18/10/2019
Awal mendengar kabar Ada yang berpamitan saya pun ikut penasaran.Ibaratnya , Pamitan itu Bom Waktu yang meledak dan menggemparkan seantero Bumi Nusa Tenggara timur. Lalu seketika Gairah KEPO (Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu) ini semakin tinggi. hingga menghantarkan Jari jemari tangan saya, tanpa sengaja ikut mengobrak Abrik Kamar Media sosial yang berserakan dengan Isu terkini ,terpanas dan terseksi .(Shu ke Infotainment dadakan πππ)
Rasa Kepo ini akhirnya perlahan terobati ,oleh karena penemuan saya soal Siapa dan apa yang dipamitkan pun berhasil melintas dalam bola mata .
Saya pun beranjak dari tempat tidur yang awalnya berbaring namun bangkit dan duduk ,sembari mengangkat secakir kopi dingin ,sisa kopi pagi yang tak kunjung habis dengan perlahan ku minum dengan satu tegukan kenikmatan kopi berampas itu.
Tapi yang namanya kopi ,soal rasa akan tetap nikmat walau di tetes terakhir.ππβ
Ibu jari ini tetap bergerak turun naik ,menggeser layar LCD HP tanpa henti guna melahap isi Berita VBL Pamit kemasyarakat NTT.
Judul Kontenya VBL berpamitan guna menerima dan menjalankan fungsi sebagai Abdi Negara. Asyiappppp ππ
Saya tidak mau mengakses Pamitan pak VBL dalam Ruang politik karena pastinya secara Personaliti saya mengapresiasi.
Namun di lain sisi, menariknya, dalam Ruang ingatan saya ,muncul instrumen musik lagu Dengan Judul "ENTAH APA YANG MERASUKIMU ,HINGGA KAU TEGAH MENINGGALKAN AKU" banyak kalangan ,khususnya para Generasi Milenial ikut mengcover lagu ini dalam bentuk Tik-tok dan menampilkan keanehan gaya menarik, unik, kreatif serta menghibur .
Judul lagu tersebut seoalah menggambarkan dan menginterpretasikan situasi Psikologi user media sosial yang Heboh soal isu PAMITAN.
Dan ............
Langsung saja, lagi-lagi pamitan ini soal Teori bagi-bagi kursi dan narasi politiknya adalah pembantu dalam kabinet kerja.
NTT memang sejak awal kepemimpinan pak Jokowi , mendapat perhatian khusus.hal ini terkonfirmasi dengan jumlah kunjungan 8 kali serta hasil presentasi dukungan rakyat NTT dalam PILPRES 2019 Mayoritas masyarakat NTT sebanyak 80% mendukung dengan tulus Pasangan calon No urut 01 Jokowi dan Ma'ruf.
Dukungan dari semua kalangan ini ,tanpa mahar juga syarat namun soal Rasionalisasi berdasarkan track record .
Dari persoalan ini ,saya berusaha untuk masuk dalam isi kepala serta pemikiran pak Jokowi, bahwa beliau pasti tidak akan lupa Budi baik dari rakyat NTT yang konsisten mendukung tanpa embel-embel kepentingan. Maka sebagai kompensasi atas niat baik itu , satu kursi Menteri di persiapkan bagi salah satu repsentasi masyarakat NTT untuk ikut merasakan Empuknya kursi menteri.heheh..ππππΌ banyak nama pun bermunculan diawal pasca terpilihnya Jokowi di perideo kedua . Ibarat iklan Sampo , linimasi media online ,cetak dan elektronik NTT di penuhi dengan Promosi Bursa Menteri .
Satu persatu nama bursa menteri pun bermunculan . Sebut saja FB , AHP ,FLR DAN VBL. Mereka ini memang Jagoan dan tokoh politik serta tokoh akademisi masyarakat NTT .kiprah mereka dalam menggeluti dunia masing2 memang tak perlu di ragukan bahkan saya pun ikut bangga dengan Prestasi mereka.
Setidaknya kehadiran mereka menjadi cerminan atas stigma buruk bawah NTT adalah provinsi bodok. Jujur sakit hati rasanya ketika daerah ini yang penuh dengan mutiara dianggap tak berharga hanya perbedaan sektoral, geopolitik ,Geobudaya dan geoekonomi.
