dan UMROH)
-SANTUNAN YATIM&DLUAFA
-Majelis taklim REMAJA,KAUM IBU&K

Assalamu Alaikum Wr. Wb*Mohon DO'A dari semua Keluarga, Kerabat dan Sahabat untuk kelancaran UNBK/ Ujian Nasional Berbas...
28/03/2019

Assalamu Alaikum Wr. Wb

*Mohon DO'A dari semua Keluarga, Kerabat dan Sahabat untuk kelancaran UNBK/ Ujian Nasional Berbasis Komputer para Siswa SMP dan SMA AL BARKAH yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Al Barkah Cikalong Kulon, Cianjur*

*Semoga semua Siswa SMP dan SMA AL BARKAH di beri kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan UNBK tersebut*

*Terima kasih yang mendalam di haturkan kepada PLN Cikalong Kulon yang menyediakan GENSET, dan kepada Kepolisian Polsek Cikalong Kulon dan TNI Koramil Cikalong Kulon yang mengamankan pelaksaan UNBK tersebut*

Wassalamu Alaikum Wr. Wb

YPI AL BARKAH

Kota Bekasi, Maret 2019Kepada Yth Para Habaib, Kiyai, Asatidz dan Kaum MusliminDi tempat*Perihal : Peringatan Isra Mi'ra...
27/03/2019

Kota Bekasi, Maret 2019

Kepada Yth Para Habaib, Kiyai, Asatidz dan Kaum Muslimin
Di tempat

*Perihal : Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W 1440 H/ 2019 M*

Assalamualaikum Warohmatullohi Wa Barokatuh

Dengan hormat.
Dalam rangka Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W 1440 H/ 2019 M, dengan ini kami mengundang Bapak/ Ibu/ Saudara/ i harap hadir yang Insya Allah di laksanakan pada :

*Hari/ Tanggal : RABU, 03 APRIL 2019 H/ 27 RAJAB 1440 M*

*Waktu : 06.00 WIB s/d selesai*

*Tempat : Masjid Agung At Tin ( TMII-Jakarta Timur )*

Penceramah:
*K. H SYARIF RAHMAT*
*K. H SYARIF MATNADJIH*

Do'a :
*Habib AHYAD bin ABDULLOH BANAHSAN*

Demikianlah Undangan ini di sampaikan mohon dapat menghadirinya. Terima kasih.

Wassalamulaikum Warohmatullohi Wa Barokatuh

Hormat Kami
YPI AL BARKAH

Hj Siti Barkah Inayatullah

*NU DI BETAWI*http://m.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/15/08/07/nspfog12-nu-di-betawihttp://www.muslimedianews...
11/12/2018

*NU DI BETAWI*

http://m.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/15/08/07/nspfog12-nu-di-betawi

http://www.muslimedianews.com/2016/10/guru-marzuki-ulama-betawi-yang-produktif.html?m=1

Berdirinya organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) di tanah Betawi memang unik. Kisah yang saya dengar dari KH Saifuddin Amsir bahwa Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara yang diminta untuk mendirikan NU di Jakarta di tanah Betawi tidak serta-merta menerima permintaan tersebut.

Ia memberikan syarat, jika para perempuan dan santri perempuan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, yang dipimpin Hadhratussyaikh KH Hasyim Asy`ari tidak menutup auratnya secara benar, sesuai syariat, ia menolak pendirian dan kehadiran NU di tanah Betawi.

Ia kemudian mengutus orang kepercayaannya ke Tebu Ireng untuk melihatnya secara langsung. Dari hasil pengamatan orang kepercayaannya ini ia mendapatkan informasi bahwa para perempuan dan santri perempuan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, menutup auratnya dengan benar, sesuai syariat.

Atas informasi ini, Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara menerima pendirian NU di tanah Betawi dan ia menjadi pendiri dari NU Jakarta.

Permintaan pendirian NU kepada Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara di tanah Betawi langsung dari Hadhratussyaikh KH Hasyim Asy`ari.

Permintaan kepadanya tentu tidak sembarangan, mempertimbangkan juga pengaruh dan ketokohannya sebagai salah seorang ulama terkemuka di Betawi pada masa itu.

Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara yang merupakan alumnus Makkah dijuluki sebagai "Gurunya Ulama Betawi."

