majlis ta'lim al-maidah(p3r)

majlis ta'lim al-maidah(p3r) "Cerita Islam"
perjalanan manusia manusia mulia. semoga bermanfaat.

Bismillahirrahmanirrahim Nama Al-Habib Munzir bin Fuad al-MusawaNasab Jalur ayah:[1][2]Munzir bin Fuad bin Abdurrahman b...
29/05/2024

Bismillahirrahmanirrahim

Nama Al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa
Nasab Jalur ayah:[1][2]
Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Al-Musawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar As Sakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghayur bin Muhammad al-Faqih Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali' Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa Ar-Rumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-Uraidhiy bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Hussein dari Fatimah az-Zahra Putri Rasulullah ﷺ
Lahir 23 Februari 1973
[Kalender Hijriyah: 19 Muharram 1393][3]
Cipanas[3]

Meninggal 15 September 2013 (umur 40)
[3][Kalender Hijriyah: 10 Zulqaidah 1434][4]
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Penyebab kematian Asma, Serangan jantung
Dimakamkan di TPU Habib Kuncung, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan[5]
Nama lain Habib Mundzir
Kebangsaan Indonesia

Etnis Arab, suku Quraisy, bani Hasyimiyah
Zaman Abad ke-21
Wilayah aktif Nusantara
Jabatan Ulama
Da'i

Pemimpin Majelis Rasulullah ﷺ
Mazhab Fikih Mazhab Syafi'i
Organisasi Majelis Rasulullah ﷺ
Alma mater Dar-al Musthafa
Dipengaruhi oleh
Al-Habib Umar bin Hafidz BSA
Mempengaruhi
Majelis Rasulullah ﷺ
Situs web majelisrasulullah.org
Istri Syarifah Khadijah Al-Juneid
Keturunan
1. Fathimah al-Musawa[6]
2. Muhammad al-Musawa[6]
3. Hasan al-Musawa[6]
Orang tua Al-Habib Fuad bin Abdurrahman al-Musawa [1][2]
Munzhir bin Fuad al-Musawa atau lebih dikenal dengan Munzir Al-Musawa atau Munzir (23 Februari 1973 – 15 September 2013)[3] adalah dikenal sebagai pimpinan Majelis Rasulullah ﷺ yang dakwahnya menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, beberapa wilayah nusantara dan dunia. Dakwahnya yang menyentuh berbagai kalangan menjadikan ia banyak dicintai oleh Umat Islam terutama di wilayah Jabodetabek dan di Nusantara. Munzir adalah murid yang begitu disayangi oleh gurunya Umar bin Hafidz,[7][8] sedangkan kalangan pemuda muslim yang mengenalnya tidak jarang menjadikan ia sebagai panutan ataupun idola dalam mengikuti ajaran Nabi Muhammad ﷺ.[9] Dakwahnya di Indonesia juga tercatat sering di hadiri tokoh-tokoh nasional seperti Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Suryadharma Ali, Fadel Muhammad, Fauzi Bowo dan lain-lain.

Silsilah
Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Al-Musawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar As Sakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghayur bin Muhammad al-Faqih Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali' Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa Ar-Rumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-Uraidhiy bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Hussein dari Fatimah az-Zahra Putri Rasulullah ﷺ.

Masa kecil
Munzir adalah anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim al-Musawa. Masa kecilnya dihabiskan di daerah Cipanas, Jawa barat bersama-sama saudara-saudaranya, Ramzy Fuad al-Musawa, Nabiel Al Musawa, Lulu Fuad al-Musawa serta Aliyah Fuad al-Musawa.[10]

Ayahnya lahir di Kota Palembang dan dibesarkan di Mekkah al-Mukarromah, setelah lulus pendidikan jurnalistik di New York University, Amerika Serikat, ayahnya kemudian bekerja sebagai seorang wartawan luar negeri selama sekitar 40 tahun, berawal dari harian Berita Yudha dan selanjutnya harian Berita buana.[3] Pada tahun 1996 ayahnya wafat dan dimakamkan di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.[3]

Habib Munzir berkata "Saya adalah seorang anak yang sangat dimanja oleh ayah saya. Ayah saya saya selalu memanjakan saya lebih dari anaknya yang lainnya."[3]

