Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Dosen Polbangtan Kementan Asesmen Lapangan Penelitian Model Ekosistem Bisnis Kelembagaan Petani Sawit Berkelanjutan di  ...
11/05/2026

Dosen Polbangtan Kementan Asesmen Lapangan Penelitian Model Ekosistem Bisnis Kelembagaan Petani Sawit Berkelanjutan di Langkat

Langkat - Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Medan terus mendorong penguatan kelembagaan ekonomi petani sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan penelitian dosen Polbangtan Medan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Tim Peneliti Dosen Polbangtan Medan yang diketuai oleh Yuliana Kansrini asesmen lapangan penelitian berjudul “Model Ekosistem Bisnis Pemberdayaan Kelembagaan Ekonomi Petani Kelapa Sawit Mendukung Perkebunan Berkelanjutan di Kabupaten Langkat.” pada Jumat (08/05/2026) dan Sabtu (09/05/2026).

Penelitian ini dilakukan untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian terkait penerapan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan serta hilirisasi komoditas perkebunan.

Ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan bahwa penelitian dan inovasi dari perguruan tinggi pertanian, termasuk dosen Polbangtan, memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan dan hilirisasi pertanian nasional.

“Pertanian tidak mungkin maju tanpa inovasi. Karena itu, hasil penelitian kampus harus mampu menjawab kebutuhan petani dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penelitian dosen Polbangtan di bidang perkebunan kelapa sawit merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan pertanian modern, berkelanjutan, dan berbasis inovasi.

Menurutnya, riset yang dilakukan dosen tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata bagi peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional.

Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin yang menyampaikan penelitian dosen Polbangtan harus mampu menjawab tantangan perkebunan sawit saat ini, mulai dari peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, hingga penguatan kapasitas SDM perkebunan. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan langsung di lapangan sehingga memberi manfaat nyata bagi petani dan industri sawit nasional.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan kelembagaan memiliki peran penting dalam sistem agribisnis karena mampu menghubungkan berbagai aktor yang terlibat, mulai dari petani, koperasi, pedagang pengumpul, pabrik pengolahan, lembaga keuangan hingga penyuluh pertanian.

“Kelembagaan agribisnis yang kuat diharapkan mampu menciptakan sistem yang terintegrasi dan efisien sehingga nilai tambah yang dihasilkan dapat terdistribusi secara lebih adil. Koperasi sebagai kelembagaan ekonomi petani memiliki potensi strategis dalam memperkuat posisi petani dalam rantai nilai,” ujarnya.

Ketua Tim Peneliti, Yuliana Kansrini mengatakan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sikap serta motivasi petani dalam bergabung pada kelembagaan ekonomi petani kelapa sawit di Kabupaten Langkat.

“Selain itu, penelitian juga mengkaji bentuk dan tingkat partisipasi petani, peran kelembagaan ekonomi petani, model ekosistem bisnis kelapa sawit yang mendukung penguatan kelembagaan, hingga analisis rantai nilai komoditas kelapa sawit dan pendapatan petani,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim peneliti yang terdiri dari Yuliana Kansrini., Puji Wahyu Mulyani., Endang Lumban Tobing, dan Ponimin, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Langkat di Stabat, Kabupaten Langkat.

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti melakukan asesmen lapangan guna mengidentifikasi kondisi faktual koperasi dan menyampaikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan melibatkan anggota koperasi dan petani kelapa sawit setempat melalui sejumlah kunjungan dan pertemuan lanjutan.

Salah satu anggota tim peneliti, Puji Wahyu Mulyani. menjelaskan bahwa model ekosistem bisnis yang dikembangkan berorientasi pada keberlanjutan dengan menekankan penguatan organisasi petani, akses permodalan, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta sistem pemasaran yang adil.

“Model ekosistem bisnis pemberdayaan kelembagaan ekonomi petani kelapa sawit di Kabupaten Langkat merupakan langkah nyata menuju perkebunan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Langkat berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sawit rakyat yang modern, adil, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Melalui penelitian ini, Polbangtan Medan berharap dapat menghasilkan rekomendasi model pemberdayaan kelembagaan ekonomi petani yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sawit sekaligus mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan di Indonesia.

Polbangtan Launching Kegiatan RABU POSKO sebagai Wadah Edukasi dan Inspirasi Laboratorium Penyuluhan Polbangtan MedanMED...
11/05/2026

Polbangtan Launching Kegiatan RABU POSKO sebagai Wadah Edukasi dan Inspirasi Laboratorium Penyuluhan Polbangtan Medan

MEDAN – Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melalui BPP Model Kostratani Laboratorium Penyuluhan Pertanian resmi meluncurkan kegiatan rutin Rabu Posko pada Rabu (7/05/2026) sebagai forum diseminasi inovasi, koordinasi, konsolidasi, dan evaluasi bidang pertanian.