Ia memiliki pondok pesantren yang terkenal di tanah Betawi pada masa itu. Pendidikan yang berkualitas menjadikan para orang tua di Betawi menjadikan pondok pesantrennya sebagai pilihan utama agar anak-anaknya kelak dapat menjadi ulama terkemuka.

Terbukti, murid-murid yang didiknya kemudian banyak yang menjadi ulama Betawi terkemuka. Dalam satu keterangan ada sekitar 41 ulama Betawi terkemuka bahkan lebih.

Di antaranya adalah :
Mu`allim Thabrani Paseban (kakek dari KH Maulana Kamal Yusuf)
KH Abdullah Syafi`i (pendiri perguruan Asy-Syafi’iyyah)
KH Thohir Rohili (pendiri perguruan Ath-Thahiriyyah)
KH Noer Alie (pahlawan nasional, pendiri perguruan At-Taqwa, Bekasi)
KH Achmad Mursyidi (pendiri perguruan Al-Falah)
KH Hasbiyallah (pendiri perguruan Al-Wathoniyah)
KH Ahmad Zayadi Muhajir (pendiri perguruan Az-Ziyadah)
Guru Asmat (Cakung)
KH Mahmud (pendiri Yayasan Perguruan Islam Almamur/Yapima, Bekasi)
KH Muchtar Thabrani (pendiri YPI Annuur, Bekasi)
KH Chalid Damat (pendiri perguruan Al-Khalidiyah), dan KH Ali Syibromalisi (pendiri perguruan Darussa’adah dan mantan ketua Yayasan Baitul Mughni, Kuningan, Jakarta).

Dalam buku yang berjudul Catatan Kenangan Ber-NU di Kampung Sendiri: Tinjauan Kritis Terhadap Keberadaan Nahdlatul Ulama DKI Jakarta yang ditulis oleh Amarullah Asbah (Bang Uwo) dijelaskan bahwa selain Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara, ulama Betawi lainnya yang memiliki kontribusi terhadap NU di tanah Betawi pada masa-masal awal di antaranya adalah Guru Manshur Jembatan Lima, Guru Mughni Kuningan, Guru Madjid Pekojan, dan Guru Amin.

Kontribusi dan posisi guru-guru Betawi tersebut bukan hanya penting pada pendirian dan perjalanan awal NU di tanah Betawi, melainkan juga memiliki fungsi tersendiri bagi sang pendiri NU, Hadhratussyaikh KH Hasyim Asy`ari, yaitu sebagai tempat berkonsultasi.

Dikisahkan, pada suatu kesempatan, Hadhratussyaikh KH Hasyim Asy`ari berkunjung ke kediaman Guru Manshur Jembatan Lima di Sawah Lio, Jakarta Barat.

Pada kunjungan tersebut, Hadhratussyaikh menyampaikan keinginannya kepada Guru Manshur Jembatan Lima untuk mundur dari NU.

Namun, Guru Manshur Jembatan Lima menyarankan agar Hadhratussyaikh tidak mundur dari NU, apa pun keadaan dan kondisi NU yang dianggap tidak sedang sejalan dengan yang diharapkannya.

Hadhratussyaikh menerima saran tersebut dan tetap berada di NU sampai akhir hayatnya.

Kisah ini saya dapatkan dari KH Saifuddin Amsir yang mendapatkan kisah ini langsung dari KH Abdul Rasyid Ramli (Muallim Rasyid Kampung Mangga) yang ketika itu menjadi saksi dari pertemuan Hadhratussyaikh KH Hasyim Asy`ari dengan Guru Manshur Jembatan Lima, di saat usianya masih remaja dan sedang berguru kepada Guru Manshur Jembatan Lima.

Bukan hanya golongan ulama yang memiliki kontribusi terhadap NU di tanah Betawi, para cendekiawan, tokoh pergerakan, dan pengusaha Betawi pun turut andil. Seperti KH Abdul Manaf, kakek dari mantan gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, turut membantu keberadaan PB NU di Jakarta.

Menurut Bang Uwo, isu kebetawian selalu melekat dalam perjalanan NU di Jakarta.

Selalu saja muncul pada setiap terjadinya gejolak internal ataupun dalam konferensi wilayah.

"Yang harus jadi imam, yang pimpin NU DKI Jakarta harus orang Betawi d**g." Kalimat-kalimat seperti itu sering terdengar.

