PMII

PMII PMII ( PERGERAKAN MAHASISWA ISALM INDONEISIA ) Dari namanya PMII disusun dari empat kata yaitu “Pergerakan”, “Mahasiswa”, “Islam”, dan “Indonesia”.

Makna “Pergerakan” yang dikandung dalam PMII adalah dinamika dari hamba (makhluk) yang senantiasa bergerak menuju tujuan idealnya memberikan kontribusi positif pada alam sekitarnya. “Pergerakan” dalam hubungannya dengan organisasi mahasiswa menuntut upaya sadar untuk membina dan mengembangkan potensi ketuhanan dan kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada di dalam kualitas kek

halifahannya. Pengertian “Mahasiswa” adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dimnamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.
“Islam” yang terkandung dalam PMII adalah Islam sebagai agama yang dipahami dengan haluan/paradigma ahlussunah wal jama’ah yaitu konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, islam, dan ikhsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif. Islam terbuka, progresif, dan transformatif demikian platform PMII, yaitu Islam yang terbuka, menerima dan menghargai segala bentuk perbedaan. Keberbedaan adalah sebuah rahmat, karena dengan perbedaan itulah kita dapat saling berdialog antara satu dengan yang lainnya demi mewujudkan tatanan yang demokratis dan beradab (civilized). Sedangkan pengertian “Indonesia” adalah masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang mempunyai falsafah dan ideologi bangsa (Pancasila) serta UUD 45.

Seorang pemenang yang berhenti sebelum bertanding, sebenarnya adalah seorang pecundang. Orang kalah yang terus berjuang ...
19/07/2020

Seorang pemenang yang berhenti sebelum bertanding, sebenarnya adalah seorang pecundang. Orang kalah yang terus berjuang setelah kalah, adalah pemenang sejati (kosngosan.com)

Jangan lupakan nilai Akademik-mu. Sekali pun engkau sibuk dengan urusan organisasi, jadilah pemenang dengan membagi waktumu secara proporsional antara akademik dan organisasi

Perjuangan bersama teman teman aktivis ibarat mengendarai sepeda secara bersama sama, agar tetap seimbang, maka kalian harus terus mengayuhnya hingga mencapai tujuan akhir

Bukan kehidupan kampus yang menjadi lebih mudah, akan tetapi engkau yang tumbuh menjadi lebih kuat dan perkasa karena ditempa dalam organisasi

Jangan ikut Demo sembarangan, tanpa mengerti ESENSI tujuannya. Jadilah mahasiswa cerdas yang mengikuti setiap pergerakan berdasarkan pertimbangan maslahat dan mudharatnya untuk kepentingan bangsa! (kosngosan.com)

Tidak masalah apabila nafasmu tersengal, tidak akan ada yang bisa dipermasalahkan. Engkau bisa membuat kesalahan dari waktu ke waktu, itu wajar. Semua orang juga melakukannya. Hanya saja jadilah berbeda dengan mempelajari setiap kesalahan dan menghindarinya pada masa yang akan datang

Tahukah kalau masih ada kesempatan setiap mahasiswa dalam berbuat baik? Karena masih ada percikan api di dalam diri masing masing mahasiswa. Engkau hanya perlu menyalakannya, dan membiarkannya bersinar lebih terang

Segala hal yang baik pasti datang untuk mahasiswa yang sedang menunggu. Akan tetapi hal yang lebih baik tentunya akan datang kepada mahasiswa yang bergerak untuk mendapatkannya, dan jadilah seperti itu (kosngosan.com)

Ingatlah hai para mahasiswa Aktivis! Semua akan terlihat tidak mungkin sampai kalian selesai melakukannya

Kosngosan adalah Situs Pendidikan yang memberikan Materi belajar, Peluang bisnis, Lowongan kerja, Blogging, Kata mutiara dan Informasi terkini

19/02/2019

Genderang perang politik di indonesia di sosial media semakin merajalela, semua beradu argumen saling sikat saling sikut tanpa pandang itu saudara atau keluarga, yang jelas pilihlah sesuai hati nurani mana yang terbaik untuk negeri iini

12/10/2018

Pergerakan pemuda dalam menentang kebijakan pemerintah bukanlah hal yang baru. Sejak zaman sebelum kemerdekan pemuda selalu berada di garis depan dalam perjuangan. Begitupun dalam meruntuhkan rezim orde lama hingga orde baru. Kekuatan pemuda dalam “peranan mengubah” dunia sudah diramalkan dan dipercayai oleh b**g karno melalui ucapannya, “Berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia”.

Pemuda di tiap zaman akan mewarnai bentuk perjuangan sendiri. Pemuda sebelum kemerdekan, orde lama, orde baru hingga saat ini reformasi memiliki lawannya masing-masing, meskipun inti perjuangan tetap sama, “melawan ketidakadilan”.

Perlawan pemuda melalui mahasiswa sebagai motornya sejak dulu hingga saat ini identik dengan tindakan yang radikal dan anarkis. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak pro dengan rakyat dan mampu “dibaca” pemuda maka bersiaplah untuk melawan “pressure” mereka.