Program ini menjadi model percontohan dalam memperkuat peran Kostratani sebagai pusat data, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, serta pusat jejaring kemitraan pertanian.

Kegiatan launching dihadiri Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap beserta jajaran pimpinan, dosen, PLP, mahasiswa, dan penyuluh pertanian yang mengikuti secara luring maupun daring.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di beberapa waktu yang mengatakan diseminasi inovasi pertanian harus menjadi gerakan nyata yang mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.

“Politeknik Pembangunan Pertanian memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia sekaligus jembatan penyebarluasan teknologi dan inovasi pertanian modern. Saya berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di kampus, tetapi dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala BPPSDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan kegiatan diseminasi inovasi pertanian di Polbangtan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi pertanian modern.

“Melalui diseminasi ini, hasil riset, teknologi, dan praktik pertanian cerdas dapat diterapkan langsung oleh mahasiswa, petani, penyuluh, hingga masyarakat luas sehingga inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi dampak nyata di lapangan,” imbuhnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan Pusdik Pertanian erus mendorong Polbangtan menjadi pusat pengembangan SDM pertanian yang adaptif, profesional, serta mampu melahirkan generasi muda pertanian yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Medan menegaskan bahwa Rabu Posko merupakan langkah strategis untuk memastikan diseminasi inovasi pertanian berjalan efektif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun komunikasi yang lebih intensif antara akademisi, penyuluh, petani, dan pemerintah daerah, sehingga setiap kebijakan dan inovasi pertanian dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Wakil Direktur I Polbangtan Medan.

Kepala Laboratorium Penyuluhan Pertanian Puji Wahyu Mulyani menyampaikan bahwa agenda Rabu Posko akan meliputi pemaparan teknologi pertanian terbaru, strategi peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap Rabu minggu pertama setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.

Pada sharing session perdana, hadir narasumber Mukhtar Yusuf dan Makruf Wicaksono yang membawakan tema “Inovasi Digitalisasi Budidaya Pertanian Mendukung Smart Farming dan Adaptasi Perubahan Iklim”.

Melalui peluncuran Rabu Posko, Polbangtan Medan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas penyuluhan pertanian serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Polbangtan Kementan Gelar Milenial Agriculture Forum, Perkuat Peran Pemuda Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi Terbaru...
02/05/2026

Polbangtan Kementan Gelar Milenial Agriculture Forum, Perkuat Peran Pemuda Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi Terbarukan

Medan, – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menyelenggarakan kegiatan Milenial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 18. Kegiatan yang dilaksanakan secara online bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, dengan mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan dan Energi Terbarukan”.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha tani se-Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta berhak mendapatkan sertifikat elektronik secara cuma-cuma dan berkesempatan memenangkan hadiah undian.

Forum yang dipandu oleh Sri Rahmadayani Setiawati dan Farhan Ammar ini menghadirkan dua pembicara ahli, yaitu Taufiq Bin Nur dari Universitas Sumatera Utara dan Sukmi Alkausar selaku Direktur Aliansi Organis Indonesia. Diskusi dipimpin oleh Moderator Abrar Ashari Siregar selaku Penyuluh Pertanian Provinsi Sumatera Utara.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam sambutan tertulisnya menegaskan pertanian adalah tulang punggung kemakmuran dan kedaulatan bangsa. Sumber daya alam yang Tuhan karuniakan di tanah air kita harus dikelola dengan akal sehat dan teknologi tepat guna.

"Generasi muda pertanian adalah penggerak utama perubahan. Gabungkan ilmu pengetahuan dengan semangat kewirausahaan, ubah lahan menjadi sumber penghasil pangan dan penghasil energi. Indonesia wajib berdiri tegak di atas kekuatan pangan dan energinya sendiri," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, dalam pemaparan utamanya menyatakan bahwa dunia saat ini menghadapi krisis pangan yang serius. Berdasarkan data FAO tahun 2023, terdapat 58 negara yang mengalami kelaparan parah dan 725 juta penduduk dunia kekurangan gizi, dengan 55% di antaranya berada di kawasan Asia. Di Indonesia sendiri, 7-16% penduduk berisiko mengalami kelaparan dan 21,5% balita mengalami pertumbuhan terhambat.

