Refleksi realitas kehidupan di west Papua

Refleksi realitas kehidupan di west Papua jangan melihat katanya layar media sosial tetapi laksanakan realitas kehidupan bagi bangsa west Papua, tanah air atau mat

jangan melihat katanya layar media sosial tetapi laksanakan realitas kehidupan bagi bangsa west Papua, tanah air atau mati

melawan atau kasih biarkan kapitalisme kolonialisme dengan militerisme merajalela di teritori! kita biarkan maka, manusia tidak sadar ada di west Papua

Papua merdeka �

17/09/2022
17/09/2022
14/09/2022

Sidang perserikatan bangsa-bangsa PBB, di Jenewa. mengangkat tentang pelanggaran HAM hak asasi manusia di west Papua

Genosida rakyat sipil di west Papua,
oleh militer kolonial Indonesia

PBB SEBUT KASUS MUTILASI TIMIKA DALAM SIDANG DEWAN HAM | JUBI.ID, 13 september 2022Jayapura, Jubi – Pembunuhan dan mutil...
13/09/2022

PBB SEBUT KASUS MUTILASI TIMIKA DALAM SIDANG DEWAN HAM | JUBI.ID, 13 september 2022

Jayapura, Jubi – Pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan sejumlah anggota TNI bersama warga sipil di Timika beberapa waktu lalu mengundang reaksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nada Al-Nashif, acting Komisioner Tinggi HAM PBB di hadapan sidang Dewan HAM PBB, Senin (12/9/2022) mengatakan mendapat laporan tentang kekerasan yang semakin intensif di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Di wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) di Indonesia, kami mendapat laporan tentang kekerasan yang semakin intensif, termasuk bentrokan antara pasukan keamanan Indonesia dan kelompok-kelompok bersenjata yang mengakibatkan korban sipil dan korban jiwa yang tidak diketahui jumlahnya serta pengungsian internal,” kata Nada dalam pernyataan umumnya saat membuka sesi ke-51 Sidang Dewan HAM PBB.

Nada juga mengatakan ia menerima laporan terbaru tentang pembunuhan dan mutilasi yang terjadi di Timika, Papua.

“Saya terkejut dengan laporan baru-baru ini tentang potongan-potongan tubuh empat warga sipil asli Papua yang ditemukan di luar Timika di Provinsi Papua Barat pada tanggal 22 Agustus,”
Nada mencatat upaya awal Pemerintah untuk menyelidiki, termasuk penangkapan setidaknya enam personel militer. Namun ia berharap upaya ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang menyeluruh, tidak memihak dan independen.

“Mereka yang bertanggungjawab harus dimintai pertanggungjawabannya,” kata Nada.

Arnold Lokbere, Rian Nirigi, Elemaniel Nirigi dan Atis Tini hilang sejak tanggal 22 Agustus 2022. Empat hari kemudian, masyarakat Kampung Tipagu, di Timika menemukan jasad Arnold Lokbere di sungai sekitar kampung Tipagu. Jasad almarhum ditemukan dalam keadaan tanpa kepala dan tanpa kaki. Sehari setelah jasad Arnold Lokbere ditemukan, Pale bersama keluarga korban lainnya menemukan jasad Elemaniel Nirigi di sekitar lokasi penemuan jasad Arnold Nirigi. Elemaniel juga ditemukan tanpa kepala dan kaki.

Pelaku pembunuhan dan mutilasi ini diketahui kemudian adalah enam orang anggota TNI dan empat orang warga sipil. Mereka adalah APL alias Jeck, DU, R, dan RMH. Sedangkan personel TNI AD berdinas di Brigif 20/Kostrad, yakni Mayor Hf, Kapten Dk, Praka Pr, Pratu Ras, Pratu Pc, dan Pratu R. (*)

