23/09/2012
JUMAT, 21 SEPTEMBER 2012 Kemendikbud Akan Tambah Jam
Belajar di Sekolah Sudah mendengar berita jika jam
belajar di sekolah akan ditambah
belum? Memang benar, rencananya
Kemendikbud akan mengeluarkan
kebijakan baru bersamaan dengan kurikulum pendidikan yang baru disusun. Alasannya, nilai sosial yang
berubah sehingga menuntut adanya
perubahan di dunia pendidikan Rencana penambahan jam belajar di
sekolah ini disampaikan oleh
Mendikbud, M Nuh. Kemendikbud
akan menambah jam belajar di
sekolah untuk menangkal efek
negatif dunia luar sekolah. Yang menurutnya itu akibat dari persentase
jam belajar anak di sekolah tidak
sebanding dengan kegiatan
sepulang sekolah. Waktu luang yang
lebih banyak di luar sekolah itulah
yang akhirnya memicu peserta didik melakukan atau bersentuhan
dengan tindakan negatif. Alasan lain mengapa perlu
menambah jam sekolah? Nuh
menjelaskan, karena kondisi sosial
kita berubah. Kalau dulu kita pulang
ke rumah itu orangtua masih ada dan
permainan juga masih baik tapi sekarang begitu pulang sekolah anak
cenderung liar karena orangtua
terlalu sibuk dan kita ingin menahan
mereka biar lebih lama di sekolah Kebijakan menambah jam di sekolah
ini berlaku untuk semua peserta didik
di jenjang pendidikan dasar sampai
pendidikan menengah. Nuh
mencontohkan, jika saat ini jam
masuk sekolah anak Sekolah Dasar (SD) 26 jam dalam satu minggu, maka bisa jadi nantinya akan
ditambah menjadi 30 jam. Lamanya jam belajar ini tidak akan
dilakukan dalam bentuk belajar
secara formal. Akan tetapi, sekolah
didorong untuk menyusun pola
pembelajaran aktif khususnya dalam
upaya penanaman nilai moral dan karakter kebangsaan. Selain memberikan keuntungan,
menambah jam belajar juga
menyebabkan beberapa masalah
dalam penerapannya. Ada beberapa
nantinya rencana menambah jam
belajar di sekolah benar-benar direalisasikan. Persoalan pertama
adalah mengenai asupan
pembelajaran yang dikhawatirkan
banyak pihak akan menambah
beban para peserta didik. Persoalan
kedua, peserta didik akan membutuhkan makan siang karena
jam sekolahnya diperpanjang. Keuntungan menambah jam belajar
di sekolah menurut menteri
pendidikan dan kebudayaan ini
adalah dengan ditambahnya jam
belajar peserta didik, maka akan
bertambah juga kesempatan guru untuk mengajar. Hal itu sejalan dengan potret banyaknya guru yang
kekurangan waktu mengajar.
Padahal untuk mendapatkan
tunjangan sertifikasi, setiap guru
diharuskan memiliki waktu mengajar
minimal 24 jam dalam seminggu. Rencana menambah jam belajar
sekolah ini menuai pro kontra.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
setuju dengan rencana kebijakan
tersebut. Pendapat salah satu
anggotanya, menambah jam belajar di sekolah harus dibarengi dengan
pemberian materi pelajaran yang
diberikan dikemas senyaman
mungkin. Pihaknya juga untuk
meningkatkan kapasitas guru-
gurunya. Baik secara konten, mau pun metodologi pengajarannya. Sementara itu Federasi Serikat Guru
Indonesia (FSGI), menganggap
kebijakan rencana menambah jam di
sekolah itu keliru. Menurutnya,
kebijakan itu akan membuat peserta
didik semakin tertekan. Semestinya materi pelajarannya dikurangi. Setiap
peserta didik harus diberi lebih
banyak waktu untuk
mengembangkan kompetensi sosial,
misalnya berorganisasi. Saat ini, rencana menambah jam
belajar di sekolah masih terus
dimatangkan oleh Kemdikbud selaras
dengan pematangan kurikulum nasional yang baru dan akan mulai berlaku di tahun ajaran 2013-2014.
Bagaimana pendapat Anda tentang
rencana penambahan jam belajar di
sekolah tersebut, setuju atau tidak?
Apa alasannya? Jangan lupa tulis
komentar Anda di kotak komentar! Sumber: Kompas