Seusai menyelesaikan sekolah menengah atas (SMA), Habib Munzir mulai mendalami Ilmu Syariat Islam di Ma'had Assafaqah, yang ketika itu di pimpin Al-Habib Abdurrahman Assegaf, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus Bahasa Arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur, lalu memperdalam lagi Syari'ah Islamiyah di Ma'had al-Khairat, Bekasi Timur.[3]

Keilmuan Syariahnya kemudian lebih didalami di Ma'had Dar-al Musthafa, Tarim, Hadhramaut, Yaman, selama empat tahun, disana Habib Munzir mendalami Ilmu Fiqih, Ilmu Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Hadits, Ilmu Sejarah, Ilmu Tauhid, Ilmu Tasawuf, Mahabbaturrasul ﷺ, Ilmu Dakwah, dan berbagai Ilmu Syari'ah lainnya.[3]

Dimasa baligh, ia pernah putus sekolah, Munzir muda lebih senang hadir majelis maulid Almarhum Al Arif billah Al-habib Umar bin Hud al-Attas, dan Majelis taklim kamis sore di Empang, Bogor, yang pada masa itu membahas kajian Fathul Baari oleh Al-Habib Husein bin Abdullah bin Muhsin al-Attas.[11][12] Sementara pada masa yang hampir bersamaan saudara-saudara kandungnya berhasil membanggakan orang tua mereka dalam meraih prestasi wisuda.[3][11] Hal ini mengundang kekecewaan kedua orang tua Munzir muda.[3][11]

Ayahnya pernah berkata " kau ini mau jadi apa?, jika mau agama maka belajarlah dan tuntutlah ilmu sampai keluar negeri, jika ingin mendalami ilmu dunia maka tuntutlah sampai keluar negeri, namun saranku tuntutlah ilmu agama, aku sudah mendalami keduanya, dan aku tak menemukan keberuntungan apa-apa dari kebanggaan orang yang sangat menyanjung negeri barat, walau aku sudah lulusan New York University, tetap aku tidak bisa sukses di dunia kecuali dg kelicikan, saling sikut dalam kerakusan jabatan, dan aku menghindari itu."[3][11]

Menurut Habib Munzir, itulah yang mendorong almarhum ayahnya lebih memilih hidup dalam kesederhanaan di cipanas, cianjur, Puncak, Jawa barat. Ayahnya (Al-Habib Fuad bin Abdurrahman al-Musawa) lebih senang menyendiri dari ibu kota, membesarkan anak-anaknya, mengajari anak-anaknya mengaji, ratib, dan shalat berjamaah. Habib Munzir merasa sangat mengecewakan kedua orangtuanya karena belum memiliki cita-cita yang pasti, dunia tidak akhiratpun tidak.[3][11]

Habib Munzir muda selalu merindukan pantunannya, Rasulullah ﷺ
Melewati masa-masa berat di awal kedewasaannya, yang didorong rasa bersalah sebab membuat ayahnya merasa malu karena pengangguran, sebagai seorang pemuda muslim, Munzir muda mengisi sisa harinya dengan bershalawat 1000 siang 1000 malam, zikir beribu kali, dan puasa nabi daud as, dan shalat malam berjam-jam.[3][11]

Habib Munzir muda sangat mencintai Rasulullah ﷺ, sering menangis merindukan Rasulullah ﷺ, dan sering dikunjungi Rasulullah ﷺ dalam mimpinya.[3][11]

"Rasulullah ﷺ selalu menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh dan memeluk lutut Rasulullah SAW, dan berkata wahai Rasulullah ﷺ aku rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal bisa jumpa dg mu.., ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di dunia ini,,, Rasulullah SAW menepuk bahu saya dan berkata : munzir, tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa dg ku.., maka saya terbangun.."

Menjadi Pelayan Losmen
Ketika ayahnya memasuki masa pensiun, ibunya membangun losmen kecil-kecilan berkapasitas 5 kamar di depan rumah mereka untuk disewakan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, disini habib Munzir muda yang menjadi pelayan untuk losmen yang disewakan secara khusus bagi orang yang mereka anggap baik-baik yang membutuhkannya.