Nama bursa menteri dari NTT pun kian mengerucut pasca pidato pamitan Pak VBL yang berpamitan pergi ke Jakarta guna membahas permintaan Pak Jokowi .
Kepergian pak VBL hari ini ke Jakarta soal Kursi menuai dua opsi. Pertama : VBL menolak dengan Alasan Cinta dan ingin mengabdi di NTT dalam rangka membangun Indonesia dari timur. Dan kedua menerima dengan Sikap kenegarawan atas dalil perintah presiden adalah perintah negara dan rakyat .
Dari segi personal, karier politik pak VBL ketika diminta jadi menteri adalah sebuah pencapaian politik yang Baik. Tapi secara komunal dalam kapasitasnya sebagai gubernur yang baru menjabat kurang lebih 1 tahun 40 hari, adalah sebuah kegagalan politik eticks dalam mewujudkan jargon politiknya NTT BANGKIT DAN NTT SEJAHTERA.
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi kep**auan yang mempunyai
1.192 p**au, di mana 432 p**au mempunyai nama dan 44 p**au berpenghuni. Luas
wilayah 2.47.931,54 km2
yang terdiri dari wilayah daratan seluas 47.931,54 km2 dan wilayah lautan seluas 200.000 km2. Secara geografis terletak di sebelah Selatan Khatulistiwa pada posisi 80 β120 Lintang Selatan dan 1180β 1250 Bujur Timur.NTT merupakan wilayah kep**auan yang disatukan Laut Sawu.
Dari segi geografis inilah ,VBL sebagai gubernur NTT mencanangkan program yang orientasi pembangunannya berbasis pada ,pertama, βekonomi biruβ dengan memanfaatkan komoditas unggulan perikanan dan kelautan, seperti garam, rumput laut dan budidaya perikanan serta industri pengolahan hasil-hasil perikanan; kedua, βekonomi hijauβ yang mengandalkan komoditas marungga, jagung, ternak sapi serta industri pakan ternak dan unggas serta industri pengolahan hasil perikanan. Ketiga, βekonomi emasβ dengan
mengandalkan pariwisata sebagai βpenggerak ekonomi. Semua rencana di bentuk terstruktur, masif dan sistematis.
Namun hal ini bertolak belakang dari autput kinerja selama Satu tahun kepemimpinan pak VBL . Sebagai basis argumentasi data maka berikut ini saya paparkan beberapa data.
# Angka kemiskinan 2018 21,09 % atau 1.146.32 Ribu rakyat NTT.
# Angka Indeks pembangunan manusia (Human development index) 63 ,73 % lebih rendah dari standar nasional 70,8%
# 2018 Pendapatan perkapita lebih rendah dari pengeluaran perkapita yaitu -+ 400.000 berbanding -+ 1,6 jt
# Melalui SK NO: 357 /KEP/HK/2018 tentang pemberhentian pemberangkatan pekerja migran yang di framing dalam program moratorium TKI namun data BPS menunjukan angka korban TKI dari Januari_ Agustus adalah 76 orang . Dan masih banyak ketimpangan sosial lain yang masih jauh dari harapan
Program Verbalisme :
# Shopia yang kehilangan jejak dan patut di duga ada black market .
# Buang sampah sembarang di denda 50.000
# English day
# Helikopter Kesehatan
Mungkinkah program Verbalisme ini hanya sebatas kamuflase belaka pasca pidato pamitan Pak VBL ????
* Target pembangunan 2019 dengan APBD 4.959.840.946.400 Triliun
miskin 20%
harapan hidup 66,37 Umur
LPPD 28
# laju inflasi 3%
# indeks gini 0,35 point
Maka sisa lebih pembiayaan (SILPA) yang wajib dikembalikan ke negara berpotensi 30% dari APBD berdasarkan sisa waktu pembangunan dalam setahun ini dengan Pencapaian kerja tahunan.
Untuk menutup ulasan sederhana ini maka muncul pertanyaan reflektif Siapa dan kapan program ini bisa berjalan pasca pamitnya pak VBL ? Walaupun belum tentu diakomodir?
Apakah ini PR yang harus di kerjakan oleh rakyat sendiri ?
Akhirnya saya sampai pada penghujung cerita singkat ini dan menutupnya dengan Manusia adalah serigala bagi manusia lain( Homo homini lupus).