STAHN Gde Pudja Mataram

STAHN Gde Pudja Mataram Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri yang diselenggarakan di bawah Kementerian Agama RI

Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu di Bawah Naungan Kementerian Agama RI.

Selamat Ulang Tahun yang ke 49 kepada Yth. Ibu Ketua STAHN GDE PUDJA MATARAM: Dr. Ni Putu Listiawati, SE, Ak, MM semoga ...
15/10/2015

Selamat Ulang Tahun yang ke 49 kepada Yth. Ibu Ketua STAHN GDE PUDJA MATARAM: Dr. Ni Putu Listiawati, SE, Ak, MM semoga panjang umur dan sehat selalu sehingga dapat membawa kemajuan kampus tercinta.

07/09/2015

Om Swastyastu. Berikut nama-nama mahasiswa yang belum mengembalikan KRS yang sudah disetujui dosen pembimbing ke Sub Bag. Akademik (Validasi) per tanggal 7-9-2015 09.00 WITA. Bagi nama yang tersebut di bawah harap segera melakukan validasi KRS agar nama Anda dapat diinputkan ke jadwal Kuliah. Terima Kasih.

Brosur PMB 2015
27/04/2015

Brosur PMB 2015

17/02/2015

Dapatkan informasi terbaru mengenai Sistem Informasi Akademik STAHN Gde Pudja Mataram.

Layanan Teknologi Informasi STAHN Gde Pudja Mataram

19/05/2014

Tentang Hari Raya Nyepi Caka 1936

19/05/2014

Tentang Hari Raya Nyepi Caka 1936

30/03/2014

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.

Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering p**a digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti: naga, gajah, garuda, Widyadari, bahkan dewa. Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. Terkait hal ini, ada p**a yang berbau politik atau SARA walaupun sebetulnya hal ini menyimpang dari prinsip dasar Ogoh-ogoh. Contohnya Ogoh-ogoh yang menggambarkan seorang teroris.

Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.

Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.

sumber: wikipedia.org

(post by: jnt)

30/03/2014

Hari raya Nyepi adalah perayaan hari tahun baru saka yang jatuh pada penanggal apisan sasih Kedasa (eka sukla paksa Waisak) sehari setelah tilem Kesanga (panca dasi Krsna Paksa Caitra). Hakekatnya adalah sebagai penyucian bhuwana agung dan bhuwana alit (makro dan mikrokosmos) untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan satyam (kebenaran), siwam (kesucian), dan sundaram (keharmonisan/ keindahan).

Rangkaian Hari Raya Nyepi terdiri dari:
Melasti.
Melasti disebut juga melis atau mekiyis bertujuan untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci (angemet tirta amerta) untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber/ mata air yang disucikan. Bagi pura yang memiliki pratima atau pralingga seyogyanya mengusungnya ke tempat patirtan tersebut di atas. Pelaksanaan secara ini dapat dilakukan beberapa hari sebelum tawur.

Tawur.
Upacara tawur bertujuan untuk menyucikan dan mengembalikan keseimbangan bhuwana agung dan bhuwana alit baik sekala maupun niskala. Upacara ini dilakukan pada sandikala (pagi, tengah hari, sore). Tilem Caitra, sehari sebelum hari raya Nyepi.
Catatan :
Ketentuan upakara atau sesajen melasti dan tawur di atas melengkapi ketetapan-ketetapan pelaksanaan Nyepi terdahulu, yang disesuaikan dengan desa, kala, patra, (daerah/ tempat, waktu, dan keadaan).

Hari raya Nyepi.
Sesuai dengan hakekat hari raya Nyepi maka umat Hindu wajib melakukan tapa, yoga, dan semadi. Brata tersebut didukung dengan catur brata Nyepi, sebagai berikut:
1. Amati Geni, tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
2. Amati Karya, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.
3. Amati Lelungaan, yaitu tidak bepergian melainkan melakukan mawas diri.
4. Amati Lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ngembak Geni.
Hari Ngembak Geni jatuh sehari setelah Hari Raya Nyepi sebagai hari berakhirnya brata Nyepi.
Hari ini dapat dipergunakan melaksanakan dharma santi baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

(by: jnt)

Rapat Kerja STAHN Gde Pudja Mataram T.A. 2014 di The Santosa Villas and Resort
24/03/2014

Rapat Kerja STAHN Gde Pudja Mataram T.A. 2014 di The Santosa Villas and Resort

12/03/2014

Rahajeng Raina Pagerwesi antuk umat sedharma sareng sinamian, Buda Kliwon Wuku Shinta, 12 Maret 2014

Peringatan Hari Raya Saraswati dan Piodalan Pura Saraswati STAHN Gde Pudja Mataram, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, 08...
11/03/2014

Peringatan Hari Raya Saraswati dan Piodalan Pura Saraswati STAHN Gde Pudja Mataram, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, 08 Maret 2014

Address

Jalan Pancaka No. 7 B
Mataram
83126

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

0370628382

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when STAHN Gde Pudja Mataram posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to STAHN Gde Pudja Mataram:

Share