09/12/2015
Teman-teman, jika kita membuat suatu produk pasti produk tersebut harus dikemas kan? kalian tahu tidak apa itu pengemasan? apa manfaat pengemasan? dan macam-macam pengemasan? Jika kalian belum tahu, yuk kita bahas satu per satu..
Mengemas atau seringkali disebut juga membungkus merupakan kegiatan memasukkan/mewadahi produk ke dalam bahan kemas tertentu untuk tujuan mempertahankan mutu agar memiliki masa simpan yang lebih lama. Pengemasan dapat mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas.
Perkembangan bahan kemasan saat ini sangat pesat dan bervariasi dari bahan kertas, plastik, gelas, logam, fiber hingga bahan-bahan yang dilaminasi. Bentuk dan teknologi kemasan juga bervariasi dari kemasan botol, kaleng, tetrapak, corrugated box, kemasan vakum, kemasan aseptik, kaleng bertekanan, kemasan tabung hingga kemasan aktif dan pintar (active and intelligent packaging) yang dapat menyesuaikan kondisi lingkungan di dalam kemasan dengan kebutuhan produk yang dikemas.
Berdasarkan bahan dasar pembuatannya, maka jenis kemasan pangan yang tersedia saat ini adalah kemasan kertas, gelas, kaleng/logam, plastik dan kemasan komposit atau kemasan yang merupakan gabungan dari beberapa jenis bahan kemasan, misalnya gabungan antara kertas dan plastik atau plastik, kertas dan logam. Masing-masing jenis bahan kemasan ini mempunyai karakteristik tersendiri, dan ini menjadi dasar untuk pemilihan jenis kemasan yang sesuai untuk produk pangan.
Selain jenis-jenis kemasan di atas saat ini juga dikenal kemasan edible dan kemasan biodegradable. Kemasan edible adalah kemasan yang dapat dimakan karena terbuat dari bahan-bahan yang dapat dimakan seperti pati, protein atau lemak, sedangkan kemasan biodegradable adalah kemasan yang jika dibuang dapat didegradasi melalui proses fotokimia atau dengan menggunakan mikroba penghancur.
Fungsi kemasan yang utama untuk bahan pangan ada 2 hal yaitu:
a. Menyimpan barang sedemikian rupa untuk memudahkan penanganan.
b. Melindungi produk selama pemasaran dan penyimpanan.
Selain dua fungsi utama kemasan tersebut, pada dasarnya masih banyak fungsi-fungsi kemasan lainnya meliputi:
1) Sebagai wadah atau tempat
Untuk mempermudah pengangkutan atau supaya produk tidak berserakan, tidak semua produk dapat dibawa satu persatu untuk dipindahkan, bahkan ada yang tidak dapat dipegang hingga dibutuhkan wadah. Bila tidak menggunakan kemasan, produk tersebut tidak mungkin dapat dibawa dari satu tempat ke tempat lain. Produk-produk yang dimaksud adalah produk yang berupa tepung, butiran, cairan dan gas.
2) Sebagai Pelindung
Fungsi pelindung tidak hanya sebagai pelindung bahan yang dikemas, tetapi juga merupakan pelindung bagi lingkungannya dimana produk tersebut berada, diantaranya memberikan perlindungan terhadap uap air yaitu untuk mempertahankan kadar air dimana kemasan yang dipakai adalah kemasan kedap air, agar uap air tidak bebas keluar masuk kemasan. Memberikan perlindungan terhadap zat volatil, dimana bahan kemas yang dipakai kedap gas dan ,uap air, juga memberikan perlindungan antara lain terhadap oksigen, bahan yang mengalami proses karbonisasi, terhadap produk yang sensitif cahaya, terhadap infestasi, serangga maupun roden, dan perlindungan-terhadap bahan yang rapuh.
3) Sebagai Penunjang Cara Penyimpanan dan Transportasi Masalah kemasan merupakan masalah yang cukup kompleks. Produkproduk yang akan dipasarkan biasanya tidak langsung dibawa dari pabrik ke pengecer tetapi melalui saluran yang agak panjang. Beberapa bahan ada yang harus disimpan dulu sebelum dijual seperti produkproduk hortikultura yang dipanen pada "matang hijau" untuk pengontrolan kualitasnya. Selain itu harus mempunyai tingkat kemudahan untuk dibentuk menurut rancangan dimana wadah itu harus dapat dibuka dan ditutup, juga memudahkan penanganan tahap selanjutnya yaitu penggudangan dan pengangkutan. Dengan demikian pertimbangan dalam pengangkutan, ukuran, bentuk dan berat harus diperhatikan.
4) Sebagai Alat Persaingan Dalam Pemasaran
Dalam memasarkan suatu produk, langkah pertama adalah menarik perhatiam calon pembeli untuk mau melihatnya, dimana dalam pengepakan tersebut harus memberi pengenalan, keterangan dan daya tarik penjualan. Biasanya jika calon pembeli telah tergerak hatinya untuk memperhatikan produk tersebut, akan timbul keinginan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan ingin mencobanya, kemudian bila telah cocok dalam semua hal dan dianggap akan menguntungkan maka akan terjadilah transaksi jual beli antar pembeli barang dengan pemilik barang.
Sumber : Buku Teks Bahan Ajar Siswa "Pengolahan Diversifikasi Hasil Perikanan" 2013