Sebagai penjaga losmen pada lazimnya, setiap malam habib Munzir muda jarang tidur, sedangkan masa berat yang sedang dilaluinya membuat Munzir muda sering duduk termenung dikursi penerimaan tamu yang dengan meja kecil dan kursi kecil mirip pos satpam. Ia melewati malam demi malam menjaga dan melayani losemen milik keluarga, sambil menanti tamu, sambil tafakkur, merenung, melamun, berdzikir, menangis dan shalat malam.[11][13]

Penyakit asma & Kursus Bahasa Arab
Dituturkan Habib Munzir bahwa siang hari ketika ia sedang puasa Nabi Daud as, ia dilanda sakit asma yang parah, dan hal itu semakin membuat kedua orangtuanya kecewa, berkata ibunda "kalau kata orang, jika banyak anak, mesti ada satu yg gagal, ibu tak mau percaya pada ucapan itu, tetapi apakah ucapan itu kebenaran?."[11][13]

Habib Munzir muda terus menjadi pelayan di losmen keluarganya, menerima tamu, memasang seprei, menyapu kamar, membersihkan toilet, membawakan makanan dan minuman pesanan tamu, berupa teh, kopi, air putih, atau nasi goreng buatan ibunda jika dipesan tamu.[11][13]

Sampai semua kakaknya lulus sarjana, kemudian ia tergugah untuk mondok di pesantren.[11][13] Disini Munzir muda memilih untuk berangkat ke pesantren asuhan Al-Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, akan tetapi hanya berlangsung sekitar dua bulan saja karena Munzir muda merasa tidak betah dan sering sakit-sakitan yang disebabkan penyakit asmanya selalu kambuh, kemudian Munzir muda p**ang.

Mendengar berita itu ayahnya semakin bertambah malu, ibunya semakin sedih, tidak lama kemudian Munzir muda memutuskan untuk kursus bahasa arab di tempat kursus bahasa arab assalafi, pimpinan Almarhum Al-Habib Bagir al-Attas, ayah dari Al-Habib Hud al-Attas yang dituturkan sering hadir di Majelis Rasulullah ﷺ di Masjid Raya Al Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.[11][14] Habib Munzir ketika itu p**ang pergi jakarta- cipanas dengan waktu tempuh dalam 2-3 jam, setiap dua kali seminggu, dengan biaya perjalanan yang didapatkan dari penghasilan penyewaan losmen.[11][14] Habib Munzir juga selalu menghadiri maulid di almarhum Al Arif Billah Al-Habib Umar bin Hud al-Attas yang saat itu di cipayung, walaupun harus menumpang dengan truk ataupun kehujanan.[11][14]

Dimasa itu ia sering datang ke maulidnya malam jumat dalam keadaan basah kuyup, hingga suatu hari pernah diusir oleh pembantu rumah, karena karpet tebal dan mahal yang sangat bersih, menanggapi hal itu Habib Munzir terpaksa berdiri saja berteduh dibawah pohon sampai hujan berhenti dan tamu-tamu berdatangan untuk bergabung dan duduk di luar teras saja karena baju basah dan takut dihardik sang penjaga.[11][14]

Ziarah makam Al Imam Al Habib Husein bin Abubakar al-Aydrus Luar Batang
Suatu kali Habib Munzir datang langsung dari cipanas untuk berziarah dan lupa membawa peci, dalam hatinya terbersit do'a " wahai Allah, aku datang sebagai tamu seorang wali Mu, tak beradab jika aku masuk ziarah tanpa peci, tetapi uangku pas-pasan, dan aku lapar, kalau aku beli peci maka aku tak makan dan ongkos p**angku kurang..,".

Dengan itu ia memutuskan untuk beranjak sejenak membeli peci yang termurah saat itu di emperan penjual peci dan memilih yang berwarna hijau.

Kemudian masuk berziarah, sambil membaca Surah Ya Sin untuk dihadiahkan pada almarhum, menangisi kehidupan yang penuh ketidaktentuan, mengecewakan orang tua, dan selalu lari dari sanak kerabat, karena tidak jarang menerima cemooh tentang kakak-kakaknya yang semua sukses, ayah lulusan Mekkah sekaligus New York University, sementara Munzir Muda adalah centeng losmen. Dalam renungannya ketika berziarah ia menyadari telah menghindari kerabat, lebaranpun jarang berani datang, karena akan terus diteror dan dicemooh.

