Terate EMAS 1922-2022

Terate EMAS 1922-2022 TERATE EMAS 1922-2022 adalah fanspage resmi PSHT media menjalin silaturohmi INTERNASIONAL

LANJUTAN...                                                                                                            J...
06/01/2023

LANJUTAN... Jiwa patriotisme yang berada di dalam dada beliau tidak rela tanah air tercinta dijajah bangsa lain. Demi memenuhi dharma bhakti kepada bumi pertiwi, setelah membuka tempat latihan di Pilangbango, beliau juga membuka tempat letihan pencak silat di daerah lain, seperti Loceret-Nganjuk, Pare-Kediri dan beberapa kota lain di Jatim.
Kajian data hasil penelusuran yang besumber dari catatan pribadi (buku harian) yang ditulis sendiri oleh Bapak Hardjo Oetomo, juga menyebutkan, beliau membuka latihan pencak silat dengan niat mulia. Yakni, mengembangkan ilmu pencak SH ke masyarakat kecil (rakyat jelata) dan para pejuang perintis kemerdekaan.
Sebelumnya, ada kecenderungan ilmu pencak SH diajarkan kepada kaum bangsawan. Sebut misalnya, kerabat Bupati, Wedana, Mantri Polisi dan masyarakat bedarah biru atau kaum bangsawan.
Dalam stratafikasi sosial masyarakat Jawa, komunitas kaum bangsawan ini biasanya memakai gelar Raden (R) di depan namanya. Misalnya, Raden Mas (RM), Raden Ajeng (RA), Raden Bagus (RB), atau juga Kanjeng Raden Arya Tumenggung (KRAT).
Sejumlah dokumen menyebutkan, terdapat beberapa alasan mendasar yang memantik niat Ki Hadjar Hardjo Oetomo membuka latihan dan mendirikan perguruan pencak silat “baru”. Yakni, terjadi silang pendapat cukup prinsip antara beliau dengan Ki Ngabehi Soerodiwirjo.
Selain alasan tersebut di atas, Hardjo Oetomo tidak sependapat jika ilmu SH diajarkan kepada anak anak Belanda. Sebab hal itu bertentangan dengan prinsip beliau, yang ingin menjadikan pencak silat, sebagai basis pelatihan pemuda dalam rangka menyusun kekuatan melawan penjajah.
Ditengarai, lantaran keberanian Hardjo Oetomo membuka tempat latihan baru ini, beliau dan siswanya sempat diolok-olok sebagai kelompok “SH Murtad”. Artinya tidak setia atau ingkar.

Sejarah SH Terate (Bagian 1) Masa Perintisan PART 1A. MASA PERINTISAN(Tahun 1922 – Tahun 1952 )Tahun 1922Cikal bakal Set...
05/01/2023

Sejarah SH Terate (Bagian 1) Masa Perintisan

PART 1

A. MASA PERINTISAN
(Tahun 1922 – Tahun 1952 )
Tahun 1922

Cikal bakal Setia Hati Terate adalah Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC), perguruan pencak silat yang didirikan oleh Bapak Hardjo Oetomo, warga Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada tahun 1922.
Beliau merupakan murid dari Ki Ngabehi Soerodiwirjo, pendiri aliran pencak silat Setia Hati (SH – lebih dikenal dengan nama SH Winongo), yang berpusat di Desa Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Desa Pilangbango pada era pemerintahan Kolonial Belanda merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Wungu, Madiun (sekarang Desa Pilangbango berubah status menjadi kelurahan, masuk wilayah Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun).
Pada awal perintisan, SH PSC hanya berupa tempat latihan pencak silat yang diikuti oleh sejumlah pemuda dan teman seperjuangan Pak Hardjo Oetomo. Berbekal ilmu pencak silat Djojo Gendilo Ciptomuljo, ciptaan Ki Ngabehi saat beliau berguru di SH Winogo, beliau mengumpulkan pemuda setempat untuk digembleng ilmu kanuragan.
Dokumen yang dimiliki KRAT H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, Ketua Umum Setia Hati Terate Pusat Madiun, menyebutkan, latihan pencak yang digelar Pak Hardjo Oetomo saat itu, secara implisit diformat sebagai ajang pembekalan (basis) pemuda untuk melawan penjajahan Belanda.

BERSAMBUNG...

Semalam, kami mengadakan tasyakuran keceran warga baru PSHT Ranting Jombang (Jember). Ada 24 warga baru. Kegiatan diisi ...
23/08/2022

Semalam, kami mengadakan tasyakuran keceran warga baru PSHT Ranting Jombang (Jember). Ada 24 warga baru. Kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci, shalawatan dengan mahallul qiyam, disela dengan ngaji dan diakhiri dengan doa bersama masyarakat. Tak ada konvoi. Adem ayem. Kebetulan, Mas Mugianto, Ketua Ranting PSHT, adalah aktivis GP Ansor dan Banser Jombang. Kepala Desa Ngampelrejo, Mas Asik, juga siswa PSHT.

