Miftahul 'Ulum Yahyawiyya

Miftahul 'Ulum Yahyawiyya Pondok Pesantren Miftahul 'Ulum Pengasuh pertama kali pondok pesantren Miftahul Ulum adalah Hadlratus Syaikh KH. Saat ini pengasuh dipegang oleh Ust.

Dahlan yang mempunyai istri Mbah Mardhiah dan lahir pada tahun 1911 M dan wafat tahun 1987 M. Pondok ini dimulai pada tahun 1945 dimana pada saat itu keadaan pesantren masih berbentuk pengajian dengan suasana santri yang mengaji berada di serambi Masjid tanpa ada tempat khusus atau pun sistematika khusus lainnya. Kemudian pada hari Selasa Legi bulan Dzulhijjah tahun 1950, dari pasangan Hadlratus S

yaikh KH. Dahlan dan Mbah Mardhiah terlahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Rois Yahya Dahlan. Putra inilah yang kelak akan meneruskan perjuangan beliau dalam melestarikan ajaran Islam. MA.Zuhurul Fuqohak.

📢 *PENERIMAAN SANTRI BARU 2025* 🕌✨  Ponpes *Miftahul Ulum Yahyawiyyah* Talun Kayen Pati membuka pendaftaran santri baru!...
03/04/2025

📢 *PENERIMAAN SANTRI BARU 2025* 🕌✨

Ponpes *Miftahul Ulum Yahyawiyyah* Talun Kayen Pati membuka pendaftaran santri baru! Ayo bergabung dan raih ilmu serta keberkahan di lingkungan pesantren yang penuh dengan nilai keislaman dan kebersamaan.

📝 *Syarat Pendaftaran:*
✅ Fotokopi KK
✅ Fotokopi KTP Orang Tua
✅ Fotokopi Ijazah Terakhir
✅ Fotokopi Akta Kelahiran
✅ Mengisi formulir online di 🌐 [www.ppmuy.com](http://www.ppmuy.com)

💰 *Biaya Administrasi:* Rp600.000,- (biaya lain bisa diangsur)
📞 *Info lengkap:* +62 895-3831-08254

Jangan lewatkan kesempatan ini! Mari bersama menuntut ilmu dan membangun masa depan yang lebih cerah! 🌟

28/10/2024

Hari Sumpah Pemuda: Refleksi tentang Pemuda dalam Al-Qur'an dan Kisah-kisah Penuh Hikmah

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober adalah momentum penting untuk mengenang perjuangan pemuda Indonesia dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pemuda memiliki peran yang vital dalam membangun peradaban, sebagaimana tercermin dalam Al-Qur'an dan kisah-kisah pemuda yang penuh dengan hikmah. Dalam Islam, pemuda bukan hanya aset bangsa, tetapi juga pilar umat yang dapat membawa perubahan, kedamaian, dan kemajuan.

1. Pemuda dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an memberikan perhatian khusus pada para pemuda, menggambarkan mereka sebagai sosok yang memiliki keberanian, keteguhan iman, dan komitmen yang tinggi. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi tentang Ashabul Kahfi, sekelompok pemuda yang mengasingkan diri ke gua untuk mempertahankan iman mereka dari ancaman lingkungan yang tidak kondusif. Allah berfirman:

> "Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." (QS. Al-Kahfi: 13)

Dalam Tafsir Ibn Kathir disebutkan bahwa Ashabul Kahfi adalah teladan bagi pemuda yang berani mempertahankan prinsip-prinsip agama meskipun menghadapi ancaman. Menurut Ibn Kathir, mereka menunjukkan kekuatan iman yang didasari pada keyakinan yang teguh kepada Allah, hingga Allah menjaga mereka dalam tidur panjang selama berabad-abad sebagai bukti kekuasaan-Nya dan karunia-Nya atas mereka yang beriman.

2. Kisah-kisah Pemuda dalam Al-Qur'an dan Pelajarannya

Selain Ashabul Kahfi, terdapat kisah-kisah pemuda lain yang memberikan inspirasi, seperti:

Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam: Saat masih muda, Nabi Ibrahim menghadapi tantangan besar dari masyarakatnya yang menyembah berhala. Dengan tegas, ia menolak keyakinan mereka dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah. Dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 60 disebutkan, "Mereka berkata, 'Kami mendengar seorang pemuda mencela berhala-berhala ini, namanya Ibrahim.'" (QS. Al-Anbiya': 60). Menurut Tafsir Al-Baghawi, disebutkan bahwa keberanian Ibrahim dalam menghancurkan berhala merupakan bentuk penolakan terhadap penyembahan berhala dan panggilan agar masyarakatnya menyadari kekeliruan mereka serta beriman kepada Allah yang Maha Esa.

Kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam: Ketika masih muda, Yusuf diuji dengan godaan dari istri seorang pembesar Mesir. Namun, keteguhan iman dan rasa takut kepada Allah membuatnya mampu menolak ajakan yang menjerumuskan. Allah menyebutkan dalam Surah Yusuf ayat 24, "Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih." (QS. Yusuf: 24). Dalam Tafsir Al-Qurtubi, Yusuf digambarkan sebagai pemuda yang tidak hanya memiliki ketampanan, tetapi juga ketakwaan yang kuat, sehingga meskipun godaan sangat besar, ia tetap mampu menjaga dirinya dari dosa karena senantiasa berada dalam pengawasan Allah.

3. Pemuda sebagai Pilar Perubahan

Kisah-kisah pemuda dalam Al-Qur'an memberikan pelajaran penting bahwa pemuda adalah agen perubahan. Dengan kekuatan fisik dan energi yang melimpah, pemuda dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial. Di Indonesia, spirit ini tercermin dalam Sumpah Pemuda, yang menggambarkan kesatuan bangsa melalui persamaan bahasa, tanah air, dan cita-cita.

Di masa sekarang, pemuda diharapkan memiliki nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur'an, seperti:

Keteguhan dalam kebenaran dan iman, sebagaimana dicontohkan oleh Ashabul Kahfi.

Keberanian menentang kebatilan, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim.

Menjaga diri dari godaan yang merusak dan menjunjung tinggi akhlak, seperti yang dilakukan Nabi Yusuf.

4. Pentingnya Pendidikan Pemuda Berdasarkan Nilai-nilai Qur'ani

Mendidik pemuda agar memiliki keimanan yang kokoh adalah investasi penting bagi masa depan bangsa. Pemuda yang terdidik dengan nilai-nilai Qur'ani akan memiliki akhlak yang mulia, ketahanan menghadapi godaan, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran. Dalam Tafsir Al-Maraghi, disebutkan bahwa pendidikan pemuda harus menanamkan nilai-nilai moral dan agama yang kuat, agar pemuda dapat menghadapi berbagai tantangan dengan kokoh dan berpegang pada prinsip-prinsip Islam. Dengan begitu, pemuda tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.

19/10/2024

Pengumuman Resmi Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yahyawiyyah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas limpahan rahmat dan karunia-Nya. Dengan penuh kebanggaan, kami sampaikan bahwa para santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yahyawiyyah (PPMUY) telah berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang Musabaqah Nahwu tingkat regional. Berkat usaha keras, doa, dan bimbingan para masyayikh, serta dukungan dari wali santri, para santri kami berhasil membawa pulang empat trofi dalam kompetisi tersebut. Adapun rincian prestasi yang diraih adalah sebagai berikut:

Juara 1 Kitab Imrithi Putra: Rozan, Batang

Juara 1 Kitab Alfiyah Putra: Fadlan, Demak

Juara 3 Kitab Alfiyah Putri: Umi Wulan, Wonosobo

Juara 2 Fathul Majid Putri: Tsalisa, Temanggung

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyayikh, para pengurus, serta wali santri atas doa, motivasi, dan dukungan yang tak henti-hentinya diberikan kepada para santri. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang, menggapai ilmu, dan mengamalkannya dengan ikhlas.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yahyawiyyah Pati, Jawa Tengah

Kunjungan Kepemerintahan di PDF Addahlaniyyah PP. Miftahul Ulum Yahyawiyyah Talun Pati.
14/08/2024

Kunjungan Kepemerintahan di PDF Addahlaniyyah PP. Miftahul Ulum Yahyawiyyah Talun Pati.

Alhamdulillah Telah Launching Lagu Terbaru Vol 2 Karya Syaikh Rois Dari Group Ar Rushoifa Ppmuy..... Mohon Dukunganya .....
23/07/2024

Alhamdulillah Telah Launching Lagu Terbaru Vol 2 Karya Syaikh Rois Dari Group Ar Rushoifa Ppmuy..... Mohon Dukunganya ...Semoga Bisa Istiqomah 🙏

Syiir Ini Diambil Dari Kitab Busyrol Karim Karya Syaikh Rois Yahya Dahlan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yahyawiyyah Talun Kayen Pati.-----------------------...

PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM YAHYAWIYYAH Alamat: Desa Talun, RT 02, RW 02, Kec. Kayen, Kab. Pati Jawa Tengah, Indonesi...
22/07/2024

PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM YAHYAWIYYAH

Alamat: Desa Talun, RT 02, RW 02, Kec. Kayen, Kab. Pati Jawa Tengah, Indonesia

16/07/2024
Ana wa Kafilul Yatimi Ka Hataini Fil JannahAku dan yang mengurus anak yatim seperti dua jari ini di surga. Al-Hadis.Tent...
15/07/2024

Ana wa Kafilul Yatimi Ka Hataini Fil Jannah

Aku dan yang mengurus anak yatim seperti dua jari ini di surga. Al-Hadis.

Tentu acara ini tidaklah bisa disebut pengamalan 100% hadis di atas. Karena kandungan kafalah itu sangat dalam. Ukurannya adalah sebagaimana Nabi Zakariyya kafalah (mengurus, mendidik, merawat, dan mengajarkan Adab) kepada Maryam binti Imron. Itu baru dinamakan fakaffalaha Zakariyya, kafalah. Berat memang.

Tetapi Nabi saw memberikan tips: idzaa amartukum bisyain fa'tuu masy tatho'tum, Jika aku menyuruh kalian maka kerjakan semampunya..

Dalam riwayat lain disebutkan: saddidu au qooribuu, tirulah persis (aku) atau mendekati (jika tidak 100%)

Maka, salut tradisi santrunan anak yatim di Bulan Asyuro, walaupun banyak mereka yang mengatakan hadis-hadisnya dho'if bahkan maudhu' (palsu) tentang santunan yatim yang dikhususkan di hari Asyuro..

Namun, begitulah kita.. Jika tidak ada seremonial itu "gregetnya" kurang semangat. Oleh karenanya, andai tidak ada hujjah kecuali wasiat para ulama yang menyebutkan amalan-amalan di bulan Asyuro maka cukup sudah mereka sebagai panutan..

Mereka terbukti wafat Khsunul Khotimah, diridhoi Allah.. Karya-karyanya bermanfaat sebagai bukti keikhlasan amal mereka untuk Allah swt semata..

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad saw

11/07/2024
Belajar Bahasa SuryaniAda perkhilafan di antara para ulama mengenai bahasa apa yang akan ditanyakan malaikat nanti di al...
02/07/2024

Belajar Bahasa Suryani

Ada perkhilafan di antara para ulama mengenai bahasa apa yang akan ditanyakan malaikat nanti di alam kubur sana?

Ulama yang menyebutkan bahwa pertanyaannya menggunakan bahasa Arab itu berhujjah karena alam barzakh adalah awal dari alam akhirat. Merupakan wasilah (sarana) untuk menuju maqosid (tujuan) utamanya.

Dalam kaidah fikih di katakan bahwa lil wasail hukmul maqoshid (perantara itu sama dengan hukum tujuannya). Jika di akhirat (surga) nanti penduduknya berbahasa Arab, maka sudah barang tentu sama dengan wasilahnya.

Oleh karenanya di dalam kitab-kitab seperti Ri'ayatul Himmah at-Tho'ah Juz Ke II disebutkan pertanyaannya adalah Man Robbuka, wa man Nabiyyuka dst.

Ada juga ulama yang menyebutkan bahwa bahasa pertanyaannya adalah bahasa daerah masing-masing. Mereka berhujjah sebagaimana utusan itu menyesuaikan bahasa lisan kaumnya, maka begitulah malaikat juga berbahasa menyesuaikan yang ditanya. Maqolah masyhur mengatakan kallimin naasa 'ala lisanihim (tuturi manusia dengan bahasa mereka). Ada juga riwayat yang menyebut 'ala qodri 'uqulihim (berdasarkan akal mereka)

Syekh al-Baijuri dalam syarh Ibnu Ghizzi menyebutkan ada juga ulama yang berpendapat bahasa pertanyaannya adalah bahasa suryani. Kurang lebih pertanyaannya adalah: arikh, arih, kalih, salihin.. tulisan aslinya seperti ini:

أره أرح كالح سالحين

Bagaimana pembacaannya yang benar?
Wallahu a'lam

Nb. Berikut ini adalah Mata Pelajaran Wajib (Kurikulum) PDF Ad-Dahlaniyyah... Bagi yang ingin mengetahui tentang PPMUY dan PDF bisa tanya-tanya di wa kami: 62 895-3831-08254

Address

Talun Timur Kayen
Pati
59171

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Miftahul 'Ulum Yahyawiyya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Miftahul 'Ulum Yahyawiyya:

Share