"Kondisi ini menuntut kita untuk terus berinovasi mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya hayati. Pengembangan energi terbarukan dari sektor pertanian seperti biogas dari kotoran ternak, minyak nabati dari kelapa sawit, serta etanol dan biomassa menjadi solusi ganda yang menjamin ketahanan pangan sekaligus kemandirian energi," katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menambahkan bahwa tantangan perubahan iklim dan ketidakseimbangan pasokan energi mengharuskan kita melakukan transformasi besar dalam pengelolaan pertanian. Strategi utama yang kami dorong meliputi peningkatan hasil dan pembaruan sistem usahatani, penerapan pertanian cerdas berbasis teknologi informasi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Melalui wadah seperti Milenial Agriculture Forum, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pemuda adalah tulang punggung pembangunan. Keberhasilan mengubah tantangan menjadi peluang bergantung pada kemampuan kita membentuk generasi yang cerdas, terampil, dan berkarakter pengabdi," kata Amin.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, dalam sambutannya menyampaikan komitmen lembaganya bahwa Sumatera Utara memiliki potensi agronomis yang sangat besar.

"Polbangtan Medan hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik. Melalui Milenial Agriculture Forum, kami ingin menanamkan keyakinan kepada seluruh peserta bahwa pertanian adalah peluang usaha yang menjanjikan," kata Nurliana.

"Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian tidak hanya akan menjamin kecukupan pangan, tetapi juga dapat berkontribusi besar dalam penyediaan energi terbarukan bagi masyarakat," tambahnya.

_Kajian Ilmiah: Potensi BIomassa Pertanian Sebagai Sumber Energi Baharu_

Dalam pemaparannya, Taufiq Bin Nur memaparkan data ketahanan energi nasional. Berdasarkan data Statistik Energi Kementerian ESDM, pada periode 2019–2024, pasokan energi primer Indonesia masih sangat bergantung pada minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Sementara itu, kontribusi Energi Baharu dan Terbarukan (EBT) baru mencapai 308,2 Juta Barel Minyak Setara pada tahun 2024.

Kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional juga masih didominasi oleh pembangkit tenaga uap berbahan bakar batu bara. Meskipun demikian, perkembangan pembangkit berbasis EBT menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. Pada tahun 2022, kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 14 Gigawatt, yang didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Panas Bumi. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2021–2030, Pemerintah menargetkan komposisi EBT mencapai 45% dari bauran energi nasional.

Sebagai solusi strategis, Taufiq mengusung konversi limbah biomassa pertanian melalui teknologi Pemecahan Panas (Pirolisis) dan Pembakaran Tidak Sempurna (Gasifikasi). Khususnya di Provinsi Sumatera Utara, limbah kelapa sawit menjadi potensi yang sangat besar. Hasil uji laboratorium menunjukkan, tandan buah kosong dan serbuk gergaji kelapa sawit memiliki nilai kalor bersih masing-masing 17.819,66 kJ/kg dan 17.200,42 kJ/kg, sehingga layak diolah menjadi bahan bakar padat maupun cair.

_Pemanfaatan Limbah Untuk Kesejahteraan Petani_

Sementara itu, Sukmi Alkausar menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya pertanian tidak hanya bertujuan untuk ketahanan energi, melainkan juga peningkatan pendapatan pelaku usaha. Dalam kajiannya yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Hasil Pertanian untuk Nilai Tambah Ekonomi”, dijelaskan bahwa selama ini limbah pasca panen hanya dianggap sebagai beban lingkungan. Padahal, melalui rekayasa proses sederhana, bahan sisa tersebut dapat diubah menjadi pupuk organik, pakan ternak, hingga bahan baku industri.

“Di Sumatera Utara, perkebunan dan pertanian pangan menghasilkan ratusan ribu ton limbah setiap tahunnya. Jika diolah dengan sistem yang terstruktur, hal ini akan menciptakan mata rantai ekonomi baru. Petani tidak hanya menjual hasil utama, tetapi juga memanfaatkan sisanya menjadi komoditas bernilai jual,” jelas Sukmi.

Penerapan sistem terpadu pertanian-energi diharapkan dapat menekan biaya operasional usaha tani. Dengan menyediakan kebutuhan energi sendiri, ketergantungan pada bahan bakar minyak yang harganya berfluktuasi dapat dikurangi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana penyebaran informasi, pembentukan jejaring, dan pendorong semangat kewirausahaan di kalangan pemuda. Melalui peningkatan wawasan dan keterampilan, diharapkan akan lahir gagasan-gagasan inovatif yang dapat diwujudkan di tingkat lapangan guna mendukung program pembangunan pertanian nasional.