Dalam tangis itu berkata dalam hatinya,"wahai wali Allah, aku tamumu, aku membeli peci untuk beradab padamu, hamba yang shalih disisi Allah, pastilah kau dermawan dan memuliakan tamu, aku lapar dan tak cukup ongkos p**ang..,"

Ketika sedang merenung, diceritakan datanglah rombongan teman-teman belia yang pesantren di Al-Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf dengan satu mobil, para santi itu senang berjumpa dengannya, kemudian ia ditraktir makan, seketika teringat olehnya berkah beradab di makam wali Allah.

Saat itu dituturkan Habib munzir ada yang bertanya ia sedang dengan siapa dan mau ke mana, ia menjawab dengan mengatakan sendiri dan mau p**ang ke kerabat ibunya di pasar sawo, Kebun Nanas, Jakarta Selatan.

Mendengar itu mereka berkata " ayo bareng saja, kita antar sampai kebon nanas," maka Habib Munzir semakin bersyukur, karena memang ongkosnya saat itu tidak akan cukup jika p**ang ke cipanas, larut malam sampai di kediaman bibi dari Ibunya, di ps sawo Kebun Nanas, Jakarta Selatan, lalu esoknya ia diberi uang cukup untuk p**ang, kemudian p**ang ke cipanas.
Sembari berdo'a "wahai Allah, pertemukan saya dengan guru dari orang yg paling dicintai Rasul saw".

Selang beberapa waktu setelah ziarah, kemudian ia masuk pesantren Al-Habib Hamid Nagib bin Syeikh Abubakar di Bekasi Timur, ia selalu menangis dan berdo'a kepada Allah swt dan rindu kepada Rasulullah ﷺ dan meminta untuk dipertemukan dengan guru yang paling dicintai Rasulullah ﷺ saat mahal qiyam maulid,

Dalam beberapa bulan kemudian datanglah Guru Mulia Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidz ke pondok itu, kunjungan pertama ia yaitu pada 1994.

Habib Munzir berkata "selepas ia menyampaikan ceramah, ia melirik saya dengan tajam, saya hanya menangis memandangi wajah sejuk itu, lalu saat ia sudah naik ke mobil bersama almarhum Alhabib Umar maula khela, maka Guru Mulia memanggil Habib Nagib Bin Syeikh Abubakar, Guru mulia berkata bahwa ia ingin saya dikirim ke Tarim Hadramaut, Yaman untuk belajar dan menjadi murid ia".

"Guru saya Habib Nagib bin Syeikh Abubakar mengatakan saya sangat belum siap, belum bisa bahasa arab, murid baru dan belum tahu apa apa, mungkin ia salah pilih..?.Maka guru mulia menunjuk saya. Itu.. anak muda yang pakai peci hijau itu..!, itu yang saya inginkan. Maka Guru saya Habib Nagib memanggil saya untuk jumpa ia, lalu guru mulia bertanya dari dalam mobil yang pintunya masih terbuka: siapa namamu?, dalam bahasa arab tentunya, saya tak bisa menjawab karena tak paham, maka guru saya Habib Nagib menjawab: kau ditanya siapa namamu..!, maka saya jawab nama saya, lalu guru mulia tersenyum.."

Keesokan harinya Habib Munzir berjumpa lagi dengan Al-Habib Umar bin Hafidz di kediaman Almarhum Al-Habib Bagir al-Attas, saat itu banyak para Habaib dan Ulama mengajukan anaknya dan muridnya untuk bisa menjadi murid Al-Habib Umar bin Hafidz. Berkata Habib Munzir "maka guru mulia mengangguk angguk sambil kebingungan menghadapi serbuan mereka, lalu guru mulia melihat saya dikejauhan, lalu ia berkata pada almarhum Habib Umar Maula Khela: itu.. anak itu.. jangan lupa dicatat.., ia yang pakai peci hijau itu..!, guru mulia kembali ke Yaman, sayapun langsung ditegur guru saya Habib Nagib bin Syeikh Abubakar, seraya berkata: wahai Munzir, kau harus siap-siap dan bersungguh sungguh, kau sudah diminta berangkat, dan kau tak akan berangkat sebelum siap.."

