23/02/2025
*BNIS Retail Report 02.24.25*
*Global Overnight Review*
*Wall Street Turun Tajam Akibat Meningkatnya Kekhawatiran Ekonomi dan Tarif.* Bursa saham AS (Wall Street) mengalami penurunan tajam pada Jumat (21/1), memperpanjang tren pelemahan setelah laporan ekonomi yang kurang baik. Indeks Dow Jones (DJIA) merosot 1,69%, S&P 500 turun 1,71% dan Nasdaq Composite melemah 2,20%. Penurunan Wall Street terjadi di tengah kekhawatiran terkait tarif baru serta melemahnya permintaan konsumen, mengakhiri pekan perdagangan yang dipersingkat oleh libur nasional dengan kinerja negatif. Laporan ekonomi menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis AS dan memburuknya sentimen konsumen, survei melaporkan prospek yang semakin lemah di tengah ketidakpastian ekonomi. Saham juga melemah 2,9%, dengan seluruh anggota "Magnificent Seven" berada di zona merah. Nvidia, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan minggu depan, anjlok 4,1%. Pada pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif baru untuk kayu dan produk hutan, di samping bea masuk yang sebelumnya.
*Bursa Asia Turun Jumat (21/2), Investor Pantau Inflasi Jepang dan Tarif Trump.* Pasar saham Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada Jumat (21/2), seiring investor mencerna data inflasi dari Jepang. Sementara ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump menekan sentimen pasar. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,26%, dan Topix menguat 0,07%. Inflasi Jepang pada Januari naik menjadi 4%, mencapai level tertinggi sejak Jan-23. Sementara itu, inflasi inti -yang tidak mencakup harga makanan segar- naik menjadi 3,2%, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebesar 3,1%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,02%, dan Kosdaq naik 0,83%. Di Hong Kong, Hang Seng melesat 3,99%. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,32%. Di daratan China, indeks Shanghai Composite naik 0,85%, CSI 300 menguat 1,26% dan Taiex Taiwan naik 1,03% setelah indeks saham China yang terdaftar di AS naik karena Alibaba Group Holding Ltd. mengumumkan laju pertumbuhan pendapatan tercepat dalam lebih dari setahun.
(Source: Investor Daily, Bloomberg)
*IHSG Technical View*
IHSG kemarin ditutup naik 0.22%, tapi disertai dengan net sell asing ~683 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBNI, BMRI, BBCA, dan BRMS.
IHSG hari ini berpotensi koreksi kembali seiring koreksi dalam di bursa US Jumat lalu.
Support IHSG: 6630-6730
Resist IHSG: 6830-6880
*Trading Idea hari ini: BRMS, PSAB, ANTM, ADRO, RATU, dan EXCL*
BRMS Spec Buy dengan area beli di 416, cutloss jika break di bawah 412. Jika tidak break di bawah 412, potensi naik ke 420-426 short term.
PSAB Buy on Weakness dengan area beli di 286, cutloss jika break di bawah 284. Jika tidak break di bawah 284, potensi naik ke 296-300 short term.
ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 1610, cutloss jika break di bawah 1600. Jika tidak break di bawah 1600, potensi naik ke 1640-1660 short term.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2170, cutloss jika break di bawah 2150. Jika tidak break di bawah 2150, potensi naik ke 2200-2220 short term.
RATU Buy on Weakness dengan area beli di 8550, cutloss jika break di bawah 8450. Jika tidak break di bawah 8450, potensi naik ke 8675-8800 short term.
EXCL Spec Buy dengan area beli di 2250, cutloss jika break di bawah 2230. Jika tidak break di bawah 2230, potensi naik ke 2270-2290 short term.
Semoga bermanfaat.
F***y Suherman, CFP
Head of Retail Research Analyst
=================
BNI Sekuritas
All Rights reserved
Disclaimer on