13/05/2020
ASYIKNYA BERMAIN PERMAINAN TRADISIONAL
Oleh : Aqila Adinia dylan
"Aasyyiikk!!"Seru seluruh murid kelas 3C dengan serempak,setelah mereka mendengar suatu informasi mengasyikkan.Yaitu pekan depan sudah memasuki libur akhir tahun.
"Hmm...tak sabarnya! Kira-kira libur akhir tahun ini kemana ya..?"Gumamku membayangkan betapa serunya berlibur.
Sepulang sekolah,aku segera mandi sore dan shalat asar.Aku pun menghampiri bunda yang sedang memasak makanan untuk makan malam.
"Bunda....kata ustadzah,pekan depan sudah memasuki libur akhir tahun fitri.Kita akan berlibur kemana??"Tanyaku bercerita.
"Ohh...begitu.Sepertinya ke rumah nenek di Malang.Coba saja tanya ayahmu!"Perintah bunda.
Aku segera berjalan menuju perpustakaan mini.Disana ayah sedang duduk membaca sebuah buku.Dan ada kakakku yang sudah kelas 5 SD.Ia satu sekolah denganku.Hobinya adalah bermain gadget milik ayah.Ckckck...Hobinya yang sangat tidak bermanfaat.Yang jauh berbeda denganku.'Membaca' adalah hobiku.Itulah..mengapa dirumahku ada perpustakaan mini.Aku,bunda dan ayah memiliki hobi yang sama.
"Ayah..Libur akhir tahun ini kita berkunjung ke rumah nenek yang ada di Malang?"Tanyaku penuh rasa penasaran.
"Iya,kita akan menaiki kereta dari Stasiun Surabaya menuju Stasiun Malang."Jawab ayah,tetapi pandangannya terus menatap TV.
"Waaww..Tak sabarnya!"Seruku semangat. Walaupun kakakku mendengar,tetapi ia terus fokus memainkan game.Ya..seperti itulah kebiasaannya.
Mentari pagi hari ahad ini begitu menyengat.Menyediakan Vitamin D yang bisa dimanfaatkan untuk berjemur.Seperti rencana 2 hari lalu,kami sekeluarga akan menaiki kereta dari Stasiun Surabaya menuju Stasiun Malang.Sebelum tiba di stasiun,haruslah menaiki kendaraan lain.Seperti mobil atau pun motor pribadi,ojek,angkot dan taxi.Tapi kendaraan yang kami pilih adalah taxi.
"Nayla...Ayo turun kita akan berangkat sekarang ! Apakah kamu sudah siap ?"Seru bunda dari lantai 1.
"SIAAP Bunda!"jawabku sambil menuruni anak tangga.Lengkap dengan tas ransel di pundak dan sekantong plastik camilan untuk sahabat setia kereta nanti.Tak lupa aku membawa 2 buah buku favoritku.
Segera ayah menelepon taxi langganan kami saat hendak bepergian tidak menaiki mobil pribadi.Sekitar 15 menit kemudian, tibalah mobil berwarna biru,yang tak lain itu adalah taxi yang kami pesan.
Rumah nenek berada di sebuah desa di Kota Malang.Aku sangat senang jika berlibur kesana.Pemandangan yang indah,lingkungan yang asri dan suasana yang sejuk itulah khas dari pedesaan rumah nenek.
Sepanjang perjalanan di kereta menuju Stasiun Malang sangat indah.Pohon-pohon sangat hijau dan gunung berdiri dengan kokohnya.
"Subhanallah...Allaahu Akbaar Maha besar Allah yang menciptakan semua yang ada di muka bumi ini."lirihku dalam hati,merasa takjub atas semua pemandangan indah ini yang telah Allah ciptakan.Kita memang hamba yang lemah.Hanya Allah yang Maha segalaNya dari seluruh ciptaanNya.
Sayangnya...aku hanya bisa mendoakan Kak Rania yang hidupnya selalu disertai dengan gadget.Padahal ibu pernah bercerita...Saat Kak Rania sudah masuk TK ia adalah anak yang memiliki jiwa berpetualang dan pemberani.