Dua bulan setelah pertemuan dengan Al-Habib Umar bin Hafidz, datanglah Almarhum Al-Habib Umar Mulakhela ke pesantren dan menanyakan Habib Munzir, Almarhum Al-Habib Umar Maula Khela berkata pada Al-Habib Nagib:

"Mana itu Munzir, anaknya Al-Habib Fuad al-Musawa? Dia harus berangkat minggu ini, saya ditugasi untuk memberangkatkannya."

Saat itu Habib Nagib berkata: "saya belum siap"

Namun Almarhum Al-Habib Umar Maula Khela dengan tegas menjawab:"Saya tidak mau tahu, namanya sudah tercantum untuk harus berangkat, ini permintaan Al-Habib Umar bin Hafidz, ia harus berangkat dalam dua minggu ini bersama rombongan pertama"

Kemudian Habib Munzir bergegas mempersiapkan paspor dan lain-lainya. Ayahnya sempat keberatan dan berkata:"Kau sakit-sakitan, kalau kau ke Mekkah ayah tenang, karena banyak teman disana, namun ke Hadhramaut itu ayah tak ada kenalan, disana negeri tandus, bagaimana kalau kau sakit? Siapa yang menjaminmu ?"

Menanggapi hal ini Habib Munzir mengadukannya kepada Almarhum Al-Arif Billah Al-Habib Umar bin Hud al-Attas, yang saat itu sudah sangat sepuh dan kemudia berkata: "Katakan pada ayahmu, saya yang menjaminmu, berangkatlah."

Setelah mendengar nasihat Al Habib Umar bin Hud al-Attas, Habib Munzir menemui ayahnya, namun hanya diam, hatinya berat melepas keberangkatan Habib Munzir.

Al Habib Munzir di Tarim
Ketika berada di Tarim, Hadhramaut, Yaman, pernah terjadi perang Yaman Utara dan Yaman Selatan, hal ini memicu kekurangan pasokan makanan, matinya listrik, semua pelajar ketika itu menempuh perjalanan untuk taklim dengan jarak sekitar 3-4 km.

Dua tahun kemudian setelah di Yaman, ketika menuntut ilmu di Dar-al Musthafa, pesantren yang di asuh oleh Al-Habib Umar bin Hafidz Bsa , dikabarkan bahwa ayahnya yaitu Habib Fuad Al Musawwa sakit dan menelepon dengan berkata: "Kapan kau p**ang wahai anakku..?Aku rindu..?"

Habib Munzir menjawab: "Dua tahun lagi insya Allah ayah"[11][19] dan ketika itu Ayahnya menjawab: "duh...masih lama sekali"

(Tiga hari berselang ayahnya dikabarkan wafat.)

Guru-gurunya
Guru yang sangat berpengaruh terhadap ilmu, serta kepribadian Al Musawa adalah guru mulia Al Habib Al Allamah Al Hafizh Al Arifbillah Sayyidi Syarif Al Habib Umar bin Hafidz bin Syekh Abubakar bin Salim.Habib Munzir Al Musawa menimba ilmu kepada beberapa habaib [21] di antaranya, yaitu:

Habib Umar bin Hud Alattas (Cipayung, Bogor);

Habib Aqil bin Ahmad Alaydrus, Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf;

Habib Hud Baqir Alatas, Al Ustadz Al Habib Nagib bin Syekh Abubakar bin Salim (Pesantren Al-Khairat)

Al Imam Al Allamah Al Arifbillah Sayyidi Syarif Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syekh Abu Bakar bin Salim (Rubath Darul Mustafa, Hadramaut, Yaman)

Al Allamah Al Arifbillah Al Habib Salim Asy Syatiri (Rubath Tarim).