Bang Uwo berpendapat bahwa hal itu merupakan pembenaran yang rasional, bukankah kepemimpinan NU tingkat wilayah (DKI Jakarta) umumnya dijabat oleh putra daerah, apa salahnya dengan kalimat yang terlontar itu? Justru hal itu juga merupakan pembenaran terhadap Bhineka Tunggal Ika. Ia berpendapat kalimat-kalimat ini merupakan stigma positif bagi kaum Betawi. Disebabkan, partisipasi kaum Betawi terhadap perkembangan NU di Jakarta, di tanah Betawi, sejak awal berdiri sampai sekarang dan sampai kapan pun tidaklah dapat dikesampingkan begitu saja.

https://www.arrahmah.co.id/2016/04/subhanallah-ini-ulama-betawi-yang-mahsur-mengajar-dan-menjadi-imam-di-masjidil-haram.html?m=1

http://www.nu.or.id/post/read/41210/kiai-syaifudin-amsir-bercerita-kiai-dan-santri-betawi

*"INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUN"*Hari ini :SABTU Jam 09.45Tanggal :01-12-2018Di RS MITRA KELUARGA Kota BekasiTelah...
01/12/2018

*"INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUN"*

Hari ini :
SABTU Jam 09.45
Tanggal :
01-12-2018
Di RS MITRA KELUARGA Kota Bekasi

Telah kembali ke Rahmatullah :
*K. H ABDURAHMAN MADINAH Bin K. H MADINAH*

Sholat Jenazah :
*Ba'da ASHAR*

*Masjid BAITUL MAKMUR*

*Ponpes AL HIDAYAH*

Jl. Raya Kincan, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلابَْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذّابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَ مَيِّتنا َوَشَاهِدِنَا و َغَائِبِنَا وَ صَغِيْرِنَاوَ كَبيْرِنا و َذَكَرِنَا و َاُنْثاَنَا.اَللَّهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلِاسْلام وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلايْمَانِ. اَللَّهُمَّ لا تََحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلا تَُضِلَّنَابَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا ارْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

17/10/2018

*INTROSPEKSI DIRI TERHADAP BENCANA*

Postingan saya kali ini sepertinya tidak akan disukai banyak orang. Lewati saja bila anda tidak sependapat dan tidak menyukainya. Saya sedang tidak ingin berdebat.

Hari itu saya mendatangi salah satu guru saya. Bagi saya belajar agama memang harus dengan banyak guru.

Saya bertanya pada beliau tentang bencana yang akhir-akhir ini terjadi beruntun di negeri ini. Karena usia beliau sudah sepuh, maka saya memanggilnya "Kiyai"

"Kiyai, bagaimana dalam pandangan Islam tentang bencana alam yang akhir-akhir ini sering terjadi di negeri ini. Banyak yang mengatakan semua ini azab dan mengaitkannya dengan pelaku musyrik, perzinahan dan penyimpangan seksual. Bagaimana menurut Kiyai ?"

Pak Kiyai menghela nafas sebentar sebelum akhirnya berbicara dengan kepala tertunduk. Raut wajah sedih tak dapat beliau sembunyikan.

"Apakah kalian siap mendengar apa yang akan saya katakan ini ?"

Kami yang duduk disitu saling berpandangan. Dengan lirih dan tidak kompak, kami menjawab hampir bersamaan.

"Insya Allah siap kiyai."

Kembali pak Kiyai menghela nafas.

"Bila bencana dikaitkan dengan azab, apa yang kalian sebutkan itu benar turut mengundang kemarahan Allah sehingga Allah datangkan azab. Tapi jangan berhenti sampai disitu. Bila memang dikatakan azab maka terdakwanya bukan hanya mereka pelaku musyrik, pelaku penyimpangan sexual dan pelaku zina. Bisa jadi kita adalah terdakwa juga yang turut berkontribusi memancing kemarahan Allah."

Pak kiyai berhenti sebentar menatap kami satu persatu. Wajah kami masih tanda tanya menunggu kelanjutan kata-katanya.

Mari sejenak kita tengok sejarah. Azab, mushibah, dan bala dalam Alquran memang ada.

