03/06/2017
Orang tua berisik dilarang masuk masjid !
"Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya..." -Muhammad Al Fatih, Penakluk Konstantinopel-
Pernah baca, dengar atau lihat quote di atas? Konon, itu adalah ucapan seorang Sultan Mehmed 2, atau yang lebih akrab disapa Muhammad Al Fatih. Itu lho yang menaklukkan kota Konstantinopel, kota nomer satu di dunia pas zaman itu, iya tahun 600-1400an. Sampai akhirnya berhasil diduduki oleh Muhammad Al Fatih and friends, tepatnya pada tanggal 29 Mei 1453 Masehi.
Dan salah satu strategi perangnya yang mencengangkan dunia waktu itu adalah dengan diangkatnya puluhan kapal perang melewati bukit dalam waktu satu malam. Saya ulangi, DIANGKATNYA PULUHAN KAPAL PERANG MELEWATI BUKIT DALAM WAKTU SATU MALAM !
Ngeri parah aka keren gila gak sih bro, sis ! Gimana gak keder tuh lawannya kalau gitu? Tapi gaes, kita gak akan ngomongin Muhammad Al Fatih sekarang, kamu emang penasaran po? Kalau iya, baca buku d**g ! Atau minimal googling kek, jangan Cuma bacain/kepoin status sama insta story doang ! hahaha.
Nah, yang akan kita omongin adalah tentang quote nya itu tuh, karena ini relevan banget sama kondisi sekarang di masjid-masjid kita.. Oh ya, liat gambar di atas kan? Serem gak tuh tulisannya?
Pernah gak sih kamu solat di masjid? Kalau kamu gak pernah, stop baca tulisan ini. Terus bergegas ambil air wudhu dan solat ya. Habis itu konsisten dah solat berjamaah di masjid terus ya. Mumpung momen mulainya pas enak nih di bulan Ramadhan ! hehe. Tapi beneran deh ini, kita bakalan ngomongin solat jamaah di masjid, which is nih kasus yang lagi ngehits sekarang.
Mungkin perkara solat tarawih yang ramai riuh rendah tinggi anak-anak kecil kan ya? Menurut kamu sendiri, ngeganggu gak sih anak-anak itu kalau solat di masjid? Setuju gak kalau anak-anak dilarang dateng ke masjid?
Mungkin akan ada bermacam jawaban yang pro kontra tentang hal tersebut. Mungkin akan ada yang bilang, “Iya nih berisik banget!” “Buseeet, itu tangisan anak kuntilanak kali ya? *padahal kuntilanak itu emang udah anak-anak lho, soalnya namanya bukan kuntilbapak atau kuntilibu (garing, wkwk), ”Duh solatku gak khusyuk nih gara-gara tangisan bayi pokemon yang baru netes dari telurnya!, dll”
Atau mungkin akan ada berpendapat juga “Gapapa kali anak-anak diajak ke masjid, biar terbiasa, biar besok gedenya hatinya terkait ke masjid”, “Biarin aja, namanya juga anak-anak, wajar d**g kalau pada lari-larian atau cekakak cekikik, kalau dia udah bapak-bapak kumisan tebal terus main petak umpet, sambil teriak jepung-jepung, itu baru aneh dah!”, hahaha whatever lah bro, sis kamu ngomong apaan! :p
Aku pribadi pro pada orang yang ngebolehin anak-anak untuk ikutan solat di masjid. Walaupun pada akhirnya anak-anak itu entah di masjid pada mau ngapain, minimal banget dia masih mau ke masjid bukan?
Karena dulu tuh pernah ada kasus, anak tetanggaku yang seneng banget berangkat ke masjid, s**a adzan gitu, tapi karena suatu hari dia dimarahin oleh seorang tetangga begini kira-kira, “Mbok nek adzan ki sing apik, nek ra iso mending rasah adzan ! (artinya : Kalau yang adzan itu yang bagus, kalau gak bisa mending gak usah adzan !) ”.
Tau gak efeknya apa? Anak itu sekarang udah beranjak dewasa dan gak pernah sekalipun nongol di masjid dalam beberapa tahun terakhir, gila gak tuh? Padahal kan wajar aja ya kalau masih kecil, suaranya agak-agak nyempreng gitu, yang penting masih masuk batas normal gitu. Yang penting kan adzan nya bener, lagian dia gak bilang Uvuvwevwevwe onyetenyevwe ugwemubwem ossas gitu kok. Hiks banget kan?
Maka dari itu, aku menulis tulisan ini bro, sis. Sekedar untuk mengingatkan diri sendiri dan memberitahukan informasi yang aku ketahui tentang dunia anak-anak. Karena meskipun pernah merasakan fase anak-anak, gak semua orang-orang tua sekarang tahu gimana caranya menghadapi anak-anak. Ya kan? Ya kan? Iya lah, mereka terlalu sibuk share-share berita hoax dan debat gak penting di dunia maya, haha. So, let’s pray together… hehe
1. Pahamilah bahwa mereka itu adalah anak-anak
Ini bagian paling utamanya. Ketahuilah, bahwa anak-anak itu adalah anak-anak ! haha. Ya dunia anak akan berada di seputar bermain-main, berlari-lari, tertawa dan bahagia. Mereka gak akan memikirkan beban hutang Indonesia yang konon kalau dibagi rata seluruh penduduk Indonesia, itu bahkan mencapai 13juta per kepala bayi yang lahir.