Kembali Ke Jakarta & Mulai Berdakwah
Artikel utama untuk kategori ini adalah Majelis Rasulullah.
Habib Munzir kembali ke Indonesia pada tahun 1998,
dan mulai berdakwah sendiri di Cipanas.] Namun karena kurang berkembang, ia memindahkan dakwahnya ke Jakarta pada Majelis Malam Selasa (Jalsah Itsnain),] dengan mengunjungi rumah-rumah murid sekaligus teman, murid-muridnya lebih tua dari ia, dan berasal dari kalangan awam

Ketika kemudian dimulai Maulid Dhiya'ullami jama'ah semakin banyak, selanjutnya majelis mulai berpindah-pindah dari musholla ke musholla, semakin terus bertambah banyak, maka mulailah majelis dari masjid ke masjid.
Sehingga Habib Munzir mulai membuka majelis di malam lainnya dan menetapkannya di Masjid Al-Munawar. Majelis semakin berkembang hingga mulai membutuhkan kop surat, undangan dan sebagainya.] Semenjak itu mulai muncul ide pemberian nama, para jamaahnya mengusulkan memberikan nama Majelis Habib Munzir, namun ia menolak lantas menetapkan nama Majelis Rasulullah.

Dakwahnya Habib Munzir semakin meluas hingga jutaan jamaah yang menyentuh semua kalangan dan berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Mataram, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, Singapura, Malaysia, hingga sampai ke Jepang.

Dilansir Wikipedia
Mohon gunakan konten dengan bijak
Bila ada kesalahan mohon untuk di peringatkan
Trimakasih
Semoga bermanfaat

16/05/2024
16/05/2024
Semoga jadi amal baik karena postingan ini banyak yg menyukai dan yg membuat video ini banyak pahalanya aamiiin
16/05/2024

Semoga jadi amal baik karena postingan ini banyak yg menyukai dan yg membuat video ini banyak pahalanya aamiiin




CERITA ISLAM "ASHABUL KAHFI"Pemuda memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa. Pemuda hari ini adalah harapan bangsa y...
12/05/2024

CERITA ISLAM "ASHABUL KAHFI"

Pemuda memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa. Pemuda hari ini adalah harapan bangsa yang dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan.

Di era penjajahan, pemuda Indonesia tercatat dalam sejarah sebagai kelompok yang andil mempersatukan bangsa melalui Kongres Pemuda I dan II. Pemuda bersatu dengan mengesampingkan berbagai kepentingan suku dan golongan demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 di Jakarta melahirkan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda berisi tiga janji yang mempersatukan elemen bangsa. Yakni pemuda mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan berbahasa yang satu bahasa Indonesia.

Hingga kini peristiwa bersejarah itu selalu diperingati. Pemerintah menetapkan tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda. Tahun ini Hari Sumpah Pemuda jatuh pada Sabtu, 28 Oktober 2023.

Kembali ke pemuda. Dalam khazanah Islam, ada tujuh pemuda yang dapat menjadi inspirasi generasi masa kini. Kelompok pemuda yang dikenal Ashabul Kahfi ini menjaga keimanannya kepada Allah SWT ketika diperintah sang raja menyembah berhala.

Kemudian pemuda itu melarikan ke gua. Mereka memohon perlindungan kepada Allah hingga akhirnya tertidur selama 309 tahun di dalam goa. Berikut kisah lengkap Ashabul Kahfi.

7 Pemuda Melarikan Diri ke Gua
Serunya Menapak Tilas Gua Ashabul Kahfi di Yordania
Menapak tilas Gua Ashabul Kahfi di Yordania tak kalah menarik dengan mengunjungi tempat bersejarah lainnya. (Doc: Aria Sankhyaadi)
Kisah Ashabul Kahfi termaktub dalam QS Al-Kahf, surah ke 18 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 110 ayat. Dalam surah ini dikisahkan tujuh pemuda sebelum zaman Nabi Muhammad SAW yang beriman tertidur di gua hingga ratusan tahun lamanya.

Ketujuh pemuda ini hidup di zaman Raja Diqyanus. Raja ini menyembah berhala. Ia memaksa agar rakyatnya ikut menyembah berhala. Jika tidak menuruti kemauannya, konsekuensinya adalah hukuman mati.

Ketujuh pemuda itu berpegang teguh dengan keyakinannya. Mereka tidak mau mengikuti perintah raja untuk menyembah berhala. Mereka pun akhirnya melarikan ke sebuah gua.

Selama di perjalanan, tujuh pemuda itu diikuti oleh seekor anjing. Meskipun telah diusir, anjing tersebut tetap mengikuti. Setibanya di goa, anjing tersebut menjaga tujuh pemuda itu di depan pintu gua.