1) Umat Nabi Nuh yang keras kepala karena menyembah selain Allah (QS al-Najm/53:52) (QS Hud/11: 25-26), dihancurkan dengan banjir besar dan mungkin gelombang tsunami pertama dalam sejarah umat manusia (QS Hud/11:40);

2) Umat Nabi Syu’aib yang penuh dengan korupsi dan kecurangan (QS al-A’raf/7:85; QS Hud/11:84-85) dihancurkan dengan gempa yang menggelegar dan mematikan (QS Hud/11/94);

3) Umat Nabi Shaleh yang kufur dan dilanda hedonisme dan cinta dunia yang berlebihan (QS Al-Syu’ara’/26:146-149) dimusnahkan dengan keganasan virus yang mewabah dan gempa (QS Hud/11:67-68).

4) Umat Nabi Luth yang dilanda kemaksiatan dan penyimpangan seksual (QS.Hud/11:78-79) dihancurkan dengan gempa bumi dahsyat (QS Hud/11:82);

5) Penguasa Yaman, Raja Abraha, yang berusaha mengambil alih Ka’bah sebagai bagian dari ambisinya untuk memonopoli segala sumber ekonomi, juga dihancurkan dengan cara mengenaskan sebagaimana dilukiskan dalam surah Al-Fil (QS al-Fil/105:1-5).

Kita hanya mengaitkan bencana yang terjadi pada peristiwa Nabi Nuh dan Nabi Luth. Kita lupa bahwa azab juga Allah berikan pada zaman nabi Syu'aib, nabi Shaleh dan penguasa Yaman.

- Pada jaman Nabi Nuh prosentase dosa terbesar adalah pelaku kemusyrikan.

- Pada jaman nabi Luth prosentase dosa terbesar adalah pelaku penyimpangan seksual dan perzinahan.

- Pada zaman Nabi Syu'aib, Nabi Shaleh dan Penguasa Yaman prosentase dosa terbesar adalah kaum hedonisme pecinta harta dunia.

Sekarang jujurlah, mari kita buat prosentase di jaman sekarang ini. Mari kita kelompokkan beberapa dosa berikut :

1. Pelaku musyrik
2. Pelaku penyimpangan seksual
3. Pelaku zina : pelacuran dan perselingkuhan
4. Pelaku RIBA

Mari mulai lihat sekeliling kita masing-masing. Ada berapa KK di komplek kalian masing-masing ?
(Saya mulai membayangkan di komplek perumahan saya ada sekitar 1000 KK)

Dari sekian KK (1000 KK di komplek saya), ada berapa persen pelaku musyrik..?
(Dalam hati saya menjawab, tidak ada, entah kalo yang tidak saya tahu)

Dari sekian KK (1000 KK dikomplek saya), ada berapa persen pelaku penyimpangan seksual..?
(Dalam hati saya menjawab, belum pernah tahu)

Dari sekian KK (1000 KK kalo dikomplek saya), ada berapa persen pelaku zina...?
(Dalam hati saya menjawab, lokalisasi pelacuran tidak ada, tidak ada diskotik, tidak ada PUB, perselingkuhanpun saya rasa tidak lebih dari 10%)

Dari sekian KK (1000 KK kalo dikomplek saya), ada berapa persen pelaku RIBA ? Untuk pertanyaan yang satu ini gantian saya yang menunduk. Tidak berani menjawab walau hanya dalam hati.

Berarti dosa mana yang berkontribusi paling besar mengundang bencana ? Bila bencana itu dikaitkan dengan azab ?

Pak kiyai kembali melanjutkan.

"Manusia itu curang pada Allah ! Berani menggali lubang riba begitu banyak, namun hanya menutupnya dengan secuil sedekah. Melalui bencana ini Allah ingin bicara :

Lihatlah ! Rumah yang kalian cicil bertahun-tahun dengan cara RIBA, mampu AKU luluh lantakkan dalam sekejab !

Lihatlah ! Mobil mewah yang kalian pikir mampu menaikkan gengsi kalian dimata manusia, KU buat tidak berkutik saat KU perintah laut untuk menggulung bumi KU ! (Karena memang saat tsunami kita harus keluar dari dalam mobil).

Harta yang selama ini kalian kumpulkan, dunia yang selama ini kalian kejar tidak mampu kalian gunakan untuk berlindung.

Janganlah dulu menuding kearah sana !
Janganlah dulu menuding kearah mereka !
Jangan-jangan kitalah terdakwa yang sesungguhnya.

