22/10/2025
Info
PONDOK PESANTREN
Tanggal 22 Oktober ini diperingati sebagai hari Santri. Bagaimana asal mula berdirinya Pondok Pesantren sebagai tempat para santri menuntut ilmu?
Mulanya yang dinamakan Pondok Pesantren itu diawali dengan adanya seorang Kyai. Kemudian datang beberapa orang santri yang ingin menuntut ilmu pengetahuan pada sang Kyai itu. Dari hari ke hari makin banyak santri yang datang. Akhirnya rumahnya Kyai itu tak cukup lagi menampung arus banyaknya santri. Lalu timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok-pondok atau dangau di sekitar Mesjid dekat rumah sang Kyai itu. Itulah asal mulanya “Pondok Pesantren”. Karena yang mendirikan bangunan itu adalah santri-santri, jadi bukan Kyainya. Maka pondok itupun menjadi milik bersama.
Jika ada pemungutan biaya sekedarnya terhadap para santri-santrinya, itu bukanlah untuk gaji sang Kyai akan tetapi untuk biaya keperluan Pondok itu sendiri.
Dulu, Pondok-pondok Pesantren umumnya sebuah bangunan sederhana, dibangun dari bambu dan kayu, sepadan dengan kehidupan rakyat sekitarnya yang pada umumnya miskin akibat penjajah Belanda yang tidak kenal perikemanusiaan.
Hidup di pesantren memang serba sederhana, tetapi dengan kesederhanaan itu timbul percaya pada diri sendiri. Hingga pada zaman Belanda tidak mempan dipengaruhi bahkan boleh dikatakan menjadi Benteng pertahanan Agama Islam di Indonesia. Dari Pondok itu tetap terpencar Ruh Tauhid serta keluhuran budi pekerti.
Pondok Pesantren boleh dikatakan sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia atau salah sebuah pelopor kehidupan kampus untuk menanamkan rasa kasih sayang sesamanya, melahirkan sikap kejujuran, belajar berinisiatif serta sedia berkorban untuk kepentingan bersama. Di sana santri dilatih menjadi bermental kuat, dan pengaruh mental yang kuat telah dibuktikan oleh sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia.
Kemudian muncul istilah Pondok Pesantren Modern. Antara lain Pondok Modern Gontor. Modern yang diberikan ke Pondok Pesantren ini karena sistem Pengajaran dan Pendidikan yang digunakan bukan saja tentang iktikad dan faham, juga dasar pendidikan kemasyarakatan. Nantinya, diharapkan santri-santri ketika kembali ke masyarakat sudah dibekali berbagai ilmu yang benar-benar didapat di masyarakat.
Jawa Timur salah satu provinsi yang terbanyak pondok pesantrennya, disebut juga sebagai induknya pondok-pondok pesantren. Di tahun 1978- an saja sudah ada 93 pondok pesantren. Para santrinya berasal dari seluruh pelosok Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri. Di Era tersebut beberapa pondok pesantren yang sudah memiliki Universitas antara lain Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso dengan Universitas Darul Ulum (Undar) dan Pondok Pesantren Tebu Ireng.
Sumber: Merdeka 2-7-1974 & Berita Yudha12-12-1978. Koleksi Surat Kabar Langka Salemba, Perpustakaan Nasional RI