Kemudian para pemuda itu berdoa kepada Allah agar diberikan petunjuk yang lurus dalam urusannya.

“Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami,” demikian doa tujuh pemuda di dalam gua.

Tertidur Selama 309 Tahun

Allah menidurkan tujuh pemuda itu di dalam gua selama 309 tahun. Suatu hari, ketujuh pemuda terbangun dari tidurnya dan bertanya-tanya.

“Sudah berapa lama kita tidur di sini?” tanya salah satu pemuda.

“Kita berada di sini sehari atau setengah hari?” timpal pemuda lainnya.

Kemudian di antara tujuh pemuda itu diminta untuk pergi ke kota belanja makanan. Uang yang dibawa adalah uang perak zaman Raja Diqyanus.

“Belilah makanan enak dan bawa ke sini dan berkata lemah lembut lah supaya orang tidak mengetahui kita di sini,” pinta seorang pemuda.

“Jika mereka mengenal kita, raja tersebut akan memaksa kita untuk menyembah berhala,” katanya.

Setibanya di kota, mereka membeli makanan untuk dibawa ke gua dengan uang perak. Penjual kaget ketika salah satu Ashabul Kahfi membayar dengan uang perak. Pemuda itu dituduh menyimpan uang raja purba.

Akhirnya ditangkaplah pemuda itu dan dibawa ke hadapan raja. Raja yang memerintah saat itu bertanya tentang uang perak yang dimiliki pemuda itu.

“Dapat dari mana uang ini?” tanya sang raja.

Seorang pemuda dari Ashabul Kahfi itu menceritakan yang sebenarnya. Ia memiliki uang perak ketika melarikan diri ke sebuah gua karena tidak mau menyembah berhala saat raja yang memerintahnya adalah Diqyanus.

“Di manakah gua itu?” tanya sang raja lagi.

Pemuda itu akhirnya menunjukkan tempatnya. Raja dan pembesar kerajaan menuju gua bersama salah satu pemuda Ashabul Kahfi.

Setibanya di lokasi gua, raja kaget dan heran. Sebab, raja Diqyanus lebih dari 300 tahun meninggal dunia dan pemuda itu tertidur selama ratusan tahun. Inilah sebuah kekuasaan Allah SWT.

Setelah didatangi oleh raja, tujuh pemuda itu kembali tidur di gua. Kemudian Allah mewafatkan mereka. Lalu raja menyalati jenazah Ashabul Kahfi itu. Kemudian hari membuat masjid dekat pintu untuk mengenang tujuh pemuda yang tertidur selama ratusan tahun di dalam gua.

Demikian kisah Ashabul Kahfi ini. Semoga menjadi inspirasi pemuda masa kini terutama tetap menjaga keimanan di tengah tantangan global. Wallahu’alam.

"Mohon maaf bila ada kesalahan cerita dalam pengetikan atau penjelasan" mohon di komen untuk menambah nilai kebaikan bila ada kesalahan.






"Diantara Tokoh ulama berperan dalam kemerdekaan indonesia"  Mari kita bacakan surat al-fatihah untuk para pejuang bangs...
15/08/2021

"Diantara Tokoh ulama berperan dalam kemerdekaan indonesia"
Mari kita bacakan surat al-fatihah untuk para pejuang bangsa RI

Trimakasih telah mengingatkan

12/05/2021
30/04/2019

Selasa,25 Sya'ban 1440 / 30 April 2019

April Mop: Pembantaian Muslim Spanyol pada 1 April
Senin, 02 Apr 2012 09:55 WIB

April Mop (Ilustrasi)





Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau "The April Fool's Day" berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pas**an Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pas**an Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, tapi mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata "tidak" untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu, berlangsung hampir enam abad lamanya.

Sejarah "april mop"

Selama enam abad itu, kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, tapi selalu gagal. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya, mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih s**a bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya, Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pas**an Salib. Penyerangan oleh pas**an Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal perikemanusiaan. Tidak hanya pas**an Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu per satu daerah di Spanyol jatuh. Granada merupakan daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

“Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” Demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya, dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana, ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sementara, tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April Fool's Day).

