26/04/2016
Copas dari sebelah.
Seorang dokter di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia sangat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran.
Dia adalah seorang dokter neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan pengobatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan "Pengobatan Melalui Al-Quran".
Ulasan pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan sesuai apa yang ada di dalam Al-quran. Diantara cara-cara yang digunakan adalah berpuasa, mengunakan madu, biji hitam (Blackseed) dan sebagainya.
Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka dokter tersebut mengatakan bahwa saat ia melakukan penelitian urat saraf, ada beberapa urat saraf di dalam urat manusia yang tidak dimasuki oleh darah.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu cukup lama, akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud ketika mengerjakan Sholat. Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa saat saja. Yakni, darah akan memasuki bagian urat tersebut sesuai harga Solat waktu yang diwajibkan oleh Islam. Columbia University State pernah melakukan penelitian tentang otak.Ternyata, di otak ada sebuah bagian yang tidak dialiri darah. Tapi, bagian tersebut dapat dialiri darah bila kita melakukan gerakan khusus seperti sujud yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Walaupun tidak menyebutkan secara jelas tentang waktu-waktu tersebut, tapi waktu-waktu tersebut berada sekitar Solat Lima Waktu yang kita (Umat Islam) lakukan setiap hari. Kesan dari dialiri-nya bahagian dari otak tersebut adalah dapat menjadikan otak bekerja secara maksima. Sehingga, kemampuan otak dalam bekerja (seperti, menghitung, menghafal, belajar dan lain-lain) boleh lebih baik dan tentunya menambah kecerdasan otak kita.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan Shalat, maka otaknya tidak akan dapat menerima darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Dengan demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini.
Kesimpulannya:
Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak Solat, apalagi yang tidak beragama Islam, walaupun akal mereka berfungsi dengan normal tetapi sebenarnya dalam sesuatu keadaan mereka akan kehilangan keseimbangan dalam membuat keputusan yang normal. Terbukti kembali jika kitalah sebenarnya yang memiliki dasar darah yang baik, dibandingkan pemeluk agama lain.(Baca: Thibbun Nabawi)
Justru itu, tidak mengherankan jika manusia ini kadang kala tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya, walaupun akal mereka mengetahui bahwa tindakan yang akan dilakukan itu adalah salah dengan kehendak mereka.
Inilah adalah menggambarkan ketidakmampuan otak mereka untuk mempertimbangkan akan perbuatan mereka itu secara lebih normal. Maka dari itu tidak heran timbulnya bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat masa kini. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengambil hikmah dari kisah di atas.