Nada Al-Nashif, acting Komisioner Tinggi HAM PBB - Dok. OHCHR

12/09/2022

Ini sidang Dewan HAM PBB hari ini :
"Di wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) di Indonesia, kami mendapat laporan tentang kekerasan yang semakin intensif, termasuk bentrokan antara pasukan keamanan Indonesia dan kelompok-kelompok bersenjata yang mengakibatkan korban sipil dan korban jiwa yang tidak diketahui jumlahnya serta pengungsian internal. Saya terkejut dengan laporan baru-baru ini tentang potongan-potongan tubuh empat warga sipil asli Papua yang ditemukan di luar Timika di Provinsi Papua Barat pada tanggal 22 Agustus. Saya mencatat upaya awal Pemerintah untuk menyelidiki, termasuk penangkapan setidaknya enam personel militer, dan mendesak penyelidikan yang menyeluruh, tidak memihak, dan independen, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab." Pernyataan oleh Nada Al-Nashif
Penjabat Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia sebagai bagian dari pernyataan Global Update-nya yang membuka sesi ke-51 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, 12 September 2022, Jenewa

Brothers & Sisters, Politicians & Melanesia’s Indigenous Holocaust. This is my latest poem. I do not use the word “holoc...
10/09/2022

Brothers & Sisters, Politicians & Melanesia’s Indigenous Holocaust. This is my latest poem. I do not use the word “holocaust” hastily. I believe that the genocide in West Papua is, metaphorically speaking, a holocaust. At least one-quarter to one-half of the civilian indigenous population has, since the late 1960s, been annihilated. This annihilation is the fire of genocide – a holocaust.
Holocaust meaning – the destruction or slaughter on a mass scale of a civilian population caused by the determination and planned policies of one race to annihilate another race. (Associated with “fire” but this author associates it with any means of annihilation, hence the title of the poem.)
Saudara & Saudari, Politisi & Holocaust Adat Melanesia. Ini puisi terbaru saya. Saya tidak menggunakan kata “holocaust” dengan tergesa-gesa. Saya percaya bahwa genosida di Papua Barat, secara metaforis, adalah sebuah holocaust. Setidaknya seperempat hingga setengah dari penduduk asli sipil, sejak akhir 1960-an, telah dimusnahkan. Pemusnahan ini adalah api genosida – holocaust.
Arti Holocaust – penghancuran atau pembantaian massal penduduk sipil yang disebabkan oleh tekad dan kebijakan yang direncanakan dari satu ras untuk memusnahkan ras lain. (Terkait dengan "api" tetapi penulis ini mengaitkannya dengan segala cara pemusnahan, karena itulah judul puisinya.)

09/09/2022
West Papua (7 9- 2022)  BENTUKNYA DAN FAKTOR- FAKTOR, MERAMPAS TANAH ADAT, KEPAKSAAN  oleh PEMERINTAH/ ELIT ELIT POLITIK...
09/09/2022

West Papua (7 9- 2022)

BENTUKNYA DAN FAKTOR- FAKTOR, MERAMPAS TANAH ADAT, KEPAKSAAN oleh PEMERINTAH/ ELIT ELIT POLITIK,

1. West Papua akan menjadi ladang eksploitasi SDA besar besaran karena Otsus dan pemekaran akan membuka akses dan memberi jaminan sepenuhnya pada kapitalisme asing dan Indonesia. Artinya, akibat masyarakat adat tergusur, termarjinal, terasing di atas negerinya sendiri.

2. West Papua akan duduki dan dikuasai oleh TNI polri/ militer Indonesia di wilayah" kampung" hingga berkotaan mengikuti wilayah pemekaran untuk melindungi eksploitasi SDA. TNI- polri akan menghadapi rakyat Papua yang protes dan melawan atas hak haknya

3. Akan ada imigrasi pendatang besar besaran secara masif menduduki semua wilayah wilayah lalu pemekaran mereka akan melindungi oleh TNI polri untuk menguasai sektor- sektor kehidupan orang Papua, warga pendatang para kapitalis, dan militerisme yang akan memiliki hak atas tanah air dan SDA di Papua barat

4. Orang Papua akan disedot masuk mengisi birokrasi kolonial wilayah² administrasi baru, lalu dibius dalam uang Otsus dan pemekaran sehingga melumpuhkan kesadaran pada penindasan dan perjuangan. Disinilah kemenangan dan kejayaan new kolonialisme dan kapitalisme terjadi hari ini.