Setiap tahun, di bulan Suro (Muharram), pengesahan Warga PSHT ada di puluhan, bahkan ratusan titik. Sebagian ada yang merayakan dengan konvoi, sebagian kecil berakhir ricuh. Sebagian besar tidak. Adem ayem. Damai.

Jika ada yang ricuh, saya turut prihatin dan menyayangkan. Saya mendukung adanya tindakan hukum bagi pelaku, siapapun, baik mungkin warga PSHT atau non-PSHT. Di depan hukum, kita sama. Di beberapa wilayah, beberapa pelaku juga sudah diringkus aparat. Jadi tidak benar apabila ada pembiaran. Demikian p**a di banyak daerah, pihak pimpinan Cabang hingga Ranting juga melakukan antisipasi dan pencegahan internal. Antara lain dengan pembinaan bagi warga yang melakukan tindakan destruktif. Di wilayah eksternal, para pimpinan Cabang PSHT di berbagai daerah melakukan koordinasi pencegahan dan pembinaan internal dengan bekerjasama lintas perguruan. Hasilnya, bentrokan antar pesilat bisa diminimalisir.

Tahun 2000-an hingga awal 2010-an, masih dijumpai insiden bentrok antar oknum PSHT dengan PSHW di Ponorogo dan Madiun, kini sudah nyaris tidak terjadi. Bahkan tugu-tugu perguruan ini, bersanding berselebahan desa. Ketika PHBI, masing-masing perguruan juga saling berlomba mengucapkan selamat dengan foto para pimpinan dan pendiri perguruan. Sebuah hal positif yang layak disyukuri.

Di Tuban, ada wadah Pesilat Siaga, seingat saya, yang berasal dari berbagai unsur perguruan silat. Tujuannya menjalin komunikasi dan merajut harmoni serta pencegahan agar tidak terjadi pertengkaran. Sebuah langkah bagus.

Pesan RM.Imam Koesoepangat(Sang Pandito Wesi Kuning) Tahun 1987:"Dek Besok PSHT Akan Hancur yang Menghancurkan adalah Or...
23/08/2022

Pesan RM.Imam Koesoepangat(Sang Pandito Wesi Kuning) Tahun 1987:"Dek Besok PSHT Akan Hancur yang Menghancurkan adalah Orang PSHT sendiri Tapi Jangan Khawatir setelah itu akan Muncul PSHT yang Lebih Kuat".Luar Biasa Para Leluhur PSHT yg Tahu Sak Jroning Winarah.Pesan itu benar² trjadi.Melalui Prjalanan Panjang Keilmuan PSHT dikaburkan yg diajarkan hanya Fisiknya saja.Ke SH-an disamarkan dengan Ke Organisasian.Banyak Warga PSHT yg Tdk Mengenal Dirinya Sendiri dan S**a Mencari Kesalahan Liyane Persaudaraan Hanya Menjadi Sebuah Pajangan tidak diamalkan dan inilah Kodrat Alam Trus Bagaimana dgn Kita Trmasuk Saya???Jika Diam Kau Anggap Bijak Maka Lakukanlah Tapi Jika Bijak itu DiInjak Maka Bicaralah Agar Mereka Diam dan Saya Memilih Diam Karena Saya Tidak Paham tentang Apa yg Sebenar-Benarnya Terjadi Biarlah Mereka² yg BerSemboyan,"Netral Bukan Pilihan atau Persaudaraan adalah Pilihan sdngkan Aku Disini Duduk Termangu Seraya Berdoa Semoga di Pringatan 1 Abad PSHT(100 Tahun Terate Emas 2022)PSHT smakin Kuat Bersatu Sprti yg dikatakan RM.Imam Koesoepangat
Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh
Enom
PersaudaraaN🙏

Kado SATU abad untuk PSHT TERATE EMASPSHT JAYA.....
18/08/2022

Kado SATU abad untuk PSHT

TERATE EMAS

PSHT JAYA.....

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI ) masa bakti 2021-2025 Prabowo Subiantomengapresiasi pr...
18/08/2022

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI ) masa bakti 2021-2025 Prabowo Subiantomengapresiasi prestasi para pesilat Indonesia di ajang The 19th World Pencak Silat Championship 2022.

Indonesia membawa p**ang total 11 medali emas, sembilan perak, dan delapan perunggu, sekaligus menjadi juara umum pada ajang yang digelar di Melaka, Malaysia, 25-31 Juli 2022.Prabowo yang juga Presiden International Pencak Silat Federation atau Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) mengatakan perolehan ini adalah kebanggaan yang besar bagi bangsa Indonesia.