Susah payah kutahan emosiku, tangisku, mataku berkaca-kaca. Lirih kukatakan :
"Kiyai sungguh mengerikan yang antum katakan."

"Itulah sebabnya dari mula kutanyakan, apakah kalian siap mendengar jawabanku ?"

*Bupati Bekasi Tersangka Suap Meikarta Ternyata Juga Tim Kampanye Jokowi*https://www.lndonesia.org/2018/10/bupati-bekasi...
17/10/2018

*Bupati Bekasi Tersangka Suap Meikarta Ternyata Juga Tim Kampanye Jokowi*

https://www.lndonesia.org/2018/10/bupati-bekasi-tersangka-suap-meikarta.html?m=1

KPK menangkap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin soal suap Meikarta. Neneng dibawa ke gedung KPK menjelang tengah malam.

Penetapan tersangka ini terkait dugaan tindak pidana korupsi pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com, Nama Neneng tercantum dalam tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf wilayah Jawa Barat yang diketuai mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Berdasarkan Surat Keputusan nomor 015/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018 yang diterbitkan Tim Kampanye Nasional, Neneng tercatat sebagai pengarah teritorial bersama Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Posisi pengarah teritorial sendiri memang disiapkan bagi kader partai politik pendukung yang memimpin suatu daerah. Selain Neneng dan Eka, tercatat juga nama Walikota Bekasi Rahmat Effendy, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, Bupat Bogor Nurhayanti hingga Bupati Bandung Dadang Naser.

Neneng diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut Syarif, baru terjadi penyerahan Rp 7 miliar melalui sejumlah pejabat di Pemkab Bekasi.

Neneng disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

https://www.faktakini.com/2018/10/suap-meikarta-boss-lippo-dan-neneng.html

14/10/2018

*Silaturahmi akbar Habaib Se-Jabodetabek bersama Habib Umar bin Hafidz*

https://youtu.be/Fe1e5qXX8Hw

*Pembacaan Surat Yasin oleh Habib Ahyad bin Abdulloh bin Umar Banahsan*

*Catatan Mutiara Hikmah Majlis Ta'lim Al-Habib Ali Al-Habsyi Kwitang*Oleh : Habib Umar Al-hafidzDiterjemahkan oleh : Hab...
14/10/2018

*Catatan Mutiara Hikmah Majlis Ta'lim Al-Habib Ali Al-Habsyi Kwitang*

Oleh : Habib Umar Al-hafidz
Diterjemahkan oleh : Habib Jindan Bin Novel

- Bersungguh" lah kalian dalam taubat, ditempat yang mulia (majlis), sesungguhnya ditempat ini terpandang rahmad Allah, sebab kalian didepan Allah yang Maha Tinggi, Luas, Pengasih dan Penyayang.

- Wahai Hamba Ku, kalian tak bisa membahagiakan dan memberikan keuntungan bagi Ku. Ini lah amal kalian, yang Aku datang Aku catat, dan akan Aku beri balas.

- Apabila amalmu tak bagus, jangan menyalahkan siapa-siapa selain dirimu sendiri.

- Bersungguh-sungguhlah bersikap kepada Allah, Allah menatap hal" yang batil dalam dirimu. Allah tahu semua rahasia-rahasiamu.

- Apabila hati telah hidup, maka akan mengerti maksud firman Allah.

- Bangun dan sadarlah dari tidur mu, bangun dan sadarlah dari mimpimu. Kemudian temukanlah hakikat dalam sujudmu.

- Wahai Allah yang Membolak-balikkan hati manusia, dekatkanlah hati ini dengan agama Mu, kami berlindung dari anugrah dan kekuatan Mu. Jangan sampai hati ini melenceng menjelang kematian, dekatkanlah hati ini dalam hidayah.

- Tidak akan mendapatkan rahmad kalian yang datang ditempat ini, jika dalam hati kalian masih terdapat kebencian dari makhluk. Sterilkan hati mu dari kebencian itu.

- Bersungguh-sungguhlah anda bermunajat kepada Allah, demi kebersihan hatimu. Maka setelah itu engkau akan sangat berterimakasih kepada-Nya.