✨ SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2026 ✨Seperti yang disampaikan oleh Dr. Nurliana Harahap, SP, M.Si (Direktur Po...
02/05/2026

✨ SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2026 ✨

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Nurliana Harahap, SP, M.Si (Direktur Polbangtan Medan):

"Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup."

Pendidikan Pertanian bukan sekadar pengetahuan, melainkan pengabdian untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Polbangtan Medan terus berkomitmen menjadi lembaga yang INKLUSIF, PROFESIONAL, dan MODERN dalam mencetak SDM pertanian unggul.

Terima kasih kepada seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terus berjuang memajukan dunia pendidikan.

Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 🚜🌾Pekerja adalah tulang punggung kemajuan bangsa. Khususnya di sektor pertan...
01/05/2026

Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 🚜🌾

Pekerja adalah tulang punggung kemajuan bangsa. Khususnya di sektor pertanian, setiap tetes keringat buruh tani adalah wujud pengabdian untuk ketahanan pangan Indonesia.

Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan seluruh insan pertanian. Semoga kesejahteraan, keadilan, dan perlindungan hak senantiasa menyertaimu.

Dari Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

30/04/2026

Tanam Serempak di Kabupaten Tapanuli Selatan

Gerakan Tanam Serentak Diperkuat, Kementan Dorong Percepatan Produksi Pertanian NasionalBatu Bara - Dalam rangka menduku...
30/04/2026

Gerakan Tanam Serentak Diperkuat, Kementan Dorong Percepatan Produksi Pertanian Nasional

Batu Bara - Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan gerakan tanam serentak yang dilaksanakan di Desa Pematang Cekering, Kecamatan Medang Deras, Kabupatan Batu Bara, Sumut (30/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan tanam serempak 50.000 ha yanng dilaksanakan di 25 provinsi di Indonesia. Kegiatan tanam dipusatkan di Sumatera Barat yang dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM), Idha Widi Arsanti.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam serentak menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi nasional di tengah tantangan global dan iklim.

Percepatan tanam tersebut dilakukan untuk memastikan proses tanam berjalan serentak di berbagai wilayah, sehingga produksi tetap terjaga dan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi yang mewakili Menteri Pertanian menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan produksi pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Badan turut memberikan arahan yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan petani, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta peningkatan efektivitas pendampingan di lapangan oleh seluruh jajaran terkait.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara kepala daerah dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian terkait kondisi pertanian di daerah. Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai isu strategis, antara lain kebutuhan sarana dan prasarana bagi petani dalam menghadapi musim kemarau, serta upaya rehabilitasi lahan sawah di wilayah yang terdampak bencana. Diskusi ini menjadi langkah penting dalam merumuskan strategi menjaga keberlanjutan produksi pertanian daerah.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan bahwa keberhasilan gerakan tanam serempak tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh, serta petani menjadi kunci utama dalam percepatan luas tambah tanam dan optimalisasi lahan pertanian.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan gerakan tanam serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh lahan yang telah diolah dapat segera ditanami dan produktif. Kolaborasi ini juga memperkuat pendampingan di lapangan sehingga berbagai kendala teknis dapat diselesaikan secara cepat dan terintegrasi.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penanaman padi secara serentak menggunakan rice transplanter yang melibatkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, Camat Medang Deras, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ketua Tim Kerja (Katimker), serta kelompok tani setempat.

Penanaman ini menjadi simbol dimulainya gerakan tanam serentak sekaligus wujud nyata sinergi antara pemerintah dan petani dalam mendukung peningkatan produksi pertanian nasional.

Polbangtan Kementan Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Dosen dalam Integrasi Kewirausahaan PertanianMedan — Kementerian ...
29/04/2026

Polbangtan Kementan Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Dosen dalam Integrasi Kewirausahaan Pertanian

Medan — Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Medan (Polbangtan Medan) bekerja sama dengan salah satu yayasan internasional yaitu LDC Foundation Enterprise menggelar workshop peningkatan kapasitas dan perspektif bagi seluruh dosen, Rabu (29/04). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi pertanian yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan visi menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang agronomi, tetapi juga tangguh sebagai agripreneur. Untuk mencapai profil lulusan tersebut, dibutuhkan kesamaan perspektif dan komitmen dari seluruh dosen dalam mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam proses pembelajaran, tanpa memandang latar belakang akademis maupun bidang keilmuan.

Ini sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan merupakan langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Menurutnya, dosen dan tenaga pendidik merupakan pilar utama dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan, penelitian, serta publikasi ilmiah harus terus didorong agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Badan PPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan peningkatan kapasitas SDM, termasuk dosen, menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Dosen Polbangtan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjawab tantangan pertanian modern,” tegasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan saat ini, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan serta mengadopsi metode pembelajaran modern di kalangan dosen.

