Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga

Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga Official Fanpage Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga

26/05/2026

[Recap Fipod X Gazkar 2026]




15/05/2026

[TARSALIA]

Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis) merupakan gangguan patologis pada sendi bahu yang ditandai dengan peradangan dan penebalan kapsul sendi glenohumeral, sehingga menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan rentang gerak baik secara aktif maupun pasif. Secara klinis, gejala yang muncul berupa nyeri bahu yang bersifat progresif, terutama saat digerakkan dan sering memburuk pada malam hari, disertai keterbatasan aktivitas fungsional seperti menyisir rambut, mengenakan pakaian, atau meraih benda. Pola keterbatasan gerak khas (capsular pattern) ditandai dengan external rotasi paling terbatas, diikuti abduksi, kemudian internal rotasi (ER > ABD > IR). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh proses inflamasi yang menyebabkan penebalan dan kekakuan kapsul sendi, dengan faktor risiko seperti imobilisasi dalam waktu lama, trauma pada bahu, serta penyakit sistemik seperti diabetes mellitus dan gangguan tiroid, meskipun dapat juga terjadi secara idiopatik. Frozen Shoulder paling sering terjadi pada usia 40–60 tahun dan lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Frozen Shoulder terdiri dari 3 fase. Fase pertama (freezing phase) berlangsung sekitar 2–9 bulan, ditandai dengan nyeri yang bersifat progresif dan mulai terjadi keterbatasan gerak. Fase kedua (frozen phase) berlangsung sekitar 4–12 bulan, dimana nyeri mulai berkurang namun kekakuan menjadi dominan sehingga lingkup gerak sendi sangat terbatas. Fase ketiga (thawing phase) berlangsung sekitar 6–24 bulan, ditandai dengan penurunan nyeri dan perbaikan mobilitas sendi bahu secara bertahap hingga mendekati normal. Latihan peregangan pada Frozen Shoulder bertujuan untuk meningkatkan rentang gerak dan mengurangi kekakuan pada sendi bahu. Adapun latihan diantarannya pendulum stretch, towel stretch, finger walk, cross-body stretch, dan armpit stretch. Sebelum melakukan latihan, disarankan menggunakan kompres hangat untuk membantu merilekskan otot. Peregangan dilakukan secara perlahan hingga batas toleransi nyeri & dilakukan secara rutin untuk membantu pemulihan gerak bahu.

25/04/2026

[ TARSALIA ]

Flat Foot: Penyebab, Tanda Gejala, dan Penanganannya

Flat foot adalah kondisi ketika kaki tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit
lengkungan, sehingga telapak kaki hampir menempel penuh ke tanah. Hal ini dapat
memengaruhi keselarasan tubuh dan menyebabkan overpronation (kaki cenderung masuk ke
dalam saat berjalan), bahkan kadang kaki tampak mengarah ke luar.
Kondisi ini normal pada anak-anak dan biasanya membaik seiring pertumbuhan,
namun pada sebagian orang bisa menetap hingga dewasa. Flat foot dapat dipengaruhi oleh
faktor genetik, cedera, penyakit tertentu, obesitas, atau aktivitas berlebih seperti pada atlet.
Gejala yang sering muncul adalah nyeri pada kaki dan area lain seperti pergelangan,
betis, lutut, hingga punggung bawah, serta kelelahan, kram, dan pembengkakan. Jika tidak
menimbulkan keluhan, kondisi ini umumnya tidak memerlukan penanganan. Namun, jika
menimbulkan nyeri, dapat ditangani dengan obat antiinflamasi, latihan, serta penggunaan
sepatu atau orthotic khusus untuk mengurangi tekanan pada kaki.
Jika kondisi ini tidak menimbulkan keluhan, biasanya tidak memerlukan penanganan
medis. Namun, jika menyebabkan nyeri atau gangguan, penanganan medis dapat membantu,
seperti obat antiinflamasi (NSAIDs) untuk mengurangi pembengkakan, Latihan fisik untuk
meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas, Penopang kaki untuk mengurangi tekanan, dan alat
bantu seperti brace kaki, sepatu khusus, dan orthotic (alas kaki khusus)





12/03/2026
28/01/2026

[VIDIO PROFIL PRODI D4 FISIOTERAPI UNIVERSITAS AIRLANGGA]

Program Studi D-IV Fisioterapi mempelajari ilmu yang berhubungan dengan fungsi gerak mulai dari menjaga fungsinya agar tetap baik hingga pemulihan fungsi gerak. Nah selama di prodi fisioterapi ini, rekan-rekan bakalan akrab dengan anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi tubuh manusia. Selain pembelajaran dilakukan di ruang kelas, prodi fisioterapi juga bekerjasama dengan beberapa rumah sakit dan lembaga kesehatan agar mahasiswa dapat belajar dan berkomunikasi langsung dengan pasien / klien.




15/01/2026

[VIDIO PROFIL PRODI D4 FISIOTERAPI UNIVERSITAS AIRLANGGA]

Program Studi D-IV Fisioterapi mempelajari ilmu yang berhubungan dengan fungsi gerak mulai dari menjaga
fungsinya agar tetap baik hingga pemulihan fungsi gerak. Nah selama di prodi fisioterapi ini, rekan-rekan bakalan
akrab dengan anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi tubuh
manusia. Selain pembelajaran dilakukan di ruang kelas, prodi fisioterapi juga bekerjasama dengan beberapa
rumah sakit dan lembaga kesehatan agar mahasiswa dapat belajar dan berkomunikasi langsung dengan pasien /
klien.