- Wirid seorang sahabat 100 ribu kalimat tauhid, berapa yang kamu baca dalam kalimat ini sehari..? Bukanlah Allah mengingkinkan meninggal bersama kalimat ini (?). Carilah hakikat yang terkandung didalamnya. Perbanyaklah membaca kalimat ini.10x sebelum magrib dan 10x sebelum subuh, dan yang baik bacalah 10x setelah sholat sebelum berjenjak dari tempat dudukmu. Bacalah lebih baik sehari 100x.

InsyaAllah akan mendapatkan hakikat dan membawa kalimat ini sebelum maut.

- Berikanlah keberuntungan untuk kami Ya Ghoffar, dan berikanlah kami kebaikan dunia dan akhirat.

Jakarta, 14 Oktober 2018

*BELAJAR DARI SUMUR*Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering, selal...
09/10/2018

*BELAJAR DARI SUMUR*

Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering, selalu ada air di dalamnya

Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula.

Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun, tak layak diminum. Inilah hukum alam.

Di mana di dalam alam terdapat misteri yang bertujuan untuk selalu memberi dan keseimbangan..

Sesungguhnya kehidupan kita juga sama dan serupa dengan sumur ini.

Pada umumnya orang berpikir bahwa jika kita memberi apa yang kita miliki pasti akan berkurang dari apa yang di miliki semula.

Tapi kalau kita mau belajar dari sumur ini, semakin banyak dan sering kita memberi akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya.

Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk uang atau materi. Kita bisa saja memberi dalam bentuk apa saja yang kita miliki.

Saat kita mengajarkan dan memberi ilmu, maka dengan sendirinya kemampuan kita akan semakin meningkat.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan memberi karena terpaksa, jangan memberi karena ingin dipuji, jangan memberi untuk menunjukkan bahwa kita kaya dan jangan memberi karena kebiasaan.

Sebaiknya kita memberi karena menginginkan orang lain agar bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak.

Dengan mengembangkan sikap mental memberi yang murni, kita yakin setiap orang bisa melakukannya.

Pilihan terserah pada diri kita. Sedangkan manfaat langsung yang bisa kita rasakan saat memberi adalah perasaan kepuasan batin. Dan inilah sebenarnya kebahagiaan sejati.

*THE MORE YOU GIVE*
*THE MORE YOU RECEIVE*

☆☆☆☆☆

*PONPES AL BAROKAH SALURKAN BANTUAN UNTUK PALU MELALUI FPI KOTA BEKASI*

https://www.faktakini.com/2018/10/ponpes-al-barokah-salurkan-bantuan.html

Alhamdulillah, sebagai Ormas yang selalu turun membantu di garis terdepan di berbagai lokasi bencana, harapan dan kepercayaan masyarakat semakin tinggi kepada Front Pembela Islam (FPI).

Termasuk pada hari ini, Selasa 19 Oktober 2018, Ponpes Al Barokah yang terletak di Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi Jawa Barat menyerahkan bantuan untuk korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala kepada DPW FPI Kota Bekasi.

Bantuan tersebut langsung di serahkan oleh Ustadz Khoirullah Pengasuh Ponpes Al Barokah kepada Ustadz H. M Barkatullah Sekretaris DPW FPI Kota Bekasi sebesar Rp 11.250.000,- disaksikan oleh Ustadz Nahrowi Ketua DPC FPI Pondok Gede.

Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban saudara-saudars kita yang terkena musibah di Poso dan Donggala.

FPI Pondok Gede Galang Dana Rp 10,9 Juta Untuk Korban Gempa Dan Tsunami Palu

https://www.faktakini.com/2018/10/fpi-bekasi-galang-dana-rp-109-juta.html

*"SYUKUR ATAS SEGALA NIKMAT BAIK SEDIKIT MAUPUN BANYAK"*https://www.faktakini.com/2018/10/habib-umar-bin-hafidz-syukur-a...
06/10/2018

*"SYUKUR ATAS SEGALA NIKMAT BAIK SEDIKIT MAUPUN BANYAK"*

https://www.faktakini.com/2018/10/habib-umar-bin-hafidz-syukur-atas.html

Dikisahkan ada seorang wanita ingin memberikan hadiah sedikit makanan kepada Syaikh Abu Bakar bin Salim. Di depan rumah beliau wanita itu bertemu dengan pembantu Syaikh Abu Bakar bin Salim.