5. Setelah itu orang Papua termarginal di segala sisi kedudukan politik ( Gubernur, Bupati/ walikota, DPRP, DPRD dan segala uncur kepemimpinan) sudah pasti dimiliki oleh para pendatang, kapitalis yang di bantu oleh TNI polri,

6. Lalu orang Papua menjadi bangsa yang hanya tunduk meratapi dalam penyesalan akibat penindasan tidak terbentuk bentuk yang selanjutnya diwariskan pada anak cucu kelak bila masih menghuni bumi west Papua, orang Papua yang tersisa akan dipecah belah diadu domba dalam konflik keberpanjangan horizontal akan ada dalam kebudayaan dan Isti adat, didalam tanah adat.

7. Presiden republik Indonesia bapak Jokowi tolong cabut perusahaan ilegal logging oleh kapitalis vs kolonial seluruh tanah air West Papua, dan rakyat bangsa Papua barat meminta tidak ada lagi perusahaan di west Papua karena Papua bukan tanah kosong,
Tidak menintak lanjuti surat dari mendiri maupun pemerintah pusat Bakan daerah tolong pak presiden republik Indonesia harus cabut surat izin perusahaan dari seluruh Indonesia dan west Papua..

Refleksi realitas penindasan oleh negara melalui pemerintah lokal

Diungkapkan oleh para tokoh tanah adat kriminawa melalui wawancara

08/09/2022

Tentara tembak mati masyarakat Papua di Enarotali Paniai. Soldiers shoot dead Papuan people in Enarotali Paniai.

English.
PAPUA info today At Paniai Enarotali Papua There are security forces, members of the Indonesian National Police, who have shot dead a Papuan OAP on behalf of (nopias kobepa) Wednesday Date: 06-09/2022 At 8 o'clock

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Meraukeyang terdiri dari beberapa Organisasi Kepemudaan, GMKI, PMKRI, HMI, IMKEI, IKMF, FPK...
08/09/2022

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Meraukeyang terdiri dari beberapa Organisasi Kepemudaan, GMKI, PMKRI, HMI, IMKEI, IKMF, FPKM, dan Pemuda Duan Tolat Tanimbar melakukan aksi kemanusiaan, penggalangan dan doa bersama untuk korban banjir di Sorong, Papua Barat.

Aksi penggalangan dana dan doa bersama dilaksanakan berpusat di Tugu Libra, Merauke. (6/9/2022)

Suci Rahalus, sebagai ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia saat di wawancarai Kantor Berita Rmol Papua melalui pesan Seluler via Whatsapp, mengatakan alasan dilakukan aksi setelah melihat dari berita yang keluar terkait dengan banjir bandang yang melanda Sorong, disertai tanah longsor yang menyebabkan dua orang meninggal.

"Kami dari GMKI Merauke membangun komunikasi dengan GMKI cabang Sorong dan kami mendapatkan info beberapat daerah masih tergenang banjir juga masih hujan turun"kata Suci Rahalus.

Dengan adanya informasi tersebut, Aliansi pemuda dan mahasiswa Merauke menginisiasi untuk melakukan penggalangan dana.

"Harapan dengan adanya penggalangan dana ini dapat sedikit membantu sodara kita yang ada di Sorong"ujar Suci Rahalus

Suci Rahalus mewakili aliansi pemuda dan mahasiswa megucapkan terima kasih kepada warga Merauke atas bantuan sumbangan yang diberikan dari penggalangan dana.

"kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Merauke sebab tanpa adanya sumbangsih dari masyarakat Merauke kami tidak bisa menyalurkan bantuan untuk saudara kita di kota Sorong", pungkasnya.

07/09/2022

Jayapura, Jubi TV– Juli Gwijangge sebagai anggota keluarga Arnold Lokbere, satu diantara Empat Korban mutilasi dan Pembunuhan Berencana yang dilakukan Oknum

Address

Abe Waena
Jayapura
187327

Telephone

+81243187327

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Refleksi realitas kehidupan di west Papua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Refleksi realitas kehidupan di west Papua:

Share