15/01/2026

[VIDIO PROFIL PRODI D4 FISIOTERAPI UNIVERSITAS AIRLANGGA]

Program Studi D-IV Fisioterapi mempelajari ilmu yang berhubungan dengan fungsi gerak mulai dari menjaga
fungsinya agar tetap baik hingga pemulihan fungsi gerak. Nah selama di prodi fisioterapi ini, rekan-rekan bakalan
akrab dengan anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi tubuh
manusia. Selain pembelajaran dilakukan di ruang kelas, prodi fisioterapi juga bekerjasama dengan beberapa
rumah sakit dan lembaga kesehatan agar mahasiswa dapat belajar dan berkomunikasi langsung dengan pasien /
klien.




27/12/2025

[TARSALIA]

Hernia nukleus pulposus (HNP) adalah kondisi ketika bantalan ruas tulang belakang bergeser
dan menekan saraf tulang belakang. HNP juga dikenal dengan istilah saraf kejepit. HNP
disebabkan oleh melemahnya jaringan di bantalan tulang belakang. Seiring bertambahnya
usia, kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang sehingga rentan terhadap cedera.
HNP juga dapat terjadi akibat terjatuh atau benturan pada tulang belakang yang menyebabkan
tulang belakang bergeser (spondylolisthesis).
HNP dapat menimbulkan gejala nyeri di pinggang, sakit punggung atas atau leher, tergantung
lokasi terjadinya HNP. Jika bantalan yang bergeser tidak sampai menjepit saraf, penderita
mungkin hanya mengeluhkan punggung terasa panas, sakit punggung ringan atau bahkan
tidak merasakan sakit sama sekali.

Sebagian besar pasien HNP dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga
bulan. Selama periode tersebut, pasien dianjurkan untuk banyak berbaring dan tidak
melakukan aktivitas berat. Apabila gejala masih belum mereda, biasanya dokter kana
memberi obat, meliputi obat pereda nyeri, pelemas otot, dan suntik kortikosteroid, selain itu
dokter biasanya akan merujuk ke Fisioterapi untuk diberikan terapi lainnya. Jika metode di
atas masih belum bisa meredakan gejala atau pasien sulit untuk berdiri, berjalan, dan
mengontrol buang air kecil, dokter bedah saraf atau dokter ortopedi akan melakukan operasi
tulang belakang, misalnya mikrodisektomi.




30/11/2025

[RECAP MAGANG HIMA 2025]

Terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan semangat belajar selama masa magang.
Pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi HIMA.
Semoga perjalanan ini menjadi inspirasi dan motivasi ke depannya ✨




19/11/2025

[TARSALIA]

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik akibat peningkatan kadar glukosa darah yang tidak semestinya. Beberapa macam dari diabetes melitus yaitu, DM tipe 1, DM tipe 2, diabetes pada usia muda (MODY), diabetes gestasional, diabetes neonatal, dan diabetes yang diinduksi steroid. Di dalam pankreas (pulau langerhans) terdapat 2 sel endokrin yaitu sel beta (penghasil insulin) dan sel alfa (penghasil glukagon). 2 sel tersebut secara terus menerus akan mengubah kadar sekresi hormon mereka sesuai lingkungan glukosa. Jika insulin dan glukagon tidak seimbang maka kadar glukosa juga menjadi abnormal atau tidak semestinya. Selain itu penyebab lain dari DM ini bisa terjadi karena kelainan fungsi atau jumlah sel beta yang bersifat genetik, gangguan sistem imunitas dan faktor lingkungan yang mengubah fungsi tubuh.

Tanda klinis dari diabetes melitus yang pertama hipergiklemia (glukosa dalam dara berada di atas batas normal) yang bisa menyebabkan glukosaria (ada glukosa dalam urin). Yang kedua poliuria yaitu kondisi dimana sering buang air kecil secara terus-menerus atau sering. Yang ketiga polidipsi (rasa haus meningkat) dan politagi (rasa lapar meningkat). Dan yang terakhir mudah lelah. Adapun gejala fisiknya meliputi hiperglikemia – ketoasidosis yang ditandai dengan kulit kering hangat, pola pernafasan dalam cepat berat dengan bau aseton, tekanan darah rendah, nadi cepat dan lemah. Selain itu ada hipoglikemia yang ditandai dengan kulit basah pucat, pernafasan biasa, pupil mata melebar, tekanan darah bisa normal atau meningkat, nadi cepat dan reflek yang terlalu aktif.

Dalam penangannya, pasien penderita DM ini juga harus kooperatif melalui, pengaturan pola makan, diet, pengaturan aktivitas fisik (olahraga secara teratur) dan memantau glukosa secara mandiri (idealnya, kadar glukosa harus dipertahankan pada 90 hingga 130 mg/dL dan HbA1c kurang dari 7%). Selain itu, skrining tekanan darah rutin untuk penderita diabetes, dengan tujuan tekanan darah sistolik 130 mmHg dan tekanan darah diastolik 85 mmH.




[SELAMAT HARI NATAL]
25/12/2024

[SELAMAT HARI NATAL]




Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share