Lalu oleh pembantu tersebut wanita itu tidak diperbolehkan memberikan hadiah lantaran Syaikh sedang beristirahat dan tidak berani membangunkannya sambil berkata, "Engkau ingin memberikan sedikit makanan itu kepada Syaikh? Lihatlah ke belakang, beliau itu punya banyak makanan bahkan setiap hari beliau membagikan 500 makanan kepada orang-orang".

Lalu sang wanita itu tertunduk lesu kecewa karena tidak bisa memberikan hadiah yang sudah ia persiapkan.

Dalam perjalanan p**ang, di tengah gurun ia bertemu dengan Syaikh Abu Bakar bin Salim. Beliau sudah mengetahui akan niat baik wanita itu bahwa ia ingin memberikan hadiah karena Allah, lalu Beliau mengatakan tidak perlu kecewa sesungguhnya hadiah yang sedikit menurut orang itu justru bernilai besar di hadapan Allah.

Karena Allah sendiri telah berfirman "Barangsiapa melakukan kebaikan walaupun sebesar biji 'Dzarrah' sekalipun maka akan dibalas kebaikan p**a oleh Allah".

Kemudian Syaikh Abu Bakar bin Salim menemui pembantunya dan berkata bahwa engkau telah menyakiti hati seorang hamba Allah, meskipun ia memberi hadiah yang sedikit tetapi ia ingin memberi karena Allah, sungguh bahwa barangsiapa tidak mensyukuri sedikit nikmat yang ia terima, maka ketika mendapat nikmat banyak pun ia tidak bisa mensyukurinya.

*Petikan Tausiyah Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz, diterjemahkan oleh Al Habib Thohir bin Abdullah Al Kaff, Gedung Smesco, Jakarta Selatan, 6 Oktober 2018*

✩✩✩✩✩

✔ Video-video lengkap aksi Relawan HILMI - FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah seperti menyalurkan bantuan, mengevakuasi jenazah para korban, melakukan penggalangan dana di berbagai daerah dll, ada di channel youtube *Suara Kebenaran*, KLIK 👇🏼:

https://www.youtube.com/channel/UCjOofSNRY5cIsZSC22SW08w

✔ Juga ada di channel telegram ini:

Mau lihat berita, foto dan video Relawan HILMI - FPI mengevakuasi jenazah-jenazah korban gempa di Palu dan lain-lain? Ayo mari bergabung di Channel Telegram *Bakti Sosial FPI* KLIK 👇🏼

https://t.me/BaktiSosialFPI

✔ Serta Website www.faktakini.com (Label berita: Aksi Sosial Kemanusiaan)

04/10/2018

*KAPAN KITA BICARA DAN KAPAN KITA DIAM*

*Alangkah indahnya DIAM, bila BICARA dapat menyakiti orang lain*

*Alangkah terhormatnya DIAM, bila BICARA hanya untuk merendahkan orang lain*

*Alangkah bagusnya DIAM, bila BICARA bisa mengakibatkan terhinanya orang lain*

*Alangkah cerdiknya DIAM, bila BICARA dapat menjerumuskan orang lain*

*Alangkah bijaknya DIAM, bila BICARA hanya untuk merugikan orang lain*

*DIAM sampai diminta untuk BICARA, lebih baik dari pada terus BICARA sampai diminta untuk DIAM*

*Diam itu EMAS, namun BICARA di waktu yang tepat adalah BERLIAN*

*"Kezhaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang JAHAT tetapi karena DIAMnya orang-orang BAIK"*

MAKA :

*Betapa dahsyatnya BICARA, bila DIAM itu mengakibatkan celakanya orang lain*

*Betapa saktinya BICARA, bila DIAM itu menjadikan ruginya orang lain*

*Betapa hebatnya BICARA, bila DIAM membuat tidak sadarnya kesalahan yang terus dilakukan orang lain*

*Betapa pentingnya BICARA, bila DIAM mengakibatkan semakin bodohnya orang lain*

*Betapa TAJAM-nya kata-kata saat kita sedang marah, dan betapa TEDUH-nya kata2 saat kita sedang bahagia*

*Bila HATI yang BICARA, maka akan berpengaruh terhadap HATI*

*Bila BICARA hanya sebatas KERONGKONGAN, maka kata-kata hanyalah sampai TELINGA saja*