Oleh karena itu, sambung Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan melalui workshop ini, Polbangtan Medan berupaya membangun visi institusional bersama sekaligus memperkuat kapasitas dosen dalam mengintegrasikan aspek kewirausahaan ke dalam setiap mata kuliah.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat legitimasi inisiatif pengembangan kurikulum melalui keselarasan yang lebih erat dengan kebutuhan industri serta kebijakan pemerintah di sektor pertanian,” ujarnya.

Secara umum, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan perspektif bersama seluruh dosen dalam mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam pembelajaran guna menghasilkan lulusan dengan profil agripreneurial.

Secara khusus, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada dosen terkait proses pendirian usaha pertanian, karakter dan pola pikir yang dibutuhkan sebagai seorang agripreneur, serta keterkaitan kewirausahaan dengan berbagai mata kuliah yang diajarkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen Polbangtan Medan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa di sektor pertanian.

🌾🌽🥬✨👩🏼‍🌾🧑🏻‍🌾Hallo…   dan  Dibuka untuk umum dan dapatkan free certificate Yuk ikut bergabung dalam MAF Polbangtan Medan ...
29/04/2026

🌾🌽🥬✨👩🏼‍🌾🧑🏻‍🌾
Hallo…
dan
Dibuka untuk umum dan dapatkan free certificate
Yuk ikut bergabung dalam MAF Polbangtan Medan Vol 7 Edisi 18.

Tema : “Optimalisasi Sumber Daya Pertanian dalam mewujudkan Swasembada Pangan dan Energi Terbarukan”

🎤_Opening Speech:_
Dr.Idha Widi Arsanti, S.P.,M.P.
(Kepala BPPSDMP Kementan)

🎤_Closing statement:_
Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si.
(Kepala Pusdiktan)

🎤_Sambutan:_
Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si.
(Direktur Polbangtan Medan)

_Narasumber:_
1. Dr.Eng. Ir. Taufiq Bin Nur, S.T., M.Eng.Sc*
(Dosen Teknik Mesin USU)

2. Sukmi Alkausar, S. Pt
(Director Aliansi Organis Indonesia (AOI))

_Moderator :_
Abrar Ashari Siregar, S. Tr. P
(Penyuluh Pertanian Sumatera Utara)

_Save the date:_
🗓️ Sabtu, 2 Mei 2026
🕥 Pukul: 08.00 WIB - Selesai
⌨️ Meeting ID Zoom: 455 256 5045
🔑 Passcode: MAFMEDAN
🌎 Zoom Meeting:
https://url-shortener.me/ATHP
🎥 Youtube: Pusat Pendidikan Pertanian
👩🏼‍🌾🧑🏻‍🌾

29/04/2026

✨ IBADAH PADANG STM IMANUEL POLBANGTAN MEDAN ✨

📅 Hari/Tanggal: Minggu, 27 April 2026
📍 Tempat: Monako Park
🎯 Tema: “One in Christ”

Bersatu di dalam Kristus, itulah yang menjadi semangat kita hari ini 🙏✨ Seluruh mahasiswa Kristen STM Imanuel Polbangtan Medan dari tingkat 1 sampai 4 berkumpul di Monako Park, bukan hanya sebagai sesama pelajar, melainkan sebagai satu keluarga besar di dalam iman.

Perbedaan angkatan, latar belakang, dan kisah perjalanan hidup tidak lagi menjadi pemisah — di dalam Kristus kita dipersatukan, menjadi satu tubuh yang saling menguatkan, saling mengasihi, dan saling melengkapi. Ibadah di alam terbuka ini menjadi momen yang indah untuk bersyukur, berdoa, serta mempererat persekutuan, mengingat bahwa kita semua adalah ciptaan-Nya yang dikasihi dan dipanggil untuk hidup dalam kesatuan.

Semoga persekutuan yang terjalin hari ini senantiasa terpelihara, dan semoga kita terus hidup sesuai dengan panggilan-Nya, sebagai saksi kasih Allah di mana pun kita berada. Tuhan memberkati kita semua 🤍

"Sebab sama-sama kamu telah dibaptis dalam satu Roh, untuk menjadi satu tubuh, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik orang hamba, maupun orang merdeka, dan kamu semua telah diberi minum dari satu Roh."
— 1 Korintus 12:13

Address

Jalan Binjai Km. 10 Tromol Pos 18
Medan

Website

https://www.polbangtanmedan.ac.id/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Politeknik Pembangunan Pertanian Medan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Politeknik Pembangunan Pertanian Medan:

Share