Mahasiswa ditiap zaman akan tertebani oleh sejarah perjuangan mahasiswa sebelumnya. Hal inilah yang memuat mahasiswa akan terus dan tetap progresif. Pengkaderan ditiap angkatan yang terus memberikan doktrin-doktrin perjuangan akan membentuk mahasiswa menjadi kader yang militan.

Pembunuhan Militansi Mahasiswa

Pembunuhan karakter mahasiswa yang militan sejakruntuhnya rezim orde baru terus dilakukan oleh pemerintah. Perlahan dan pasti militansi mahasiswa hingga saat ini terus merosot, kebijakan pemerintah melalui birokrasi kampus dibanyak perguruan tinggi yang melarang pengkaderan adalah contohnya. Kemudian kebijakan pemerintah saat ini yaitu “kuliah maksimal 5 tahun”, dengan demikian jelas tiap mahasiswa baru akan apatis dengan organisasi dan fokus diruang kuliah. Mahasiswa versi reformasi dibentuk untuk menjadi pekerja bukan pemimpin. Belajar dan mengabaikan peranan lainnya yaitu sikap humanis.

Selain tekanan dari birokrasi kampus, media juga berperan dalam mematikan perjuangan mahasiswa. Berita-berita yang anarkisme mahasiswa ketika demonstrasi dib**gkus dengan bahasa-bahasa yang berlebihan yang kemudian akan membentuk stigma negatif di masyarakat luas sehingga masyarakat pun tidak empati dengan mereka.

Mahasiswa yang tidak aktif diorganisasi biasanya akan apatis dan membeci rekan mereka yang aktif menyuarakan suara rakyat. Mereka menjelek-jelekan rekan mereka sendiri, bullying di media sosial.

Konsep Baru Pergerakan Mahasiswa Era Reformasi

Dalam beberapa aksi mahasiswa yang menyebabkan kemacetan, saya sendiri sering mendengar pendapat pengguna jalan. Yang terbaru misalnya saat demonstrasi penolakan kenaikan harga bbm. “Saya juga tidak setuju dengan naiknya harga bbm, tapi jangan bikin macet d**g, saya tidak dapat penghasilan gara-gara mereka”, begitulah komentar supir angkot yang kesal dengan ulah mahasiswa. Padahal jika tidak demopun, tetap macet.

Demonstrasi turun ke jalan memang memberikan pressure yang luar biasa bagi pemerintah. Namun, jika tidak berhasil maka ada 2 hal yang akan terjadi, pertama kerugian materil, kedua kerugian kehancuran nama mahasiswa itu sendiri. Dalam konsep aksi turun kejalan yang saya pahami, jika ingin berhasil melawan pemerintah pertama lakukan terus-menerus kedua lakukan dengan massa yang banyak.

Sementara saat ini, demonstrasi biasanya tidak dilakukan terus-menerus dan mahasiswa gagal mengumpulkan massa yang banyak. Ini berkaitan dengan pengkaderan dikampus yang dimatikan serta media yang terlalu berlebihan dalam memberitakan aksi mereka yang mengakibatkan mereka gagal mendapat simpati dari rakyat.

Jika ingin lebih fair, maka mahasiswa harus mendorong pemerintah dalam mengadakan debat ilmiah. Jadi harus ada wadah sehingga perjuangan mahasiswa akan mendapatkan simpati dari masyarakat serta tidak merugikan banyak pihak.

Harus kita apresiasi adalah perjuangan mahasiswa yang masih mau turun aksi. Tapi yang harus dipertimbangkan oleh teman-teman mahasiswa adalah kerugian yang diakibatkan aksi tersebut yang tidak diimbangi dengan keberhasilan.

Aksi yang dilakukan oleh teman-teman saat ini masih menggunakan metode lama, padahal zaman telah berubah. Dan teman-teman aktivis mungkin harus lebih terbuka untuk memikirkan metode-metode baru yang mampu menggalang massa yang banyak.

Saya sendiri berfikir bahwa aktivis hari ini telah gagal menyatukan semua elemen mahasiswa, memang benar bahwa untuk menyatukan bukan persoalan yang mudah tapi inilah tantangannya. Yakinlah ketika mahasiswa bersatu, maka perjuangan akan semakin mudah.

Yang Perlu teman-teman aktivis lakukan adalah diskusi rutin antar lembaga mahasiswa, baik internal kampus maupun eksternal. Setelah itu bentuklah aliansi.

Aliansi yang besar saja tidak cukup, di era reformasi saat ini “cara” untuk menyampaikan penolakan terhadap suatu kebijakan pun harus diubah. Jangan hanya menggukan cara lama. Tutup jalan, sandra mobil, bikin macet, dan ujungnya adalah gesekan, apakah dengan polisi bahkan dengan masyarakat sekitar yang sudah jenuh dengan ulah mahasiswa ini.