“Saya mengucapkan rasa hormat saya kepada seluruh atlet yang sudah menyelesaikan kejuaraan ini dengan keberanian, sportivitas, dan semangat pendekar pencak silat. Selamat kepada para juara dalam kompetisi ini,” kata Prabowo selaku Presiden Persilat pada Minggu, saat memberikan sambutan penutup The 19th World Pencak Silat Championship.

Rasa bangga untuk pesilat indonesia KHUSUSNYA PSHT yang telah menjadi JUARA UMUM NYA...

DUMB

PART 3SEJARAH PSHTSetelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap sebagai warga atau saudara SH ...
17/08/2022

PART 3

SEJARAH PSHT
Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap sebagai warga atau saudara SH adalah apabila ia telah melakukan pengesahan yang dikecer oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara SH yang “terbaik dari yang terbaik” yang dipilih melalui musyawarah saudara-saudara SH. Proses kecer tersebut berlangsung pada bulan Syura. Adapun sarat yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain: Ayam jago, mori, pisang, sirih, dan lain sebagainya sarat-sarat yang telah ditentukan.

Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi pengisian dan gemblengan jasmani dan rohani dan ilmu ke-SH-an serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk secara mendalam dan luas. Saudara SH yang baru disahkan tersebut, dalam tingkatan ilmu disebut sebagai saudara tingkat I (erste trap). Pada Persaudaraan Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga jenis tingkatan saudara yaitu saudara SH Tingkat I (ester trap), Tingkat II (twede trap), tingkat III (derde trap).

Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang merupakan warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di erste trap serta pelajaran ilmu ke-SH-an yang dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap. Jurus-jurus tersebut merupakan ramuan dari beberapa aliran pencak silat yang berada di nusantara, di antaranya dari Jawa Barat, Betawi (Jakarta), dan Minangkabau.

Khadang SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam. Secara administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun 1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 – 1999 sebanyak 108.267

PART2 SEJARAH PSHTTahun 1925, ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padan...
17/08/2022

PART2

SEJARAH PSHT
Tahun 1925, ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15 tahun. SH PSC dibubarkan Belanda karena terdapat nama “pencak”. Setelah p**ang dari masa tahanan mengaktifkan kembali SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan, kata “pencak” pada SH PSC menjadi “pemuda”. Kata “pemuda” semata-mata hanya untuk mengelabui Belanda agar tidak dibubarkan. Bertahan sampai tahun 1942 bersamaan dengan datangnya Jepang ke Indonesia.

Tahun 1942, atas usul saudara SH PSC Soeratno Soerengpati tokoh pergerakan Indonesia Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah menjadi Setia Hati Terate. Pada waktu itu SH Terate bersifat perguruan tanpa organisasi.

Tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono,dan lain-lain mengadakan konferensi di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di desa Pilangbango, Madiun. Hasil konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang dulunya bersifat perguruan diubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dengan diketuai oleh Oetomo Mangkoewidjojo dengan wakilnya Darsono. Kemudian secara berturut-turut:

· Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.
· Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
· Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Badini.
· Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.
· Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai sekarang.
Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati “Terate” ini, sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut disebut sebagai siswa atau calon saudara.

Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih/warga (saudara SH) juga mmbrikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada para siswa.BERSAMBUNG

PART 1SEJARAH PSHTJiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah seorang Saudara Tertua Se...
17/08/2022

PART 1

SEJARAH PSHT

Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah seorang Saudara Tertua Setia Hati, dengan bantuan teman-temannya dari Pilang Bango, Madiun dengan berani menghadang kereta api yang lewat membawa tentara Belanda atau mengangkut perbekalan militer. Penghadangan, pelemparan, dan perusakkan yang terjadi berulang-ulang sampai akhirnya ia ditangkap PID Belanda dan mendapat hukuman kurungan di penjara Cipinang dan dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Setelah dibebaskan, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club yang kemudian mengaktifkan kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate.

Persaudaraan Setia Hati Terate dalam perkembangannya dibesarkan oleh RM Imam Koesoepangat murid dari Mohammad Irsyad kadhang (saudara) Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) yang merupakan murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Sebelum menjadi kadhang SH dan mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng Madiun. Tidak betah menjadi guru, bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Tahun 1906 keluar dari PJKA dan bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun 1916 bekerja di pabrik gula Redjo Agung Madiun. Tahun 1917 masuk menjadi saudara SH dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo, pendiri Persaudaran Setia Hati. Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun hingga menjabat Hoof Komisaris. Tahun 1922 bergabung dengan Sarekat Islam dan mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun, yang kemudian berkembang sampai ke daerah Nganjuk, Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo, dan Yogyakarta. BERSAMBUNG

Address

Jln. Merak No 10 Nambangan Kidul
Madiun
63128

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Terate EMAS 1922-2022 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Terate EMAS 1922-2022:

Share