15/01/2014
Jakarta – Meski Musyawarah Daerah (MUSDA) Ormas MKGR Jawa Timur yang diadakan di Malang, 9-10 Juli 2011 lalu berlangsung dead lock dan gagal memilih pengurus baru periode 2011-2016. DPP Ormas MKGR yakin, bahwa MKGR Jawa Timur akan maju dan berkembang pesat.
“Saat ini MKGR Jawa Timur memang dipegang sepenuhnya oleh DPP untuk membentuk pelaksana tugas (Plt) karena Musda dead lock. Namun, jika nantinya sudah terpilih pengurus definitif, saya yakin Ormas MKGR Jawa Timur akan maju,” kata Suryonegoro.
Keyakinan Suryo, begitu ia disapa, didasarkan oleh kuatnya infrastruktur dan jaringan organisasi yang mengakar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. “MKGR Jawa Timur sangat menjanjikan karena memiliki jaringan kuat di 38 kabupaten/kota,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Ketua Bidang Organisasi DPP Ormas MKGR ini, MKGR Jawa Timur memiliki 12 perguruan tinggi yang dapat menunjang bagi MKGR untuk mencerdaskan anak bangsa. Ke 12 perguruan tinggi itu adalah Universitas Yos Sudarso, Surabaya. Universitas Gresik (Gresik), Universitas Bojonegoro (Bojonegero), Universitas Suryo (Ngawi), Universitas Maedjen Sungkono (Mojokerto), Universitas Wisnu Wardana (Malang), Universitas Kediri (Kediri), Universitas Abdurrahman Saleh (Situbondo), Universitas Bondowoso (Bondowoso), Universitas Muhammad Suruji (Jember), Universitas Lumajang (Lumajang), Universitas Bangkalan (Bangkalan, Madura).
“Karena diberikan kepada pemerintah, Universitas Bangkalan saat ini sudah berganti nama menjadi Universitas Trunojoyo.” kata Suryo. Mengapa diberikan kepada pemerintah? “Karena ini merupakan komitmen saat pendirian, jika dalam perjalanannya mengalami berbagai kendala dan kekurangan dalam hal tenaga pengajar, pengelola dan sebagainya, maka diserahkan kepada pemerintah,” tuturnya.
Lebih jauh, Suryo menjelaskan, MKGR mendirikan kampus didasarkan oleh pemikiran besar, ide, gagasan dan semangat untuk mencerdaskan dan sekaligus mensejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur. Salah satu cara mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat itu adalah melalui pendidikan.
“Ini (pendirian pendidikan) selaras dengan Panca Moral MKGR yakni, Cinta, Jujur, Berani, Musyawarah, Karya Nyata. Mendirikan lembaga pendidikan (kampus) itu masuk dalam “Karya Nyata” yang terdapat dalam Panca Moral. Jelas bahwa MKGR sesungguhnya sangat besar kontribusinya kepada bangsa dan negara ini,” bebernya.
Suryo menjelaskan, ke 12 perguruan tinggi atau kampus MKGR Jawa Timur itu didirikan pada tahun 1983. Saat itu ketua DPD Ormas MKGR dipimpin oleh (alm.) Kolonel Bagus Sasmito sedangkan Suryo sendiri menjabat sebagai sekretaris. “Saya termasuk salah satu pendiri 12 kampus MKGR yang ada di Jawa Timur itu,” akunya kepada ormasmkgr.org.
Suryo menjelaskan, saat pendiriannya banyak pihak yang meragukan berlangsungnya kehidupan kampus-kampus tersebut. Sebab, saat mendirikan kampus-kampus itu MKGR tidak punya banyak modal, cuma mengandalkan semangat, visi dan kenekatan para pengurus MKGR Jawa Timur untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat. “Namun karena didasari oleh niat baik dan penuh keikhlasan dengan suatu pakta integritas oleh para pendirinya maka kampus-kampus tersebut berdiri hingga sekarang,” ungkapnya.
Karena itu, Suryo berharap pengurus MKGR Jawa Timur nantinya harus aktif berkoordinasi dan berkonsultasi dengan kampus-kampus tersebut. Karena ada hubungan historis, moral dan kultur dengan MKGR. “Komunikasi dan koordinasi harus terus dijalin oleh pengurus MKGR Jawa Timur demi kemajuan kampus-kampus tersebut,” sarannya. (red)
Link sumber berita : http://www.ormasmkgr.org/2011/07/suryonegoro-mkgr-jawa-timur-sangat-menjanjikan/
Meski Musyawarah Daerah (MUSDA) Ormas MKGR Jawa Timur yang diadakan di Malang, 9-10 Juli 2011 lalu berlangsung dead lock...MKGR Jawa Timur akan maju pesat.