Aktivis pasca orde baru, telah termakan euforia keberhasilan penurunan soeharto. Metode pendudukan gedung DPR/MPR kala itu berhasil, tapi lihat perbedaannya. Bahwa pada saat itu, mahasiswa dan berbagai ormas bersatu, dan aksi mereka dilakukan secara terus-menerus (bertahun-tahun). Lagi p**a yang dilawan saat ini bukanlah yang dilawan oleh teman-teman dulu. Sekali lagi, Zaman telah berubah dan METODE harusnya BERUBAH tapi tidak merubah ESENSI perjuangan.

Turun ke jalan sebenarnya tidak salah, tapi jangan sampai bikin macet panjang yang malah merugikan. Bahasa-bahasa pembenaran seperti “tidak masalah macet 1 hari daripada menderita seumur hidup” menurut saya hanya berlaku jika gerakan mereka berhasil, tapi nyatanyakan TIDAK. Bukalah mata, bahwa aksi seperti itu malahan akan membuat masyarakat yang harusnya teman-teman galang menjadi “geram dan benci”.

Seharusnya teman-teman aktivis menggunakan media yang sedikit-banyak telah membantu merusak nama mereka. Menulis di koran, blog, sosial media untuk merubah pandangan masyarakat umum. Mengadakan diskusi publik yang menghadirkan pihak pemerintah. Melakukan hearing di DPR. Dan melakukan gugatan hukum.

Setidaknya, cara-cara diatas akan lebih berhasil di era reformasi ini. Masyarakat umum tidak dirugikan dengan kemacetan panjang, dan akan lebih simpati. Kemudian mahasiswa juga tidak dirugikan namanya.

05/02/2017

Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.

24/06/2016

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

selamat harlah PMII ke 56
17/04/2016

selamat harlah PMII ke 56

28/11/2015

jika orang mengatakan buku adalah jendela dunia, maka membaca adalah cara membuka jendela tersebut. Buku dalam konteks kini nampaknya tidak lagi diartikan sebagai lembaran kertas yang penuh tulisan dan dijilid. Perkembangan teknologi informasi telah memperluas arti dari buku, termasuk buku digital yang dengan mudah dibaca dengan Kindlekeluaran Amazon atau iPad besutanApple, dan halaman-halaman di Internat.

Dengan membaca kita bisa mengetahui banyak hal dan perspektif. Membaca juga membuka pikiran kita. Dengan membaca kita tidak lagi jumud alias kaku dan keukeuh hanya pada satu perspektif tanpa mau membuka diri terhadap pendapat berbeda. Membaca juga memperkaya imajinasi dan menjadikan kita menjadi lebih kreatif.

Dalam surat Al-Alaq, kata iqra’ sebanyak dua kali, dalam ayat pertama dan ketiga. Qurash Shihab (2006) dalam bukunya Membumikan Al-Qur’an menjelaskan bahwa perulangan ini mengindikasikan bahwa membaca memang harus dilakukan terus menerus, bahkan berulang untuk bacaan yang sama pun tidak sedikit pun memberikan kerugian. Membaca sesuatu secara berulang dapat menghadirkan pemahaman baru, dengan memberikan tafsir baru atas bacaan.

28/11/2015

“Apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa punyang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang.”

28/11/2015

Ketahuilah, sumber kekuatan terbaik adalah yang sering disebut dengan tekad, kehendak. Kehendak yang kokoh bisa melipatgandakan kekuatan yang kamu miliki menjadi berkali-kali lipat.

10/09/2013

Klw wajib itu kira2 redaksinya, 'kamu harus kesana..', klw haram, 'kamu jangan kesana..', klw sunah, 'kamu bok ya kesana..', klw mubah, 'kamu mau kesana boleh, tidak juga tdk apa2..'
Kira2 nyoblos itu masuk yg mana? Klw menggunakan kata, 'hak pilih' kira2 hukumnya sunah apa mubah? Klw MUI menfatwakan haram golput, maka logikanya nyoblos itu hukum nya wajib, jadi MUI hrs jg buat fatwa nyoblos hukumnya wajib, bkn hak pilih lagi tapi wajib pilih. Pemilihan umum jg tntunya hnya ada dlm wadah demokrasi, maka sblm menfatwakan nyobos wajib, MUI jg hrs menfatwakan bhw demokrasi itu hukumnya wajib, demokrasi jg hrs ada bingkai kenegaraanya, maka MUI jg hrs menfatwakan bhw bentuk negara republik itu hukumnya wajib, terusss sprt itu maka hrs jg ada fatwa perjanjian linggarjati wajib, perjanjian gianti wajib.. Hehe. Gitu kok ngaku ulama..mmhh konyol

kutipan Dani Alya Ramdani

31/07/2013

Tinggal menghitung hari memasuki hari raya idhul pitri ,untuk sahabat PMII semuanya di seluruh indonesia, Minal Izin Wal Faizin Hohon maaf lahir Batin

09/07/2013

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Address

Kuningan
45553

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PMII posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share