Tapi entahlah,saat sudah duduk di kelas 4,sikapnya berubah menjadi pendiam dan pemalu.Apa mungkin silih bergantinya zaman,yang sekarang munculnya benda kecil menyesatkan? 'Gadget' benda kecil ini yang dikenal oleh seluruh umat manusia di muka bumi.
Kereta pun berhenti di Stasiun Malang.Eeiitts...! Tetapi perjalanan belum selesai.Kita harus menaiki mobil dahulu hingga sampai di rumah nenek.
"Ayah..kita ke rumah neneknya menaiki apa?"Tanyaku ketika sudah keluar dari stasiun.
"Kita akan dijemput om dan tante.Yang sedang dalam perjalanan dari Kediri menuju ke sini.Jadi supaya sekalian katanya."Jawab ayah.
Sembari menunggu,aku ditemani bersama dengan cemilan yang sangat lezat.Sekitar 15 menit menunggu,datanglah mobil avanza hitam.Itu adalah mobil Om Adam,adik ayah.Kami pun memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi mobil.
1 jam perjalanan begitu melelahkan,untuk tiba di rumah nenek.Kali ini di dalam mobil Kak Rania tidak bermain gadget.Tapi khas wajahnya saat tidak dibolehkan bermain gadget muncul.
Aku pun mencobanya mengajak mengobrol...
"Kak,tidak sabar ya tiba di rumah nenek.Bisa bermain congklak,engklek,menanam di halaman belakang rumah nenek,bermain bersama Miu kucing nenek.Pasti sangat seru,daripada bermain game teruuus.Sangaaat membosankan!"Jelasku sedikit menyinggung.
"Ih..kamu tuh ya!"Jawab Kak Rania sedikit kesal.Masih saja ia memasangkan wajah bermuka masamnya.Ya sudahlah...biarkan saja.Mungkin itu jalan hidupnya.Tapi aku tak akan menyerah mencobanya menjadi berubah.Menurutku bermain gadget itu tak seseru bermain permainan tradisional, ataupun menikmati pemandangan indah.
"Nayla...Rania cucu nenek..ayo masuk! Ini sudah ada Mella,Shofiyah,Kaila dan Dina sedang bermain bersama Miu."Sapa nenek ketika sudah tiba sambil memelukku dan Kak Rania.Nama-nama yang tadi disebutkan nenek adalah sepupu perempuan ku.Cucu nenek ada 15,karena ia mempunyai 5 anak.Tetapi anak pertama sudah meninggal saat masih kecil.
Setelah melaksanakan shalat maghrib.Kami semua berkumpul di ruang tengah rumah nenek yang sangat luas.Jadi cukup untuk orang banyak.Berbagai makanan sudah disiapkan.Sate ayam yang sudah disajikan,sungguh menggoda selera.
"Yummy...menu yang sungguh lezat!"Seruku menyuapkan sate ayam kedalam mulut.
"Kaila,Mella...mau tidak besok kita menanam tomat di belakang rumah nenek,dan mandi di sungai?"tawarku dengan sedikit berbisik.
"Ide bagus!Pasti sangat seru!"Komentar Kaila
"SIAP! Sangat S-E-T-U-J-U."Jawab Mella dengan mengeja.
"Allaaahu Akbar.....Allaaahu Akbar.."Adzan isya berkumandang.Kami yang sedang membereskan alat makan.Segera berwudhu dan bersiap berangkat ke masjid.
"Mell,Kai..kita tidur bersama yuk! Bersama Kak Rania,Kak Shofiyah dan juga Kak Dina."tawarku saat berjalan bersama sepulang shalat isya di masjid.Mereka pun mengacungkan jempol masing-masing.Kak Dina adalah kakak perempuan Kaila sedangkan Kak Shofiyah kaka perempuan Mella.Kaila dan Mella juga mempunyai kakak laki-laki.
Rumah nenek terdapat 7 kamar tidur.Nah,aku bersama Kak Rania dan sepupu perempuanku yang lain akan tidur di kamar paling belakang.Kebiasaan kami,setiap tidur kami saling bertukar cerita.Terkadang Kak Rania,Kak Shofiyah dan Kak Dina bercerita yang menakutkan.Sehingga aku,Mella dan Kaila merasa ketakutan.Setelah itu pun kami dibawa pergi berkunjung ke dunia mimpi.