*Maka pertimbangkanlah, kapan kita DIAM dan kapan kita BICARA*

*Jangan bicara tentang HARTAmu dihadapan orang MISKIN*

*Jangan bicara KESEHATANmu dihadapan orang SAKIT*

*Jangan bicara KEKUATANmu dihadapan orang LEMAH*

*Jangan bicara KEBAHAGIAANmu dihadapan orang yang sedang SEDIH*

*Jangan bicara KEBEBASANmu dihadapan orang yang TERPENJARA*

*Jangan bicara tentang ANAKmu dihadapan orang yang tidak punya ANAK*

*Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu*

*MULUTmu HARIMAUmu, Kata-kata itu seperti boomerang, yang bisa menyerang balik ke arahmu*

*Seorang yang BIJAK ibarat AIR yang selalu tenang dan menenangkan*

*Suci dan menyucikan*
*Sejuk dan menyejukkan*
*Segar dan menyegarkan*
*Lembut dan melembutkan*

*Jadilah seperti Air yang selalu mencari tempat yang lebih rendah*

*Bermakna : rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain*

*Jadilah seperti air yang selalu memberi kehidupan bagi apapun dan manfaat bagi siapapun*

*SEMOGA BERMANFAAT*

☆☆☆☆☆

Relawan HILMI - FPI Bagikan Sembako Di Lagarutu Dan Layana Kota Palu

https://www.faktakini.com/2018/10/relawan-hilmi-fpi-bagikan-sembako-di.html

https://youtu.be/iIxYWGwMY8M

Inilah Nomor *Rekening Resmi* Front Pembela Islam (FPI)

https://www.faktakini.com/2018/02/inilah-rekening-resmi-front-pembela.html

Hari Ini, Kamis 4/10/2018 Relawan HILMI - FPI Evakuasi 8 Jenazah Di Petobo Palu

https://www.faktakini.com/2018/10/hari-ini-kamis-4102018-relawan-hilmi.html

Semoga Anjas Temukan Anak Dan Istrinya Di Balaroa Palu

https://www.faktakini.com/2018/10/semoga-anjas-temukan-anak-dan-istrinya.html

☆☆☆☆☆

FPI Brebes Galang Dana Untuk Korban Gempa Dan Tsunami Di Palu Dan Donggala

https://www.faktakini.com/2018/10/fpi-brebes-galang-dana-untuk-korban.html

Tiba Di Palu, Tim HILMI - FPI Pusat Langsung Terjun Ke Posko Pengungsi

https://www.faktakini.com/2018/10/tiba-di-palu-tim-hilmi-fpi-pusat.html

FPI Kuningan Galang dana Peduli Bencana Gempa Dan Tsunami di Sulteng

https://www.faktakini.com/2018/10/fpi-kuningan-galang-dana-peduli-bencana.html

☆☆☆☆☆

https://youtu.be/8r4rlLyoe7o

https://youtu.be/rVYSn_JnmOQ

https://youtu.be/kiTCB47jljE

https://youtu.be/W6t4hTYT4OE

https://youtu.be/FtdDxsTY2vo

https://youtu.be/BORSPa9zu0A

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un...Telah berp**ang ke rahmatulloh...Sayyidil Walid Alhabib Muhammad Bin Abdul Qodir bi...
22/09/2018

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un...

Telah berp**ang ke rahmatulloh...

Sayyidil Walid Alhabib Muhammad Bin Abdul Qodir bin Muhammad Alhaddad.

Di semayamkan rumah duka :

Belakang Masjid Jami As Syafiiyah Rt 10/ 10 Kp Jembatan, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur

Di Sholatkan :

Zuhur Berjamaah
Masjid Jami As Syafiiyah
Jl Kp Jembatan
Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur

Di Makamkan :
Masjid Jami Nurus Shobah
Jl Otista Raya
Gg Masjid
Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur

*اِنّالِلّهِ وَاِنّااِلَيْهِ رَاِجِعُوْنَ*

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ
بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَأَبْدِلْهُ
دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ
وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ
مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا
وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثاَنَا.
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى
اْلِإسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى
اْلِإيْمَانِ. اَللَّهُمَّ لَاتََحْرِمْنَا أَجْرَهُ
وَلاَ تَُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَ

له الفاتحة...

*بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.*

Address

Jalan Raya Kemang 18, Jaticempaka, Pondok Gede
Bekasi
17411

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Pendidikan Islam Al Barkah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share