10/07/2012
(RENUNGAN SORE) WABAH MUBAZIR
UMUR
Banyak orang membuang-buang
waktunya untuk menonton TV, membaca
koran, berbincang dengan keluarga dan
teman-teman, akan tetapi jika disuruh
menghafal Al-Qur’an, shalat malam atau
menuntut ilmu, terasa malas dan berat. Mereka berkata, "Harta dan keluarga telah
menyibukkan kami, maka mohonkanlah
ampunan untuk kami." Beralasan dengan
kesibukan mengejar harta, keluarga, sakit,
dan lain sebagainya padahal Allah
menyeru, "Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa ketika diserukan
kepadamu, 'Bergeraklah di jalan Allah!',
engkau justru bermalas-malasan. Apakah
engkau lebih ridha dengan kehidupan
dunia daripada di akhirat?" Maka
bersungguh-sungguhlah! Ad Daqaq rahimahullah berkata:
"Barangsiapa yang banyak mengingat
kematian maka dimuliakan dengan tiga hal:
"Bersegera taubat, puas hati dan semangat
ibadah berjuang dijalan Allah, dan
barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; menunda
taubat, tidak ridha dengan keadaan dan
malas ibadah meremehkan
Agamanya." (Lihat kitab At Tadzkirah fi
Ahwal Al Mauta wa Umur Al Akhirah, karya
Al Qurthuby) Kebanyakan ketimpangan motivasi,
otaknya dipenuhi dunia beserta
kesenangannya, padahal dunia bisa diraih
dengan keredhoan-Nya. Lihatlah
kesungguhan mereka yang bermaksiat,
mengadakan pesta karaoke, menyebarkan faham-faham sesat, mengaku-ngaku Nabi
baru dengan nekatnya, korupsi tanpa
malunya, hamil diluarnikah betapa
banyaknya, semua tanggungan sebab
keburukan padahal mereka sudah tau,
betapa yang bersiap mental menanggung dosa, bahkan menyanggah membenarkan
perbuatannya, betapa banyak kumpul
kebo dikalangan hiburan hingga masuk TV
tanpa beban dengan hujatan. Tetapi jalan yang mau ke Syurga itu sedikit,
pengajian sedikit, yang jamaah di Masjid
sedikit, yang bela Islam apalagi, kebutaan
pemikiran melanda dimana-mana, ayat
dicela, hadist diremehkan, padahal semua
yang didapat didunia berasal dari Allah SWT, Allah bantu yang mau sesat bahkan
biangnya sesat seperti Fir'aun dibuat Kaya,
bertentara banyak, dengan pop**aritasnya,
tetapi pemberian-Nya disengaja untuk
menumpuk dosa Fir'aun, begitu juga Raja
Namrudz dengan kekuasaan kerajaan Babilon yang masih megah hingga
sekarang, kehidupan menipu mereka
disangkanya karunia Allah adalah mutlak
bagi mereka, tetapi itulah karunia
bercampur azab. Dua contoh biang kesesatan, Allah kasih
karunia, yang sesat biasa, yang nanggung
juga Allah kasih karunia yang nanggung
juga, betapa kasihannya kehidupan yang
singkat ini dijalani dengan nanggung,
nikmat-nikmat silih berganti, hanya numpang lewat, yang didepan mata hanya
tipuan ketika berasa ya jadi biasa dan
menjadi hilang. Tapi ketika seorang yang
beriman menyeburkan dalam hidayah Allah
secara penuh dengan keikhlasan dan
taburan cinta dihati, maka ibadah-ibadah perjuangannya akan berasa ngademin
kalbunya hingga ajal, Allah kasih
ketenangan, dan keberkahan yang bikin
hidupnya adem, gak gelisah, gak ksiruh,
dan jiwanya sangat gak bersedia selingkuh
dengan syetan alias diajak dosa dan hidup cuma gitu-gitu aja Rasulullah bersabda (yang artinya),
"Sesungguhnya Islam pertama kali muncul
dalam keadaaan asing dan nanti akan
kembali asing sebagaimana semula. Maka
berbahagialah orang-orang yang asing
(alghuroba')." (hadist shahih riwayat Muslim) "Berbahagialah orang-orang yang asing
(alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang
shalih yang berada di tengah orang-orang
yang berperangai buruk. Dan orang yang
memusuhinya lebih banyak daripada yang
mengikuti mereka." (hadist shahih riwayat Ahmad) "Berbahagialah orang-orang yang asing
(alghuroba'). Yaitu mereka yang
mengadakan perbaikan (ishlah) ketika
manusia rusak." (hadist shahih riwayat Abu
Amr Ad Dani dan Al Ajurry) Masjid sepi hanya para aki-aki dan nini-nini
Sementara Keramaian ramai dengan SPG-
SPG buka aurat Betapa bahayanya disaat dosa jadi terbiasa
itulah tipuan Syetan, godaannya
menggiring manusia, kelompok kearah
kehancuran Siapa sangka dibelahan bumi banyak
kerajaan yang hilang
siapa sangka dibelahan dunia banyak
peradaban tinggal cerita
siapa sangka ketika itu semuanya dalam
keadaan terlupa merata Akibat maksiat menjadi terbiasa, ajakan
kembali pada kehidupan Nabi dan
shahabat malahan dituding miring Akibat pikirannya berstandar kebaratan
yang sok pemberontak tetapi dijalan yang
salah Banyak yang mau masuk ke neraka berani-
berani
Banyak jalan ke Neraka dilalui orang
dengan nekat-nekat
tetapi ke Syurga cuma sedikit yang peduli,
bersungguh-sungguh mencari, dan berjuang kesana, dan bagaimana
menganalisa dahulu para ahli Syurga
kehidupannya Di sinilah Islam memerintahkan kita IQRO
Mengkaji nilai-nialai Islam
Mengkaji ibadah-ibadah mereka dan sikap
mereka bila dibacakan ayat-ayat Allah
SWT.