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudara seimannya "disembelih" dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab, dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

"Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya." [QS Ath Thaariq 86 : 15]

"Dan Aku pun membuat rencana (p**a) dengan sebenar-benarnya." [QS Ath Thaariq 86 : 16]

"Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." [QS Ath Thaariq 86 : 17]

April mop, hari di mana boleh menipu orang lain

April Mop yaitu hari di mana "mereka" boleh menipu orang lain sebagai bahan gurauan. Saudaraku, setiap kali menjelang tanggal 1 April, biasanya banyak di antara kita akan begitu sibuk dan terbawa dengan budaya Barat. Banyak yang bersiap-siap untuk merayakannya dengan membuat rencana besar untuk menipu orang lain / sahabat / saudara terdekat.

Wahai umat Islam, berhati hatilah terhadap budaya ini. Hindari diri kita dari berbuat dzalim, apalagi April Mop bukanlah budaya Islam.

Tetapi, tahukah Anda berapa banyak di antara kita yang tidak mengetahui kenyataan pahit sejarah yang menimpa umat Islam Spanyol di belakang perayaan April Mop? Tragedi pembantaian umat Islam Spanyol.

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)'. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS Albaqarah 2 : 120)

Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa kaum Yahudi Madinah dan kaum Nashara Najran mengharap agar Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat menghadap kiblat mereka. Ketika Allah Subhanahu wata’ala membelokkan kiblat itu ke Ka'bah, mereka merasa keberatan. Mereka berkomplot dan berusaha agar Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyetujui kiblat sesuai dengan agama mereka. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Q.S. 2: 120) yang menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashara tidak akan senang kepada Nabi Muhammad SAW, walaupun keinginannya dikabulkan. (Diriwayatkan oleh Tsa'labi yang bersumber dari Ibnu Abbas)

Sebagaimana sudah firman Allah Subhanahu wata’ala tersebut, sepanjang masa, tidak akan pernah hilang keinginan mereka musuh-musuh Islam untuk selalu menghancurkan Islam dan memadamkan cahaya Allah Subhanahu wata’ala. Berbagai cara akan mereka lakukan, termasuk sejarah pembantaian muslim Spanyol pun 1 April berkembang menjadi perayaan April Mop.

Yang menyedihkan, orang-orang Islam yang jahil pun turut memperingati April Fool's Day. Tanpa menyadari, mereka sebenarnya merayakan ulang tahun pembunuhan masal saudara se-Islam mereka sendiri.

Wahai umat Islam, berhati hatilah terhadap budaya ini. Hindari diri kita dari berbuat dzalim. Ingatkanlah saudara-saudara kita sesama muslim. Ingatlah, bahwa tanggal 1 April merupakan hari pembantaian umat Islam Spanyol. Dan yang penting, dalam Al Quran & Hadist tidak ada perintah di mana boleh menipu orang lain sebagai bahan gurauan.

Semoga Allah sentiasa membuka pintu taubat untuk kita. Amiiin..

Padang, 10 April 2010

Alexyusandria







Berita terkait
April Mop, Perayaan Dibunuhnya Umat Islam di Spanyol
Lelucon April Mop, MU akan Pindah ke New York
Belum Berhasil, Upaya Muslim Balearic Peroleh Lahan Masjid dan Pemakaman
Jamaah Terlalu Banyak, Walikota Spanyol Tutup Masjid Selama Ramadhan
Berita Lainnya
kolom - Selasa , 30 Apr 2019, 14:05 WIB
Temanggung, Tembakau, dan Rentenir : Untuk Kita Renungkan
kolom - Selasa , 30 Apr 2019, 12:29 WIB
Radikalisme Islam atau Ketakpuasan Daerah?
kolom - Selasa , 30 Apr 2019, 11:49 WIB
Naruhito: Sosok Gigih dan Penyayang di Kekaisaran Jepang
kolom - Selasa , 30 Apr 2019, 10:01 WIB
Demokrasi Pemilu yang Mematikan
kolom - Selasa , 30 Apr 2019, 08:53 WIB
Pusat Wisata Halal Dunia

© 2015 republika.co.id - All Rights Reserved.
Home | About Us | Contact Us | Dari Redaksi | Privacy Policy | Disclaimer | Pedoman Siber | Karir

Address

Kota Tangerang
Tangerang
AHLQULKARIMAH

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when majlis ta'lim al-maidah(p3r) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share