"Anak-anak...ayo bangun! Sekarang sudah subuh."Ketuk nenek di luar pintu kamar.
"Hhooaammm...masih ngantuk nek."Jawabku dan yang lain dari kamar.Aku segera keluar kamar dan berjalan menuju kamar mandi.Segera aku masuk,mandi dan berwudhu.Aku memang sangat s**a mandi sebelum melaksanakan shalat subuh.Menurutku..itu bisa menghilangkan rasa kantuk.Sehingga lebih segar dan semangat untuk melaksanakan shalat subuh.
Matahari mulai menampakkan dirinya sedikit demi sedikit.Pertanda sudah memasuki pukul 07.00 pagi.Keluargaku tengah berkumpul untuk sarapan bersama.
"Wahh..bubur ayam buatan nenek kes**aanku."Seruku senang.
Pukul 08.00 tepat,aku bersama Kak Rania,bunda,ayah dan semua keluargaku sedang olahraga pagi dan menikmati sinar matahari.
"Kek..kek,setelah kita berjemur boleh tidak kami menanam tomat bersama???"Rengekku kepada bersama 2 sepupu terdekatku.
"Tentu saja boleh."Jawab kakek,diikuti sorak kami senang.
"Waahh..kalian sedang menanam apa??"Tanya Kak Shofiyah dengan mata berbinar.
"Kami sedang menanam kak.Kakak mau ikut juga??"Jawab kami bertiga mengajak.
"Mau dong!!"Seru Kak Shofiyah dan Kak Dina sangat gembira.Tetapi tidak dengan Kak Rania.Ia tidak s**a dengan aktivitas bercoccok tanam.'Jijik..banyak cacingnya ' itulah yang ia katakan.Setiap ada yang mengajaknya.
Seperti saat ini.Wajah bermuka masamnya mulai muncul.Melihatnya saja,itulah yang ia lakukan.Tak lepas juga dari,menggenggam gadget ayah ditangan kanannya.Kakek pun mulai mengajari cara menanam tomat.Kami pun sangat antusias melakukannya.Ternyata sangat SERU!Dilanjut dengan bermain congklak.
Aku pun mencoba merayu kakak.. "Kak..kita main congklak yuk!!Seru lho..Seperti bermain game di gadget ayah.Malah..lebih menyerukan.Ayoolah kak...nanti,jika kakak menang aku kasih hadiah deh.."Ucapku mencoba menggodanya.
"Hmm...iya deh,kakak mau ikut.Tapi,benar yaa jika kakak menang dapat hadiah."Jawabnya memastikan
"Insyaa Allah!"Kuacungkan dua ibu jariku.
Hingga menjelang sore kami terus bermain permainan tradisional,yang jarang dimainkan di kota.Hampir semua permainan tradisional kami coba bersama.Mulai dari engklek,congklak,layang-layang ataupun kelereng.Seru deh pokoknya!!!
Tak terasa,waktu libur akhir tahun ini sudah usai.Banyaknya pengalaman indah nan seru yang aku lakukan selama liburan akhir tahun ini.Bermain permainan tradisional,menikmati pemandangan indah,dan bercocok tanam pengalaman baruku.Dan yang terpenting,aku telah merubah kembali sikap Kak Rania.Sekarang ia sudah senang menjelajah dengan berani.Hanya karena aku membujuknya dengan hadiah,yaitu sebuah pulpen yang sudah lama ia inginkan.
Aku dan semua keluarga yang lain,kembali pulang ke rumah masing-masing.Masuk sekolah kembali,telah didepan mata.Tugas pertama di sekolah,adalah menceritakan pengalaman selama liburannya.
"Asyiknya Bermain Permainan Tradisional..."Mulailah aku bercerita.Tak akan pernah kulupakan,pengalaman tersebut.
TAMAT
-Cerita dibuat oleh ananda Aqila siswi kelas 5-