Mereka gak akan ambil pusing soal strategi Indonesia menghadapi pasar bebas Asia maupun dunia ke depan. Mereka gak tahu soal kenaikan harga daging sapi yang sekarang udah mencapai 120rb/kg. Gak akan! Jadi ya sebuah kewajaran, dimanapun mereka berada, kapanpun itu, saat itulah dia akan bermanin. That’s it. Udah gitu aja.
2. Make a deal sebelum kamu berangkat ke masjid
Kalau udah memahami yang pertama, maka akan mudah ke depannya. Anak-anak itu dalam logika mereka, bisa dengan mudah memahami deal-deal yang sederhana. Daripada dinasehati panjang sambil marah-marah, anak-anak terkadang lebih cepet ngeh kalau diberikan deal-deal yang menguntungkan buat dia.
Misalnya, “Dek, nanti di masjid jangan ramai ya. Kalau adik tenang, nanti habis solat kita beli es krim yuk”, “Dek, anak soleh itu salah satu cirinya adalah kalau di masjid, dia tenang dan ikutan solat lho. Mau gak jadi anak soleh?” atau bisa juga “Dek, kita nanti di masjid solat ya. Kalau mau main dan lari-larian, setelah solatnya semua selesai ya..”
Setelah itu bilang deh, Janji ya? Sambil mengaitkan kelingking kita ke dia. Ketahuilah, mereka adalah jenis manusia yang fair sekali soal janji. Jadi, kitanya juga harus menepati janji ya, karena sekali kita ingkar, dia akan mencontoh keingkaran kita juga.
3. Ajak anak ngomong baik-baik ketika di rumah
“Nasehati aku ketika sendiri, jangan nasehati di kala ramai, karena nasehat di kala ramai itu bagai hinaan yg melukai hati..” (Imam Syafi'i)
Quote di atas itu bener banget lho. Bahkan sejak anak-anak, mereka udah tahu rasanya dipermalukan di depan umum karena kita marahin di depan teman-temannya. Kalau itu sampai terjadi, anak kita akan menjadi anak yang berontak dan s**a membantah kalau dinasehati ke depannya. Oleh karenanya, please nasehatin anak itu atau kalau mau marahin, lakukan saat di rumah ya.
Sering-sering deh ajak ngobrol komunikasi 4 mata dengan mereka. Biasanya anak-anak akan menjadi anak yang bertanggungjawab dan berani dalam konteks baik, kalau deket sama orang tuanya. Terlebih ayahnya lho. Tuh! Jangan grup whatsApp mulu yang diurusin, anak lu juga tuh! ihihi
4. Jangan marah dan takuti mereka
Senada sama yang nomer 3 di atas yaa. Karakter anak zaman sekarang sama tempo dulu tentu sudah berbeda. Dulu mah kita dimarahin habis-habisan, dipukul sapu lidi, rotan, dll. Langsung deh diem dan nurut apa yang disampaikan ortu kita.
Kalau sekarang mah, bisa-bisa ortu kita kena pasal KDRT kan ya? Terlebih anak-anak sekarang, itu lebih mudah mengekspresikan kemauannya. Dia akan berontak kalau dimarahi maupun ditakuti terus. Gak percaya? Cek deh anak tetangga atau saudara yang dibesarkan dengan cara seperti ini itu seperti apa waktu gedenya.
5. Pisahkan tempat solat anak dan dewasa
Ini solusi paling instan yang ada. Tapi ini tidak akan cepat mengubah karakter anak ke depannya. Nah, kalau mau pakai cara ini boleh juga sih. Siapkan imam anak muda yang memang sudah disiapkan oleh masjid untuk jadi kader imam masjid selanjutnya. Mentalitas imam digembleng di sini. Dia harus pintar-pintar bertanya dan bertindak sesuai kondisi jamaah anak-anaknya, hehe.
Kalau bisa sih, dicari karakter imam yang selalu ceria dan menyenangkan bagi anak-anak. Tambah keren lagi kalau jago cerita, bisa deh tuh kultum 7 menitnya diisi dengan kisah-kisah inspiratif atau juga kisah nabi maupun sahabatnya.
Kira-kira itu solusi yang bisa saya tawarkan. Sebenarnya masih ada banyak, tapi nanti kalau ditulis semua, kamu akan beralasan gak mau baca karena tulisannya kepanjangan. Jadi ya segini aja ya, semoga bermanfaat. Semoga besok anak-anak kita menjadi anak yang cinta masjid dan menjadi penerus yang baik bagi bangsa dan Negara. Oh ya, ada hadist yang seru nih, tentang anak-anaknya ada juga..
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Tuh, amalan gak terputus coy, saya ulangi AMALAN GAK TERPUTUS. Makanya jangan larang anak-anak kita untuk ada di masjid ya, biar dia jadi anak yang soleh dan mendoakan kita, walaupun besok lusa kita sudah di alam sana… *tunjuk kuburan.
Bye. Saya Indonesia, Saya Pancasila !
Salam Internet Banking !
*gak nyambung ya? Wkwkwk :p
Yogyakarta, 1 Juni 2017, 13.49