Universitas Islam Negeri Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta, yang dahulu bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta kemudian berubah alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, adalah sebuah perguruan tinggi negeri Islam di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. IAIN Surakarta naik status dan bergan
ti nama menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2021 tanggal 11 Mei 2021. Dalam sejarahnya, PTAIN di Surakarta bernama IAIN Walisongo di Surakarta, sebagai kebijakan dan Pemikiran Al Marhum Dr.H. Munawir Sazali,MA (Menteri Agama pada saat itu). Dengan merangkul beberapa elemen, dan tokoh yang ada di Surakarta seperti Walikota Surakarta, MUI, Kandepag, Perguruan Tinggi, Ormas Islam dll, pada awal tahun 1992 berdiri Fakultas Ushuluddin dan Syari’ah IAIN Walisongo di Surakarta. Dengan merelokasi 2 Fakultas Syariah yang ada di Pekalongan dan Fakultas Ushuluddin yang ada di Kudus. Kedua fakultas tersebut adalah induk semangnya IAIN Walisongo, sehingga IAIN Surakarta pun secara otomatis menginduk semang IAIN Walisongo. Pada tahun 1997 IAIN Walisongo di Surakarta berubah menjadi STAIN Surakarta ( Hasil Pemikiran Prof.Dr. Malik Fajar Menag Saat Itu ).Dengan Kepres Nomor 11 Tahun 1997, mengganti nama fakultas-fakultas di daerah yang menjadi anak cabang dari perguruan induknya dan sekaligus memutus tali cabang atau pemisahan fakultas daerah dengan pusatnya, dan berdiri sendiri dengan diberi nama STAIN. Kemudian nama STAIN Surakarta berubah lagi menadi IAIN Surakarta berdasaarkan Peraturan Pemerintah nomor: 1 Tahun 2011. Tertanggal 3 Januari 2011. Dengan Ridla Allah Subhanahu wata’ala,Team Penyusun alih status yang di motori oleh Ketua STAIN Surakarta Pereode 2006-2010 Prof.Dr.H. Usman Abu Bakar,MA. yang didukung oleh Deputi MENPAN dan MENAG serta lembaga lembaga terkait perubahan alih status itu telah dapat terwujud. Usaha yang gigih dan sungguh sungguh itu betul-betul membuahkan hasil dan akhirnya STAIN Surakarta berubah menjadi IAIN Surakarta.