23/01/2012
Pada suatu hari, seorang bapak muda p**ang dari bekerja,dia kerja sampai larut malam. Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.
Anak: “Ayah, boleh dedek bertanya?”
Ayah: “yeah, boleh, ada apa?” jawab sang ayah.
Anak: “Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?”
Ayah: “Itu Bukan urusan dedek.. ngapain dedek nanya-nanya hal begitu??” jawab sang ayah dengan nada sedikit kesal.
Anak: ” dedek cuma pengen tahu ayah… tolonglah ayah, beritahu dedek, berapa penghasilan ayah dalam sejam?” tanya si anak dengan memelas
Ayah: “baiklah, jika dedek memang ingin tahu, gaji ayah mu ini Cuma Rp.30.000 sejam.. puas?” jawab si ayah dengan ketus.
Anak: ” Oh…” ujar si anak sambil menundukkan kepala… kemudian ia kembali bertanya
Anak: “ayah, boleh nggak dedek minta Rp.15.000?” tanya si anak dengan ragu-
ragu..
Begitu mendengar pertanyaan terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung memuncak…. Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata: “oh.. jadi kamu nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan2 ga penting atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu sekarang dedek cepat masuk ke kamar dan TIDUR… dedek tau sekarang jam berapa? … ayah kerja keras tiap hari untuk dedek dan mama,tapi dedek gak menghargai ayah sama sekali.
Dengan wajah sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata-kata.. terlihat jelas bahwa ia sangat sedih mendengarkan perkataan ayahnya… ia segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.
Sang ayah lalu duduk di kursi dan tanpa sengaja kembali memikirkan permintaan anaknya barusan di tengah malam buta seperti saat itu. Dalam pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok teganya anak yang disayanginya itu malah menanyakan uang di saat ia baru saja p**ang dan capek setelah bekerja keras seharian.
Setelah beberapa jam berlalu, sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir sedikit lebih jernih. Ia kemudian berpikir : “yah, namanya juga anak-anak… atau mungkin saja anak ku memang membutuhkan uang Rp.15.000 itu untuk membeli sesuatu yang sangat penting baginya. Lagi p**a, anak ku itu tidak terlalu sering minta uang kok… ia juga bukan anak yang s**a konsumtif.”
Lalu sang ayah segera menuju ke kamar anaknya, lalu membuka pintu kamar anaknya itu.
“kamu udah tidur sayang?” tanya sang ayah.
“belum ayah”, jawab anaknya dengan suara agak terbata-bata.
“Ayah udah berpikir, mungkin tadi ayah terlalu keras” kata sang ayah.
“Hari ini sangat melelahkan buat ayah , ayah minta maaf telah melampiaskan kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.15.000 yang kamu minta tadi” kata sang ayah dengan nada lembut.
Si anak seketika itu juga langsung berdiri dan tersenyum.
“OH… terima kasih ayah… ” ujar anaknya dengan riang. Kemudian, ia merogoh ke bawah bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang kertas yang sudah lusuh. Si anak kemudian mulai menyusun dan merapikan uang yang dimilikinya itu diatas kasur.
Ketika sang ayah melihat ternyata anaknya sudah punya uang dalam jumlah yang cukup banyak, ia kembali kesal.
“Untuk apa dedek minta uang lagi kalau dedek udah punya uang sebanyak itu?” tanya sang ayah dengan nada tinggi.
“Soalnya sebelum ayah kasih, uangnya nggak cukup ayah…” jawab sang anak. “Tapi sekarang dedek udah punya uang yang cukup”, kata si anak kemudian. “Ayah, sekarang aku sudah punya Rp.30.000.. boleh nggak aku membeli waktu ayah satu jam saja…?” tanya anaknya dengan nada sungguh-sungguh dan polos. “dedek mau makan malam bareng sama ayah dan mama… besok ayah p**ang cepat ya…” ujar si anak dengan sungguh-sungguh… matanya menatap polos pada sang ayah yang diam terpaku dihadapannya.
Mendengar perkataan anaknya, sang ayah langsung terenyuh dan menangis.. ia lalu segera merangkul anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan ayah sayang…” ujar sang ayah.
“Ayah telah khilaf, selama ini ayah lupa untuk apa ayah bekerja keras…maafkan
ayah anakku…” kata sang ayah ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang ayah…
Cerita ini hanyalah untuk mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras dalam hidup ini. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa kita sempat menikmati waktu yang sangat berharga tersebut bersama orang-orang yang sangat kita sayangi dan sangat berarti dalam hidup kita.
Ingatlah untuk selalu berusaha menyisihkan waktu seharga Rp.30.000 untuk orang- orang yang Anda cintai dan sayangi. Jika kita meninggal besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mengganti orang yang menempati posisi kita hanya dalam hitungan hari.. Tapi, keluarga dan orang dekat tercinta yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan itu sepanjang hidupnya…
Bila kita memikirkannya, kenapa kita masih saja mencurahkan seluruh hidup kita hanya untuk bekerja ??? (buat perusahaan orang lagi)
Semoga menjadi bahan renungan